Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Akbar terluka


__ADS_3

Akbar curhat sama kak Alif di bar. Dia mengaku masih memikirkan apa yang dia inginkan. Wanita itu sudah mengkhianatinya, berbohong padanya dan menipunya. Tapi kenapa dia tidak bisa melupakannya?


"Maksudmu, Yolanda?" Tanya Alif


"Aku berusaha memandangnya secara optimistis, tapi aku benar-benar tidak tahu apa yang dia inginkan. Dia menangis, memohon padaku untuk mengakhiri segalanya. Tapi lihatlah apa yang dia lakukan padaku. Dia membuatku merasa bahwa dia hanyalah seorang wanita yang suka bersenang-senang, membuatku semakin terhasut."


Menurut kak Alif, sebesar apapun kebencian Akbar pada Yolanda, seburuk apapun pikiran Akbar terhadap Yolanda, tapi Akbar tetap tidak bisa melupakannya. Maka itu artinya, Akbar telah jatuh cinta terhadap musuhnya. Selamat!


...****...


Yolanda sedang mengawasi si kembar bermain saat kak Alif datang dan menanyakan tante Jessie (alias ibu angkat si kembar). Yola memberitahu bahwa tante Jessie sedang sibuk dan bersiap balik ke Inggris, dia bekerja di sana sebagai dosen. Begitu juga Yola menanyakan tentang istri kak Alif, ternyata hari ini dia tidak bisa hadir dan nanti kalau masih banyak waktu akan menyusul.


"Oh, adikku juga tinggal di sana untuk bekerja di Inggris sebagai dokter, kalau gak salah di RS...... " terpotong perkataan kak Alif,


Bu guru datang memanggil anak-anak untuk masuk kelas. Shanna pun pamit pada ayahnya sambil tos lucu, sedangkan si kembar pamit pada Yola dengan memberinya kecupan di pipi.


Alif dan Yola tinggal berduaan saja sekarang. Canggung, Yola pun mengajak Alif untuk ngopi bareng di coffee shop terdekat. Yola baru ingat untuk memberinya kartu nama dan dari situlah Alif akhirnya menyadari siapa Yola, dia wanita yang disukai Akbar.


Yola jelas bingung melihat Alif yang tiba-tiba bengong, dia kenapa? Kenapa mukanya mendadak pucat? Alif canggung menyangkal. Tepat saat itu juga, tiba-tiba Akbar meneleponnya. Tapi Alif langsung me-reject-nya.


Akbar sebenarnya sudah tiba di depan tempat les saat tiba-tiba dia mendapat pesan dari Akbar yang mengklaim bahwa kelasnya Shanna dibatalkan dan sekarang dia membawa Shanna keluar. (Gagal menemani ponakannya)


Alif dan Yola hendak keluar saat itu, tapi langkah kaki Alif membeku seketika begitu melihat Akbar di luar. Dia buru-buru balik sebelum Akbar melihat mereka dengan alasan dompetnya ketinggalan, tapi Shanna dengan polosnya memberitahu bahwa dompetnya ada di sakunya.


Untungnya saat itu juga, Akbar membalas pesannya lalu pergi. Lega, Alif langsung mengajak anak-anak untuk makan pizza.


______


"Kak Alif?"


"Shanna kamu bisa main di dalam dulu ya atau istirahat di dalam. Papah mau bicara sama om Akbar dulu, setelah itu pulang." perintah papah Alif.


Shanna pun menuruti apa kata papahnya dan bergegas pergi masuk ke dalam rumah Akbar. Di sana sudah ada pembantu yang menemani Shanna.


"Kenapa kak Alif datang ke sini?"


"Aku ke sini hanya ingin bilang sesuatu kepadamu, kalau aku menemukan wanita yang kamu sukai."


"Maksud kamu kak, Yolanda?"


"Ya!"


"Lalu..."


Kak Alif menyeritakan semuanya awal bertemu dengan Yolanda. Akbar salah menilai tentang Yola, sebenarnya mereka saling mencintai. Tapi mereka juga saling menutupinya.

__ADS_1


"Aku harus seperti apa lagi kak? Aku mencintainya. Dari awal aku mencintainya."


