Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Akbar adalah ayahnya


__ADS_3

Tapi di luar, dia malah melihat Ana yang datang mencarinya. Jome langsung sinis, dia datang kemari untuk menuntut uang kompensasi kan? Dia mau berapa? Sebutkan saja.


"Kau sumbar tentang kekayaanmu lagi. Kau pikir cuma kau seorang yang kaya di dunia ini? Masalah kompensasi, tidak perlu. Aku juga kaya, aku mampu bayar sendiri."


"Oh! Video itu, kau yang mempostingnya, kan? Bukankah itu kelewatan, nona?"


"Tidak mungkin, ini masih belum seberapa dibandingkan tuduhan menyebalkan."


"Aku kan bersedia membayar kompensasi. Dan kalau kau teriak-teriak seperti ini, Siapa yang akan mendengarkanku?"


"Lebay! Masalah kecil begini saja digede-gedein."


"Masalah kecil? Bagaimana kalau kau berbalik dan lihat sekitarmu."


Ah! Ternyata para pegawai sedang menonton perdebatan mereka. Oke deh, Ana minta maaf. Jome tidak terima, enak aja! Ana pikir masalah ini bisa selesai semudah itu? Ana sudah mempermalukannya dengan memposting video itu. Ngerti, nggak sih?


"Oke! Silahkan kalau kau mau panggil pengacaramu atau lapor polisi, terserah! Aku tidak akan melarikan diri."


"Oke! Karena pria sejati. Karena kau berani berbuat dan berani bertanggung jawab seperti ini, aku akan berbaik hati dan tidak akan melaporkan ke polisi atau menggugatmu. Tapi... kau harus melakukan sesuatu untuk menyenangkanku. Maka kita akan mengakhiri masalah ini dengan jantan." Ujar Jome dengan senyum liciknya.


......*****......


Nyonya Dona puas membaca proposal promosinya Akbar dan langsung memuji-mujinya. Tepat saat itu juga, sekretaris datang mengabarkan kedatangan Yolanda. Nyonya Dona yakin bahwa pihak Jack Grup belum mau mengalah dengan mudah. Makanya Yolanda datang kemari sekarang.


Yolanda jelas kaget melihat Akbar ada di sana. Dia cepat-cepat menguasai diri dan berusaha tetap profesional saat dia menyapa si klien. Klien memperkenalkan mereka berdua, mengira mereka belum pernah bertemu.


Tapi Akbar dengan sengaja mengaku bahwa mereka pernah bertemu, Yolanda adalah seorang pesaing yang sangat menakutkan dan rela melakukan apa saja agar bisa menang.


Yolanda tak gentar dan mengklaim bahwa itu tergantung siapa lawannya. Jika menggunakan kebaikan untuk melawan kejahatan, maka itu tidak akan seimbang.


"Generasi muda jaman sekarang benar-benar orang-orang yang cakap. Mungkin sebentar lagi aku harus mundur." Komentar Nyonya Dona.


"Kadang sulit menemukan orang yang benar-benar cakap. Karena beberapa orang hanya pintar membangun image." Sindir Yola.


"Tak peduli sebagus apapun kau membangun image, tapi kurasa orang-orang seperti nyonya Dona tidak akan bisa ditipu. Kurasa generasi yang lebih tua, jauh lebih berpengalaman. Mereka bisa melihat permainan siapapun. Mereka tahu segalanya." Balas Akbar


Mengalihkan topik ke masalah bisnis, Dona yakin kedatangan Yolanda kemari bukan cuma untuk mengunjunginya. Benar sekali, Yolanda datang membawa sebuah proposal untuknya.

__ADS_1


Tentu saja dia sudah tahu bahwa Nyonya Dona sudah memutuskan untuk joint investment dengan Alez/Akbar Grup, tapi mereka kan belum menandatangani kesepakatan. Karena itulah, Yolanda yakin Jack Grup masih memiliki kesepakatan.


Nyonya Dona sungguh menghargai keberanian Yolanda. Sayangnya, keputusannya untuk proyek ini sudah bulat. Mungkin dia akan mempertimbangkan Jack Grup dalam proyek selanjutnya.


