
Di Salon
"Sayang sudah selesai?" Tanya Alez yang sudah menghampiri Sonya yang sudah selesai perawatan dan pijatnya.
"Udah,apa kamu gak lihat mas perbedaanku?" Tanya Sonya mengibaskan rambut yang di carlynya itu.
"Iya kamu tampak cantik. Tanpa perawatan aja kamu udah cantik sayang apa lagi setelah dari salon cantik. Istriku memang cantik." gombal Alez ngasal yang dia tau istrinya memang cantik adanya.
Sudah begitu saja Sonya tersipu malu apa yang di katanya Alez.
"Makasih suamiku. Oh iya mas tadi kamu beli apa?"
"Beli makanan ini tadinya aku bosen nungguin kamu lama banget,ya jadinya aku cari makan ternyata kamu sudah selesai."
"Hm ya udah mas kita pulang yuk."
Akhirnya mereka keluar dari mall menuju parkiran mobil lalu menaiki mobilnya dan melajukan untuk perjalanan pulang.
Dirumah
Sampailah dirumah mereka bertemu dengan Alif,Shinta dan bunda Soja.
"Mamah!" Teriak Alif keluar kehalaman menghampiri Alez dan Sonya keluar dari mobilnya
"Alif" Sonya di peluk lututnya oleh tubuh Alif
"Alif sejak kapan sudah sampai rumah?"
"Baru aja mah"
"Alif tidak kangen sama papah,masak sama mamah terus." Sela Alez
"Alif juga kangen sama papah dong."
"Yaudah masuk dulu yuk,panas ini mamah tidak tahan terik mataharinya."
Sonya,Alez dan Alif masuk kedalam kerumah. Alez menggendong Alif dengan manjanya.
"Bunda Soja,Shinta." Sapa Sonya kepada mereka di ruang tamu lalu memeluk satu persatu.
"Sonya gimana kandunganmu? Kata bibi tadi kamu periksa ke dokter?" Tanya bunda Soja
"Sehat bun,usianya baru dua minggu." jawab Sonya
"Syukurlah." senang bunda Soja
"Mah mana adik buat Alif kok tidak ada?" Tanya Alif celingak celinguk lalu menatap Sonya kembali.
__ADS_1
"Masih di dalam perut mamah Sonya Lif,sabar ya!" Celah Shinta
"Di perut mah?" Bingung Alif atas perkataan tante Shinta yang ditatapnya lalu mengarah menatap ke Sonya.
"Iya Alif sayang,dulu Alif juga dari perut mamahnya Alif." Jawab Sonya
"Mamahnya Alif? Siapa mah? Kan mamahku cuma mamah Sonya!" Alif semakin bingung
"Iya maksud mamah gitu,nanti kalau Alif dan besar bakalan tau sayang . Yang jelas Alif sabar ya nanti adik Alif segera hadir kalau Alif mau sabar."
"Iya mah Alif sabar nungguin kok."
Mangut mangut Alif polosnya mengerti.
Drrtt
Drrt
Drtt
(Bunyi dering dari ponsel Sonya dari tasnya)
"Hallo pah" jawab Sonya di balik teleponnya
"Papah dan mamah di luar negeri?"
"Sebelumnya Sonya mau beri kabar sama papah dan mamah."
"Sonya hamil pah"
"Iya pah,aku bakalan jaga diri baik baik di sini ada mas Alez kok yang selalu jagain Sonya. "
"Daaa pah"
(Panggilan telepon selesai)
"Siapa yang telepon?" Tanya Alez
"Papah, orang tuaku keluar negeri untuk sementara waktu di sana dan untuk menyelesaikan pekerjaannya disana."
Bunda Soja dan Shinta juga sudah tau masalah sebelumnya yang menimpa Sonya dan Alez karena pembantu yang dipercaya bunda Soja yaitu bi Inem sudah menceritakan semuanya tapi memilih tidak mengulik kembali masalah itu selama mereka sudah kembali dan aman sekarang.
"Mas,aku mau mual kamu pasti tidak pakai minyak telon kan!"
Mulai keluar aroma keringat khas dari tubuh Alez,yang ada di sana Shinta dan Bunda Soja biasa aja mencium bau tubuh Alez campur parfum itu.
"Harus pakai minyak telon sayang?"
__ADS_1
"Iya ah jauh jauh dulu kalau gak pakai minyak telon." Sonya pergi kedapur mengambil minum karena haus dan menghindari bau keringat Alez.
"Lez,kamu yang sabar ya! Biasa hormon wanita hamil memang begitu lagi pula dia juga istrimu yang sabar. " kata Bunda Soja
"Dulu Muna mana kaya gini,malah acuh atas kehamilan Alif. Sampai aku gak tau hormon wanita hamil. Apa lagi kemarin bahas mantan istri sensi bund padahal sebelumnya tidak apa apa." ngaduh Alez
"Makanya jangan bahas Muna lagi!" kesal bunda Soja juga
"Iya nih,mantan istri kok dipelihara buang kelaut aja biar dimakan buaya!" celetus Shinta
"Kelaut? ada buaya!" tanya bingung Alez mengikuti alur bloon Shinta
"Shinta di ladeni,dah sana jangan bikin kesal Sonya pakai minyak telooon!" titah bunda Soja
Akhirnya sendunya Alez menurunkan Alif lalu mengambil minyak telon yang kemarin ada di kamarnya mengganti baju lalu memakai minyak telon ditubuhnya bukan minyak kayu putih lho ya.
Alez lah sekarang menjadi sasaran sang istri harus memakai minyak telon setiap hari yang tidak di sukainya. Apalagi ada serangan dari dukungan Bunda Soja dan Shinta dipihak Sonya.
ใBersambung.....
____________________________________________
Kenapa semakin turun LIKE komentarnya?๐
Padahal author crazy up,kesannya author nuntut iya nuntut minta lanjut ya ada dukungannya dari kalian semua itu juga author untuk menghibur kalian semua.๐ VOTE kencenggggg๐๐บ
____________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. ๐ค
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
โVOTE ๐๏ธ
โLIKE ๐
โKOMENTAR ๐ฌ
โFAVORIT โค
โTIPโญ
โRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
โDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.๐ โโ๏ธ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya๐!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. ๐
__ADS_1