
Di kamar VIP
Sonya kini terbaring lemah di atas bed pasien di ruang VIP. Beberapa jam yang lalu Sonya pingsan, Sonya terpasang infus untuk mendapatkan cairan dan vitamin melalui infus ke dalam tubuhnya di karenakan dehidrasi sedari olahraga juga belum minum sama sekali. Padahal ibu hamil harus menjaga pola makannya,Sonya pun dari tadi belum makan.
Alez ada di samping Sonya sambil membelai kepalanya dengan lembut dan juga tangan kanannya memegang tangan Sonya di taruh di pipi Alez.
Tangan Sonya pun merespon dengan menggerakan jari jarinya membuat Alez melihat tangan Sonya yang bergerak pun Alez mengalihkan pandangannya kearah wajah Sonya.
"Sayaang!" panggil Alez menatap Sonya yang matanya mulai terbuka perlahan.
"Mas aku di mana? aku habis mimpi buruk mas." kata Sonya yang baru sadar dari pingsannya yang melihat langit langit atap rumah sakit itu.
"Kamu di rumah sakit sayang." balas Alez
"Ngapain mas? aku tidak apa apa!" Sonya mulai bangun dari tiduran dan setengah duduk dan sekali kali menyentuh perutnya sedikit ada tendangan dari sang jabang bayi.
"Ahhww!" kata Sonya menyentuh perut buncitnya itu
"Sayang lebih baik kamu istirahat dulu." Alez mencegahnya untuk duduk.
"Mas di mana Alif? Tadi mimpi kan?"
"Kamu tidak mimpi Alif masih di ruang ICU."
"Berarti benar. Ya Tuhan Alif maafin mamah nak!" lagi lagi Sonya menangisi Alif dan baru sadar itu bukan mimpi tapi kenyataannya.
"Mas,aku mau lihat Alif mas!" pinta Sonya
"Tidak,kondisimu masih kurang baik istrihatlah dulu sayang."
Ceklekkk
(Suara pintu kebuka)
__ADS_1
Bunda Soja dan Shinta mendengarpun langsung masuk membawa makanan untuk Alez dan Sonya.
"Sonya jangan siksa diri kamu,Alif bakalan baik baik saja. Kalau kamu seperti ini membuat Alif sedih, kalau kamu ingin Alif segera sadar kamu juga harus kuat." bujuk bunda Soja
Sonya pun mulai tenang setelah memberontak kecil ingin turun dari bed untung di cegah oleh Alez.
Alez pun memposisinya tubuh Sonya dengan bersandaran bantal di belakang punggung Sonya.
"Bunda membawa makanan ini untuk kalian, makan ya! dari pagi kalian belum makan. Alif bakalan sedih kalau kalian seperti ini,dan kamu harus memikirkan janin dalam kandunganmu juga Sonya!" Kata bunda Soja
Bunda Soja yang menenangkan mereka akhirnya kata orang tua itu semua ada benarnya sehingga mereka mengikuti sarannya, mereka makan bersama meski tidak bernafsu makan, lagi lagi Sonya teringat Alif,dia harus kuat demi Alif. Apa lagi Sonya sedang hamil dia juga tidak mau menyakiti anak dalam kandungannya sendiri.
Akhirnya Alez menyuapin makanannya dalam mulut Sonya,dan Sonya pun meminta Alez juga makan. Selesai makan Alez pun beranjak mandi setelah selesai Alez membantu Sonya membersihkan tubuh Sonya dengan waslap basah dan mengganti baju karena masih terpasang infus ekstra hati hati. Bunda Soja tadi menyuruh pembantu dirumah memasak untuk dibawa kerumah sakit dan pakaian Sonya dan Alez. Penjaga di rumah mengantarkannya dan memberikan ke bunda Soja.
Tok
Tok
Tok
Ternyata Tam, Tam di persilahkan masuk. Sonya yang sudah terlelap tidur hanya ada Alez ,Bunda Soja dan Shinta. Shinta hanya melirik ke Tam ,Tam juga begitu sebaliknya hatinya begitu berkecikamuk tak menentu. Akhirnya Tam membuyarkan perasaannya dengan tujuan utamanya Tam ke rumah sakit untuk bertemu Alez.
"Tuan,saya sudah memerintahkan Lunsi dan Fonsi dia mendapatkan mobil yang menabraknya itu masuk kedalam jurang dan sudah mengecek pemilik mobilnya itu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Saya yakin itu dimiliki pemilik orang kedua yang membelinya makannya masih atas nama pemilik pertama tuan! Jadi kami belum menemukan pelakunya. " kata Tam
"Cari tahu terus sampai dapat siapa yang berani melakukan itu aku tidak akan memberi ampun!"
Bunda Soja dan Shinta bergidik ngeri,tidak biasanya Alez seperti ini walaupun iya pasti hanya wajah datarnya saja tidak saat ini yang mengerikan seperti ingin memakan manusia itu dengan hidup hidup.
"Mas!" panggil Sonya merasa suara Alez terdengar jelas di telinganya ia lupa masih diruangan kamar VIP Sonya dan masih ada Sonya bunda Soja dan Shinta yang dudukkan di sofa sebelahnya sangking murkanya Alez lupa orang sekitar.
"Iya sayang." jawab Alez mengubah ekpresinya dengan senyum lembut.
"Kenapa Tam kesini?" tanya Sonya melihat Tam
__ADS_1
"Tidak apa,bisa dibicarakan besuk ini sudah malam. Maaf sudah mengganggu tidurmu."
"Tam bisa keluar! Kita bahas besuk lagi. Cari infonya sampai dapat." kata Alez menuju tatapannya ke Tam
"Baik tuan!" Akhirnya Tam keluar dari ruangan kamar Sonya.
Bunda Soja dan Shinta pun juga pamit untuk pulang besuk pagi juga akan kembali kerumah sakit,tinggalah Sonya dan Alez di kamar VIP nya.
"Tidurlah!" kata Alez kepada Sonya
"Mas tidur di sebelahku sini,seperti biasa elus perut aku." pinta Sonya.
Udah menjadi rutintas Alez setiap Sonya mau tidur untuk mengelus perutnya karena hamil.
Akhirnya mereka tidur di bed pasien bersama dengan tenang menunggu pagi hari yang cerah.
γBersambung.....
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
__ADS_1
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π