Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Jangan-jangan kau mencintaiku?


__ADS_3

Mengabaikan ingatan buruk masa lalunya, Yola akhirnya memutuskan mendekati Akbar dengan pura-pura tak sengaja kesandung bebatuan di dekat pasir.


Teriakannya membuat Akbar langsung menghampirinya dan tercengang mengenali Yola. Akbar bahagia seketika, wanita yang dicari-carinya selama ini, akhirnya ketemu juga.


"Aku hampir menjungkirbalikkan bumi untuk mencarimu dan akhirnya aku bertemu denganmu. Jangan melarikan diri ke manapun lagi."


Akbar mengobati lukanya dengan lembut, bahkan memakaikan kembali sepatunya. Dia mengaku selama 3 tahun ini dia berusaha mencari-cari Yola, dan sekarang akhirnya dia menemukannya. Akbar senang.


Dia canggung saat dia hendak membahas masalah malam itu, tapi Yola dengan cepat menyela dan mengklaim bahwa dia sudah melupakan tentang malam itu. Itu cuma sebuah kesalahan.


"Tapi aku tidak pernah melupakanmu."


Yola tercengang mendengarnya. Tapi dia buru-buru menguasai diri dan cepat-cepat pamit. Tapi Akbar tiba-tiba memegang tangannya, Yola tak nyaman dan langsung melepaskan diri.


"Maaf. Bisakah aku mentraktirmu makan? Aku menginap di sini."


Yola pura-pura tak tahu. "Kebetulan sekali, aku juga menginap di sini. Tapi lebih baik tidak usah. Lebih baik jangan mengungkit kenangan apapun lagi. Aku permisi."


Tapi Akbar ngotot. "Aku akan menunggumu."


Malam harinya, Yola akhirnya memutuskan untuk datang dengan berdandan secantik mungkin. Akbar senang, dia kira Yola tidak akan datang.


"Awalnya itulah niatku. Tapi aku berubah pikiran."


"Kenapa... siapa namamu?"


"Lala." Bohong Yola.


"Namaku Akbar, jadi kenapa kau berubah pikiran?"


"Aku ingin bertanya padamu, kau bilang kalau kau tidak pernah melupakanku. Karena apa? Jangan-jangan kau mencintaiku?"


"Bagaimana jika aku bilang... iya?"


Yola tidak percaya. Hubungan waktu itu hanya satu malam. Tidak mungkin bisa membuat seseorang mencintai orang lain. Butuh waktu bagi seseorang untuk mencintai orang lain. Dan seperti yang sudah dia bilang, kejadian malam itu, hanya sebuah kesalahan.


"Kalau begitu, bolehkah aku bertanya padamu? Kenapa malam itu kau mabuk berat sampai kau membuat kesalahan sebesar itu."

__ADS_1


Yola sontak terdiam, jelas tidak tahu jawabannya. Tapi alih-alih mencari tahu jawabannya, dia malah jadi kesal dan dengan dinginnya menolak menjawab. Dia bahkan mengancam Akbar untuk tidak membicarakan masalah itu lagi atau dia akan pergi.


Baiklah. Tapi Akbar sekali lagi menegaskan bahwa perasaannya terhadap Yola adalah cinta walaupun dia tidak bisa menjelaskan kenapa dia mencintai Yola hanya dari hubungan satu malam mereka.


Yola langsung mengubah wajahnya jadi manis lagi. "Jika kau ingin aku percaya, kita mungkin harus saling mengenal satu sama lain."


Akbar jelas senang. "Kau akan memberiku kesempatan, kan?"


Tentu saja, Akbar sudah membuatnya merasa senang mengetahui ada seseorang yang mencarinya selama 3 tahun. Yola ingin membuktikan apakah Akbar jujur atau tidak.


Tak lama kemudian, Akbar mulai protes saat Yola mengisi ulang gelasnya lagi. Apa Yola berniat membuatnya mabuk dan menghilang lagi seperti dulu?


"Kenapa kau berpikir begitu?"


"Kau tidak menyentuh wine-mu sendiri tapi terus mengisi ulang gelasku."


Yola beralasan kalau dia harus tetap sadar untuk mendengarkan apa yang Akbar katakan. Mereka sekarang dalam masa saling mengenal satu sama lain.


"Benar juga. Makanya kau terus menerus menanyaiku."


"Aku belum selesai menanyaimu."


"Kalau begitu aku akan terus bertanya. Apa kau datang kemari untuk liburan?"


Akbar jujur mengaku bahwa tujuan utamanya adalah untuk melakukan sebuah pekerjaan.


Tentu saja Yola sudah tahu siapa dia berkat Taro yang membekalinya dengan segala informasi tentang Akbar dan peran penting Akbar dalam memperkuat Alez Grup.


Pura-pura penasaran, Yola tanya apakah pekerjaannya Akbar di hotel ini. Tapi Akbar menolak menjawab, malah mengajak Yola ke pantai.


Dia mengaku bahwa dia menyukai pantai. Dia merasa punya dekat dengan pantai sejak saat dia pertama kali melihat Lala di Huang dulu.


Dia beberapa kali kembali ke Huang untuk mencari Lala, tapi sayangnya dia tidak pernah menemukan Lala. Ke mana Lala menghilang selama ini?


"Aku melanjutkan studiku ke luar negeri. Aku baru saja kembali."


Mendengar itu, Akbar langsung menariknya mendekat dan memohon. "Bisakah kau jangan menghilang lagi?"

__ADS_1


Dan bahkan sebelum Yola menjawabnya, dia tiba-tiba saja memeluk Yola erat-erat. Berusaha menahan kesal, Yola berusaha memintanya untuk melepaskan pelukannya. Tapi Akbar menolak, dia tidak akan melepaskan Lala lagi.


"Apa kau tahu? Sejak malam itu, tak pernah seharipun aku tidak merindukan. Bagaimana denganmu? Apa kau merindukanku?"


Yola menolak menjawab dan meminta Akbar untuk melepaskan pelukannya dulu, takut dilihat orang. Bagaimanapun, sekarang ini mereka masih baru mulai saling mengenal.


Akbar akhirnya melepaskannya dan meminta maaf. "Setelah malam ini, apa kau masih ingin bertemu denganku?"


"Lalu apakah besok kau masih akan ada di sini? Jika kau masih di sini, kau akan bisa bertemu denganku."


Senang, Akbar langsung mendekat untuk menciumnya. Tapi Yola dengan cepat buang muka. Dia cuma melempar senyum manis sebelum kemudian pergi.


"Jangan lupakan janjimu, Lala my mine."


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2