
Yolanda langsung menceritakan tentang aksinya Taro itu pada Ana, begitu juga kejadian di taman tadi. Tapi Yola malah berpikir untuk memanfaatkan Taro saja untuk memblokir Akbar darinya.
Ana tidak setuju. Bagaimana kalau Taro malah lebih jahat daripada Akbar? Itu sih sama saja seperti keluar dari mulut singa, masuk mulut buaya. Menurut Ana, sebaiknya Yola tenang dulu-lah.
Tiba-tiba Ana mendapat pesan dari Jome yang tanya apakah Ana lagi lowong atau tidak. Wah! Ada hubungan apa nih antara Ana sama Jome? Kemarin saja mereka bertemu sempat berantem.
Ana canggung menyangkal, si Jome ini cuma salah satu orang yang bermasalah. Keluarganya utuh tapi dia seperti orang yang kekurangan cinta.
Setelah pertemuan Ana dengan Jome kemarin, hari ini mereka di pertemukan kembali , mereka di pertemukan lagi di sebuah danau. Jome diam diam memendam masalahnya sendiri, Jome berpacaran dengan Yera di depannya nampak bahagia tetapi aslinya di diri Jome hancur.
"Oh, jadi kau harus menjadi dokter yang menyembuhkan sakitnya?" Goda Yola.
"Enggak! Gila apa? Aku cuma merasa dia kasihan. Dia seperti anak yang bermasalah, seperti aku dulu."
"Setiap orang punya masalahnya sendiri-sendiri."
"Benar. Makanya kau tidak boleh menyerah. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kau hanya memerlukan dukungan moral yang baik. Kau harus berpikir pelan-pelan, aku akan membantumu berpikir. Kau tidak berjuang sendirian."
_________
Jome sangat kesal kepada kedua orang tuanya sendiri, mamahnya tidak setuju Jome bersama Yera Entah kenapa insting orang tua itu kuat, kalau wanita yang di pacari Jome bukanlah wanita baik-baik. Yera pergi dengan kekecewaannya, tapi langkah Jome tidak ingin mengejarnya lagi. Pada akhirnya Jome merasa dilema dengan hatinya, Jome menghubungi Yera saat itu juga.
Yera sengaja mengabaikan teleponnya Jome. Dia malah menelepon manajernya dan meminta manajernya melakukan sesuatu untuknya.
Jome hendak menemui Yera dengan membawakan buket bunga saat tiba-tiba saja dia menonton siaran langsung konferensi pers yang diadakan Yera. Di mana dalam konferensi pers itu, dia menyerang ibunya Jome dengan wajah sok melasnya, mengklaim bahwa ibunya Jome tidak menyetujui hubungannya dengan Jome dengan cara membiarkannya untuk mundur sendiri dari hubungan mereka.
Mamahnya Jome sontak menelepon Jome dan mengeluhkan kelicikan Yera itu. Tuh cewek benar-benar jahat, dia cuma ingin mendapatkan Jome dan mengikatnya. Tapi Jome malah lebih memilih diam dan cepat-cepat mengakhiri teleponnya.
Jome dengan terburu-buru mendekati Yera dan menghentikan aktivitas orang-orang yang ada di sana. Padahal siarannya belum selesai, keadaanya semakin memanas.
"Apa yang kamu lakukan mengenai hubungan kita dan menjatuhkan mamahku?" tanya Jome
"Memang benarkan mamahmu tidak merestui hubungan kita? Apa aku salah sebagai kekasihmu minta di nikahi?"
"Cukup!"
...*****...
Akbar mendapat kabar tentang foto Yola dengan Taro di sebuah restoran dari sekretarisnya yang malah mengomentari betapa serasinya Yola dengan Taro. Akbar jadi cemburu dan dengan tatapan kejam mengklaim bahwa Yola sama sekali tidak menarik. Sekretaris sampai ketakutan dibuatnya dan bergegas pergi.
__ADS_1
"Kau berakting untuk membuat dirimu sendiri tampak menyedihkan biar kau bisa bebas merayu pria lain. Jangan mimpi!" Kesal Akbar
Akbar berkendara mencari Yola dengan penuh emosi teringat komentar sekretarisnya tadi. Setibanya di perusahaan lawannya, dia malah mendapati Yola dan Taro dalam posisi yang tampak mesra - gara-gara Yola keseleo dan Taro menangkapnya dengan gaya sok khawatir.
Cemburu, Akbar langsung menarik Yola menjauh dari Taro dan memperingatkannya untuk tidak menyentuh Yola. Tapi Yola sontak menjauh darinya dan kembali ke Taro. Membuat Taro jadi berani melawan Akbar dengan gaya sok pahlawannya.
"Kaulah yang tidak boleh menyentuh Yola wanita-ku!"
"Yola wanita-ku?" Akbar sinis mendengarnya. Dia mengerti, mereka pasti habis makan bersama lalu 'makan yang lainnya' sebelum mereka kembali ke kantor kan?
Taro sontak menonjoknya dan memperingatkannya untuk tidak menghina apalagi cari masalah dengan Yola. Jika tidak, maka dia akan melaporkan Akbar ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik. Akbar tak gentar, silahkan saja lapor polisi.
