
Sonya dan Alez pun di koridor depan perusahasaannya,Tam sudah datang bersama mobilnya itu.
Akhirnya Tam turun membuka pintu mobil belakangnya untuk Sonya dan satu pintu sebelahnya di bukakan oleh penjaga depan perusahaannya untuk Alez. Tam masuk kembali mengemudi mobilnya.
Di Perusahaan
"Hey Tong lu ngapain nylungslep di sofa mau rebahan? Dirumah! Diperusahaan gak nerima orang bermalas-malas ria." ketus karyawan itu menghampiri Otong di sofa khusus orang menunggu.
Akhirnya Otong pun berdiri kembali dengan sempurna membenahkan diri.
"Apaan sih lu Ke." dengus Otong
"Hahahaha,kenapa tuh jidat? benjut gitu." lanjut Otong melihat dahi Ike memar.
"Ini nih gara gara kaca transparan itu tuh, sial banget." kata Ike meringis nahan sakit didahinya dan menatap pintu yang ditabraknya tadi.
"Hahaha,yaelah Ike kasian di cium sama pintu,pacar mana pacar! Lagi pula pintunya itu gak salah main terobos aja."
"Yee sapa suruh transparan!"
"Seharusnya tau Ike itu pintu dari dulu di situ transparan pula. Kaya baru kerja kemarin aja gak tau letak pintunya."
"Lagian tadi ngeliat Pak bos kita itu,Pak Alez dengan bu Sonya istrinya serasi banget sampai aku lupa di depan sono noh ada pintu sebesar itu." kata Ike.
"Iya sama,sampai aku lupa nih didepanku ada sofa sampai kepalaku nylungslep di sofa ini nih." Otong menunjuk sofa yang tidak bersalah itu.
"Iya ampun bikin iri aja bos kita itu. Jadi pengen." Ike membayangkan dengan senyum senyum sendiri dan meremas kedua tangannya di taruh di dadanya sendiri.
"Ayo abang siap neng, pergi daftar ke KUA!" Senyum Otong berbinar binar menonjolkan gigi maju kedepannya itu.
"Apaan sih Otong itu gigi dibenerin dulu." Bayangan Ike tiba tiba rusak melihat Otong tersenyum dengan gigi monyongnya itu.
"Kalau udah bener,Ike mau sama aa' Otong?" goda sih Otong.
"Ihh apaan sih,ngayal!" Ike hendak pergi meninggalkan Otong tiba tiba tanpa sengaja si Otong menangkap Ike yang hampir jatuh karena hak sepatunya terlalu tinggi menjadi kaki Ike tidak seimbang.
Jadilah Si Otong dengan Si Ike saling tatap apa lagi adegannya Ike didalam dekapan si Otong. Otong tersenyum dengan gigi monyongnya itu membuat Ike sadar seketika.
__ADS_1
"Cieeee Cieee Cieee" goda karyawan yang berlalu lalang melihat keromantisan Si Otong dengan Si Ike.
"Lepasin Tong,malu banyak orang." Ike memukul kepala Otong dengan berkas yang Ike bawa.
Bug
Bug
Bug
(Suara pukulan Ike untuk Otong)
"Udah udah,di tolongi juga tidak tau terimakasih! Maen pukul aja. Tau gitu tadi aku biarin biar jatuh. Tuh pantat biar nyium lantai. Udah dahi di cium pintu. Mau pantat di cium lantai biar lengkap penderitaanmu Ke!" kata Otong menghentikan pukulan Ike dikepalanya.
"Daripada aku dipeluk kamu.Ogah!" Ike membenarkan kaca matanya itu yang hampir jatuh karena habis mukuli Otong.
"Dah ah aku mau kembali kerja,ngeladeni lu gak ada habisnya. Bye!" Otong mau bicara pun tidak jadi karena Ike udah duluan mengoceh dan mengibaskan rambutnya kearah wajah Otong mengenai hidung Otong menjadi bersin.
Hasyiiiiiiiing nging nginggg nginggg
(Suara bersin Otong)
Di Restoran
Sonya dan Alez makan bersama karena ingin mengisi perut sebelum pulang kerumah.
Ditengah makan,Alez memberi sebuah hadiah untuk sang istri.
"Sayang ini untukmu!" Kata Alez mengeluarkan kotak hitam untuk Sonya.
"Apa ini mas?" tanya Sonya
"Buka aja sayang"
Akhirnya Sonya membuka isi kotaknya yang ternyata jam untuk mengetahui tekanan darah ,detak jantung Sonya setiap harinya dan juga letak lokasi kemana pun Sonya pergi,sewaktu waktu Sonya dalam bahaya Alez mengetahuinya lebih dulu.
"Ini jam mas?" Sonya membukanya dan memegang jamnya
__ADS_1
"Iya jam modern untuk mengetahui tekanan darah dan mengetahui detak jantung kamu sayang,itu juga bisa mengetahui lokasi kemana pun kamu pergi. Dalam bahaya aku lebih tau dulu,dan kamu membutuh bantuan kamu bisa tekan tombol merah ada di situ sayang." jelas Alez
"Untuk apa? Aku baik baik saja."
"Aku berharap seperti itu. Tapi musuh tidak ada yang tau. Selama ini aku tidak ada kesalahan yang aku buat cuma tidak ada salahnya kan untuk berjaga jaga. Apa lagi kamu sedang mengandung bisa jadi kamu bisa mengetahui tekanan darah dan detak jantung di dirimu sendiri dari jam ini."
"Baiklah mas."
Alez mengenakan jam modernya nan canggih itu di tangan kanan Sonya.
Merasa sudah kenyang, makan pun selesai mereka bergegas untuk pulang.
γBersambung.....
____________________________________________
Hehehe maaf ada IKLAN si Otong dengan si Ike. Okelah lanjut fokus ke Alez dan Sonya go BAB selanjutnya!ππΊ
____________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π