"Tuan Akbar, kau sudah menemukan seorang pesaing yang ketat." Komentar Nyonya Dona.


Β 


Begitu mereka keluar, Akbar tiba-tiba memeluk Yola dan berusaha menggodainya. Yolanda kesal dan langsung merutukinya sebagai orang jahat.


"Kau duluan yang jahat padaku, ingat itu. Kau sendiri yang bilang padaku bahwa kau adalah seorang wanita yang suka bersenang-senang. Wanita yang suka berburu pria."


Dia mengklaim bahwa saat mereka pertama kali bertemu itu bukan sebuah kesalahan, itu adalah keinginan Yolanda sendiri. Karena Yolanda tidak bisa melupakannya dan suka bersenang-senang, maka Akbar juga ingin bersenang-senang dengan Yolanda.


"Lepasin! Kalau tidak, aku akan teriak."


Tapi Akbar malah nekat mau menciumnya yang jelas saja membuat Yolanda teriak-teriak menuduh Akbar mau memperk~~~nya. Orang-orang sontak berdatangan mendengar teriakannya, dan baru saat itulah Akbar akhirnya melepaskannya.


Yolanda pun pulang dengan berlinang air mata. Tapi dia cepat-cepat menguasai diri dan menghapus air matanya sebelum masuk rumah. Si kembar langsung berlarian menyambutnya.


...*****...


Yolanda mengklaim kalau dia tidak pernah bertemu Akbar, tapi dia kakaknya Asela di Inggris. Untungnya tante Jessie percaya dan tidak menanyakan apapun lagi.


Teringat Yolanda, Akbar tiba-tiba bertanya dengan mamah Sonya yang sedang teleponan via ponsel bersamanya, dan juga di sana terhubung dengan Asela melakukan panggilan melalui video tatap muka. Asela memilih diam mendengarkan tanpa menyela. "Mah, apakah cinta sejati itu benar-benar ada?"


"Kenapa kau menanyakan itu, nak? Apa ada sesuatu dalam hatimu?"


"Aku bertemu seorang wanita. Kupikir aku mencintainya bahkan sekalipun aku tahu dia tidak pernah mencintaiku sebelumnya. Lalu kenapa aku masih tidak bisa melupakannya, Mah?"


"Cinta itu ada banyak jenisnya, nak. Ada cinta tapi tidak bisa diekspresikan. Ada yang bisa bersama dan bisa mengekspresikan cinta dengan jelas, tapi tidak benar-benar saling mencintai. Tapi jika kita melihat dunia dengan pandangan optimistis, mamah merasa wanita itu mungkin punya alasan yang tidak bisa dia katakan."


"Terima kasih, mah, sudah membuatku merasa lebih baik. Aku sayang mamah."


"Mamah juga menyayangimu. Jaga dirimu baik-baik."


Β 

__ADS_1


Yolanda menangis menatap kedua anaknya yang sudah tertidur lelap. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Semakin dia membentu Akbar, dia malah semakin sering bertemu dengannya... dan semakin dia merindukan Akbar.


Tante Jessie akhirnya kembali, Yolanda senang banget dan langsung memeluknya dengan manja. Tapi senyumnya dengan cepat menghilang saat tante Jessie memberikan mainan titipan dokter Aseli padanya


Yolanda langsung membawa tante Jessie ke kamarnya dan memberitahunya tentang siapa sebenarnya Aseli itu. Tante Jessie kaget mendengarnya, tapi rasanya sulit dipercaya. Tidak mungkin orang baik seperti Akbar akan melakukan hal seburuk itu pada Yolanda. Akbar lah kakak yang baik.


"Tapi itulah kebenarannya tante Jessie."


"Kalau begitu, Akbar adalah ayahnya... ya ampun! Aku mau pingsan rasanya. Kalau Akbar sampai tahu masalah ini..."


"Tidak boleh! Jangan beritahu masalah ini pada siapapun, tante Jessie. Aku tidak mau deddy dan mommy marah."


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2