"Tidak perlu memanggil polisi. Biarkan saja masyarakat yang menghukumnya. Akbar macam apa yang selalu mendatangi dan mengamuk pada seorang wanita?! Seperti orang yang tidak berpendidikan padahal image-nya adalah seorang petinggi CEO Akbar Grup. Sungguh sangat berlawanan." Sinis Yola.
Apa Akbar kesal karena dia sudah membuat Akbar kalah tender darinya? Makanya Akbar terus menerus mendatanginya dan mengusiknya? Itu sama sekali bukan sikap seorang pria sejati.
"Jadi kau ingin aku mengumumkan tentang dirimu pada semua orang biar mereka tahu? Boleh saja."
"Kau pikir sekarang ada orang yang akan mempercayai omonganmu? Karena setelah mereka melihat apa yang kau lakukan padaku, segala hal yang kau lakukan hanya akan menjadi tuduhan fitnah untuk membuatku kehilangan reputasi demi kesenanganmu sendiri."
"Kau ternyata jauh lebih jahat daripada yang kukira."
Yola tiba-tiba sok mesra menggandeng tangan Taro dan mengklaim bahwa jika Akbar tidak mau pergi... "Maka aku akan membiarkan Taro lelakiku untuk melaporkanmu ke polisi atas tuduhan masuk tanpa izin."
Taro sontak melempar senyum sinis penuh kemenangan pada Akbar, membuat Akbar jadi semakin cemburu. Tapi pada akhirnya tak ada yang bisa dilakukannya. Akbar pun pergi dan seketika itu pula, Yola melepaskan pegangan tangannya dari Taro.
...******...
Di tempat lain.
"Aku tidak akan menyerah mengganggumu."
"Aku akan selalu mengawasimu, dan ku pastikan pria manapun tidak dekat-dekat kepadamu. Termasuk Taro cih!"
Tiba-tiba Akbar mendengarkan obrolan seorang gadis yang membicarakan tentang Taro dengan Yola. Ternyata foto mesranya Yola dengan Taro, wanita itu yang mengambil gambarnya. Akbar baru tahu gadis itu kekasihnya Taro. Yolanda dan Taro sedang bermain rupanya,baiklah Akbar akan mengikuti permainnya itu.
Hendak Kiky bangkit dari duduknya dan berjalan melewati Akbar, Akbar pun berdiri membelok menabrak tubuh Kiky.
Bruugggg
__ADS_1
"Maaf, maaf saya tidak sengaja!"
"Maaf aku juga tidak sengaja!"
Sontak saja Kiky terkejut dengan Akbar, jelas Kiky mengenal siapa itu Akbar. Akhirnya mereka saling berkenalan. Ini akan menjadi awal rencana Akbar untuk mendapatkan Yola kembali.
...*****...
Jome benar-benar sangat kesal dengan kejadian tadi. Jome kembali ke danau, ternyata Ana juga berada di sana. Ana melihat Jome begitu prihatin.
Jome baru menyadari kalau Ana adalah wanita yang perduli, Ana selalu ada ketika Jome ada masalah.
Akhirnya Jome menyeritakan semuanya kepada Ana, tentang hubungan Yera. Kedua orang tua Jome tidak merestui hubungannya dan membuat kekacauan di publik.
"Orang tua tidak salah menilai dengan instingnya."
"Maksud kamu?"
"Yera yah dia dulu juga temanku, tapi sekarang tidak. Dia wanita kejam."
"Apa katamu?"
"Yah, dia berani menjual saudaranya sendiri walaupun sebagai saudara angkat."
Akhirnya Ana menyeritakan semuanya kepada Jome tentang Yera dan keluarga Yola. Sekarang Jome baru tahu, Jome berpacaran dengan Yera karena Yera adalah seorang model cantik. Tapi Jome baru menyadari wanita yang ada di hadapannya ternyata cantik juga cantik natural apa adanya. Beda dengan kecantikan Yera polesan tebal make upnya.
"Maksud kamu Yera menjual Yola kepada laki-laki itu?" tanya Jome
"Iya kamu benar."
Akhirnya Jome baru tahu semua tentang Yola dan Akbar yang terjadi di masalalu mereka. Jome ingin sekali mengatakan, tetapi Ana mengeklaimnya. Tapi kenapa? Ana ingin mempersatukan mereka dengan perlahan, ia tahu sebenarnya mereka saling mencintainya. Gegara ada terus kesalahanpahaman dan berbagai masalah mereka tidak bisa bersama. Tapi Ana janji akan menyatukan Akbar kepada Yola. Mendengar sendiri laki-laki yang baik dari mulut Jome, ia percaya. Itu semua demi kebaikkan Akbar dengan Yola. sudah cukup Yola menderita selama bertahun-tahun.
γBersambung.....
__________________________________________
Apakah berkat Ana dan Jome, Akbar akan segera bersatu dengan Yolanda???
Jangan lupa like dan tunggu episode selanjutnya kabar baik tentang hubungan Yola bersama Akbar.πππ
__ADS_1
__________________________________________