
Malam harinya, usai menjamu Mr. Ale dan istrinya, Taro mencoba mengajak Yola untuk lanjut minum-minum. Yola menolak dengan alasan mengkhawatirkan anak-anak lalu bergegas pergi menemui Akbar di pub.
Akbar benar-benar bahagia melihatnya datang. "Terima kasih sudah datang sesuai janjimu."
Saat mereka berdansa, tiba-tiba saja Akbar menyatakan cinta pada Yola. Yola kaget mendengarnya, padahal dia berniat mengakhiri segalanya malam ini juga karena dia tahu kalau Akbar pasti akan mengetahui kebenarannya dengan cepat mengingat Akbar itu pintar.
Tapi belum sempat dia mengucap apapun, tiba-tiba dia melihat Taro muncul. Yola jadi panik, takut Taro melihatnya sedang bersama Akbar. Maka dia buru-buru mengklaim kalau dia cinta Akbar juga lalu menciumnya.
Tapi begitu melihat Taro pergi, Yola langsung melepaskan diri lalu bergegas pergi. Akbar masih di atas awan gara-gara ciuman itu dan langsung mengejar Yola.
Tapi kesabaran Yola sudah habis dan langsung berubah ketus pada Akbar, mengklaim bahwa dia bukan jenis wanita seperti yang Akbar pikirkan tentangnya.
"Dan aku tidak pernah berpikir tulus padamu!"
"Apa maksudmu? Aku bingung sekarang."
"Dengar baik-baik. Aku minta kita mengakhiri segalanya sampai di sini!"
Akbar bingung. Bukankah barusan Lala bilang kalau Lala mencintainya? Yola mengklaim kalau dia cuma asal mengucapnya, dia cuma mau lihat apa yang Akbar pikirkan tentangnya.
"Dan sekarang aku sudah tahu, bahwa kau ternyata jauh lebih bodoh daripada yang kupikirkan."
Akbar sontak berubah marah mendengar hinaannya. "Candaan apa yang kau mainkan? Aku tidak main-main!"
"Tapi aku sangat senang memainkan game ini. Awalnya kuakui kalau ini cuma kesalahan. Tapi setelah aku tahu bahwa kau mencariku selama 3 tahun, itu membuat sangat senang. Aku ingin membuatmu kebingungan mencariku, merasa tersiksa karena aku. Tapi setelah kau bilang kalau kau mencintaiku, rasanya sudah tidak menyenangkan lagi. Mulai sekarang, kau tidak perlu lagi mencariku. Karena aku tidak suka sesuatu yang sudah tidak menantang lagi. Dadah!"
Yola pun pergi dengan mata berkaca-kaca. Tepat setelah itu, Taro mendadak muncul sambil menyindir Akbar (Apa dia menguping mereka?). Taro bertanya-tanya sedang apa Akbar di sini? Mencari pasar pesaingnya? Atau untuk mencari tahu rahasia perusahaan mereka?
"Kalian kan memang selalu pakai cara kotor untuk menang melawan perusahaanku."
__ADS_1
Akbar sontak terpancing emosi dan menegaskan bahwa dia tidak pernah melakukan cara kotor untuk menang melawan siapapun.
Yola langsung membangunkan si kembar dan menyuruh Jeni untuk segera berkemas, mereka harus pulang sekarang juga.
Bertekad mencari Lala, Akbar langsung menanyakannya pada resepsionis. Tapi tentu saja dia tidak menemukan nama itu. Tidak ada seorang tamupun yang bernama Lala. Akbar akhirnya sadar kalau dia benar-benar dipermainkan sama Lala.
*****
Ana penasaran apa yang akan Yola lakukan selanjutnya sekarang? Tentu saja Yola akan fokus melakukan tugasnya sebaik mungkin, melupakan segalanya dan move on.
Ana bangga padanya. "Aku sangat senang kau menjadi semakin kuat daripada sebelumnya. Tapi... apa mungkin Akbar akan tinggal diam?"
*****
Taro mendatangi Yola seolah cuma menyapa Yola, tapi jelas dia sedang ada maunya saat tiba-tiba dia menawarkan bantuannya jika Yola butuh bantuan... terkait Akbar.
Dia mengaku melihat mereka bersama kemarin malam, dan sepertinya Akbar salah paham akan sesuatu.
Taro menyangkal dan mengklaim maksudnya hanyalah dia akan selalu siap membantu Yola dalam setiap masalahnya, termasuk masalah terkait Akbar
"Jadi maksudmu, masalah ini akan menjadi rahasia antara kau dan aku?"
"Tentu saja. Kurasa kau melakukan itu karena punya alasanmu sendiri. Dan aku tidak akan memberitahu masalah ini pada siapapun." Ujar Taro lalu pergi. (Hmm, kayaknya dia nggak sebaik itu.)
****
Kak Alif menemukan Akbar dalam keadaan mabuk berat. Bahkan saat dia membawa Akbar kembali ke kamarnya, Akbar terus menerus memanggil-manggil Lala. Dia cinta Lala.
Prihatin, kak Alif berusaha mengingatkannya bahwa wanita itu sudah menipu dirinya. Dia mempermainkan perasaan Akbar dan sekarang Akbar telah jatuh dalam permainan wanita itu. Akbar malah ngotot tak mempercayainya.
__ADS_1
"Kau harus memikirkan apa yang akan kau lakukan dengan hidupmu. Aku bersedia membantumu apa saja."
"Tidak ada seorangpun yang bisa membantuku, kak. Tidak ada seorangpun."
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π