
Keadaan mulai kacau balau,anak buah dari Esa terlulai lemas tak sebanding dengan pasukan dari Alez semakin bertambah apa lagi bertambahnya kekuatan dari polisi polisi yang lain dengan kerjasamanya sebelumnya yang sudah di rencanakan.
Akhirnya papah Bastian dan mamah Laura pun terbebas dari ikatan dan kurungan dalam ruangan yang ada di sana atas bantuan pasukan dari Alez yang menyusup dari jendela tadi.
Alez menggendong tubuh Sonya keluar dari kamar tersebut menuruni anak tangga dengan hati hati tapi cepat. Sampailah di luar villa menuju mobilnya. Tam yang sudah standby di sana membuka pintu belakang mobilnya itu,Alez masih memangku Sonya di dalam dekapannya dalam erat untuk menghangatkan tubuh istrinya dan melepaskan jas untuk menutupi tubuh Sonya.
"Tam segera kerumah sakit sekarang!" perintah Alez kepada Tam yang menyetir mobil tersebut
"Baik tuan" jawab Tam melajukan mobilnya. Alez menciumi dahi Sonya berkali kali karena sangat khawatir dengan Sonya.
Ditengah perjalanan Sonya mulai sadar,ia merasa tubuhnya hangat didalam dekapan seseorang,Sonya membuka matanya perlahan. Ternyata bukan mimpi yang memeluknya adalah suaminya sendiri Sonya tersenyum lalu mengeratkan pelukan itu. Alez merasa tubuhnya ada gerakan dari Sonya pun melihat wajah Sonya yang matanya sudah terbuka tapi masih sayup. Sonya tersenyum melihat Alez dalam tatapannya.
"Sayang syukurlah kamu sudah bangun." kata Alez melihat wajah Sonya
"Hm" Sonya memegangi wajah tampan suaminya itu dengan mengelus pipi Alez dengan tangannya.
"Kita kerumah sakit sekarang sayang,kamu sabar. Tam cepetan dikit ngelajunya!" Alez menatap Sonya begitu khawatir lalu berpindah alih menatap Tam yang menyetir di depan.
"Tidak mau,aku tidak mau kerumah sakit mas. Aku mau pulang kerumah." pinta Sonya
"Tapi sayang... "
"Mas aku mohon,aku ingin pulang bersamamu." mohon Sonya
"Baiklah." nyerah Alez
__ADS_1
"Tam,kita pulang lalu hubungi dokter David suruh kerumah sekarang juga!"
"Baik tuan." akhirnya Tam putar balik menuju kediaman Alez lalu menghubungi dokter David saat itu juga.
"Mas,bagaimana dengan orang tuaku?" tanya Sonya
"Tidak usah khawatir,papah mamah baik baik saja dengan pengawal yang sudah ku perintah tadi. Aku juga memerintahkan untuk mengantarkan pulang papah Bastian dan mamah Laura dengan keadaan selamat dan aman. Nantinya ada beberapa pengawal yang akan menjaga dirumah papah dan juga mamah. Tenanglah sayang!"
"Syukurlah mas."
Lanjut perkataan Sonya,
"Aku pusing banget mas cium bau badanmu mau mual, buka kaca jendela mobilnya atau turunkan aku duduk di samping saja aku tidak apa apa." jawab Sonya merasakan aneh dalam tubuhnya.
"Apa sih sayang,tidak biasanya kamu kaya gini kalau aku bau keringat habis fitness kamu suka ini belum apa apa mau muntah."
Akhirnya Alez membuka kaca jendela mobilnya sisi kanannya,udara angin sumilir masuk kedalam mobil tersebut. Rasa mual Sonya mulai mereda yang tinggal pusingnya aja yang masih nyut-nyutan.
"Semua kaca jendela mobil di buka mas!" perintah Sonya
"Tam buka semua kaca jendelanya!"
Tam yang merasa laper akhirnya menurutinya akhirnya Tam membuka semua kaca jendela mobilnya sehingga Tam makan angin dengan kenyang.
"Gimana masih ingin mual?" tanya Alez
__ADS_1
"Enggak mas,tapi aku ngantuk banget."
"Tidurlah."
Akhirnya Sonya tidur di dalam dekapan Alez bersama angin masuk melalui kaca jendela mobil yang di buka lebar semuanya.
γBersambung.....
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π