
Alez terima aman,pertarungan di mulai di depan villa. saat itu Alez teralih akhirnya Alez menyelinap perlahan bersama beberapa pasukan di belakangnya.
"Luis,ruangan sebelah mana Sonya dan orang tuanya?" Tanya Alez melalui alat bicara gabungan antara Fonsi sekarang
"Sebelah kanan sesuai kita kearah kita menuju kesini tadi tuan. yang di sebelahnya ruangan yang menyekap orang tua nyonya. Saya akan berikan tembakan kecil di tubuh yang menjaga di dalam."
"Baik kalau begitu aku saja yang akan masuk keruang Sonya. kamu selamatkan mertuaku."
"Hati hati tuan di sana ada Esa ternyata."
"Berikan tembakan bius ke Esa segera!"
Akhirnya Luis memberi tembakan kecil bius kearah keleher Esa jarak jauh,pasukan yang lainnya juga memberikan tembakan bius di leher anak buah di dalam ruang menyekap orang tua Sonya melalui cendela ventilasi.
Cus
Cuss
(Bunyi tembakan biusnya)
Sayang sekali Esa menyadarinya, Fonsi meleset ketika mengarahkan tembak biusnya gegara Esa bergerak kesana kemari menyiksa Sonya dan yang ternyata terdengar di luar jendela berbunyi seperti seorang penyusup. Esa melepaskan jambakan terhadap Sonya,entah Sonya merasa lemas sekali atas siksaannya hari ini yang di berika Esa.
"Siapa itu?" Teriak Esa menatap jendela akhirnya Fonsi dan anak buahnya merayap ketembok kesamping ruangan orang tua Sonya di mana di sana anak buah Esa jatuh pingsan karena tembakan biusnya tepat sasaran.
"Jojo! Dadang! Kalian di mana kenapa di bawah banyak keributan!" teriak Esa yang di dalam ruangan itu sepi biasanya Esa teriak pun anak buahnya datang.
__ADS_1
Sonya terlulai lemas di sofa birunya,
Esa keluar dari kamar tersebut. Alez menghadapinya secara langsung di depan pintu yang sudah di buka Esa barusan.
Esa sangat terkejut,terjadilah perkelahian antara Esa dan Alez. Tapi Alez di bantu pasukannya yang di belakang.
"Tuan sebaiknya selamatkan nyonya. Tuan masuk biar saya yang menghadapinya." bicara salah satu pasukan dari Alez yang juga menghajar Esa sendiri perpindah alih ke pasukan Alez sedangkan Alez masuk kedalam menghampiri Sonya yang sudah lemas di sofa.
"Mas Alez?" Sonya yang sudah di dalam pelukan yang dirindukan itu
"Sayang " Sendu Alez melihat kondisi pucat Sonya saat ini. Alez lalu menyiumi Sonya karena sudah menjadi candu baginya apa lagi sudah lama Alez tidak bersama Sonya.
"Mas Alez kenapa waktu seperti ini masih sempat-sempatnya kamu hujani dengan ciumanmu." Kata Sonya yang masih setengah sadarnya melihat tingkat Alez
"Awas tuan!" teriak pasukan yang melawan Esa yang kalah tak sebanding dengan Esa, Esa mengarahkan pistolnya kearah Alez sekuat tenaga yang energinya juga sudah melemah.
(Fonsi lebih dulu menembak Esa melalui jendela yang sudah terbuka dengan caranya,Esa menjatuhkan pistolnya karena tembakan tepat sasaran di jantung Esa.)
Saat itu juga Sonya tidak sadarkan diri kondisinya melemah di pelukan Alez.
"Sayang bangun!" Alez menepuk nepukan pipi Sonya dengan lembut.
"Sayang istriku semua sudah berakhir,jangan seperti ini. Bangun Sayang kenapa tubuhmu pucat dan dingin sekali." Alez memeluk tubuh Sonya dalam dekapannya entah air mata Alez menetes begitu saja.
ใBersambung.....
__ADS_1
____________________________________________
Minta lanjutt teruss! Like,komentar,vote kalian mana?ketinggalan?padahal gratis lho๐ tinggal klik like komentar vote beres๐makin kesini makin turun aja. Author sedihh๐ข Serius semangatin author!๐ซPadahal UP udah di crazy up kembali dalam sehari. ๐ญ
____________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. ๐ค
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
โVOTE ๐๏ธ
โLIKE ๐
โKOMENTAR ๐ฌ
โFAVORIT โค
โTIPโญ
โRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
โDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.๐ โโ๏ธ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya๐!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. ๐