"Aku punya ide, kamu bisa diam-diam mendekatinya lewat Putra dan Putri. Adik-adiknya, kan tante Jessie mau kembali ke Inggris. Hanya Yola yang mengurusnya sendiri di sini ya meski ada Jeni pengasuhnya."


"Caranya?"


"Akhir pekan Yola akan membawa adik-adiknya ke resort-ku. Ya kamu bisa deketin dia melewati Putra dan Putri."


Β 


Benar saja Yola membawa anak-anak ke restort-nya kak Alif, Alif menyambut Yola dengan ramah begitu Putra, Putri.


Tiba-tiba Akbar datang dengan kepura-puraannya itu. Yola sangat terkejut dengan ke hadiran Akbar di sana.


"Kak Akbar!" Teriak si kembar


Akbar pun memeluk anak-anak dengan hangatnya lalu mengendong dua anak sekaligus. Lalu mereka menyium pipi Akbar. Entah kenapa Akbar merasa nyaman dengan mereka.


"Turunkan mereka!" tegas Yola


"Tidak, kali ini jangan memaksa mereka untuk jauh dariku, lagi pula aku tidak masalah mereka menyukaiku. Dan kamu sebagai kakaknya mengizinkan mereka bersama dengan orang tepat."


Alif nampak canggung melihatnya, ini sudah menjadi urusan mereka. Keadaan semakin panas, Alif memilih pura-pura mengawasi konsumennya karena ramai.


"Kak Yola, kali ini saja aku ingin bersama dengan kak Akbar. Aku mohon kak!" melas Putri di ikuti dengan Putra


Akhirnya mereka setuju untuk duduk bersama dan pastinya Yola sangat senang dengan keakraban Akbar dengan anak-anaknya, Yola melihatnya tersenyum haru. Kak Alif melihat dari kejauhan, awal yang bagus semoga saja ini akan membuat adikku tidak galau sepanjang hari memikirkan Yola.


Putri menyuapin makanannya di mulut Akbar, begitu juga Putra menyuapin makannya di mulut Akbar bergantian. Mereka sangat bahagia sekali bercanda, tersenyum bareng. Yola hanya membeku mematung tanpa mengalihkan tatapannya itu.


"Kak Yola, kemari. Putri ingin menyuapin juga ." Sontak saja lamunan Yola buyar.


"Tidak Putri, kalian saja."


"Tapi ini enak kak."


Tiba-tiba ponsel Yola berdering, lalu Yola menjauh menjawab panggilannya itu.


Akbar melihat dari kejauhan, ingin menguping tapi suara Putra dan Putri terlalu berisik. Wkwk namanya saja anak kecil aktif!


Yola pun kembali dan mengajak anak-anak pergi tapi anak-anak tidak mau. Yola selalu memaksanya, dia mau kalau Akbar yang mengantarnya, itu permintaan anak-anak.


Akbar tersenyum penuh kemenangan kali ini, sedangkan Yola sangat sinis melihatnya.


Sampailah di parkiran mobil, Putra dan Putri masuk ke dalam mobil lebih dulu. Sebelum mereka pergi, Yola menarik Akbar menjauh dari mobilnya.

__ADS_1


"Ku mohon dengan sangat, ini terakhir kalinya kamu menggangguku dan anak-anak." mohon Yola.


"Tidak bisa, aku sendiri sudah nyaman dengan anak-anak. Aku tidak masalah mengurus mereka juga, nampaknya mereka menyukaiku kan? aku pun begitu."


"Aku mohon, menjauhlah dari mereka."


Entah angin apa ada orang yang melihat mereka, Akbar menyadarinya kalau orang yang berbaju hitam menyondongkan pistol kearah Yola. Dengan secepat kilat Akbar menarik Yola dan berbalik, untuk menutupi tembakan pistolnya. Dan akhirnya....


Dorr........


Peluru terkena di punggung kiri Akbar, keadaan masih memeluk, Yola sangat terkejut sekali dan khawatir kepada Akbar yang tertembak, Akbar menyelamatkan Yola.


"Akbar"


"Akbar!"


Yola menyentuh luka darahnya Akbar, Akbar sudah lemas tak berdaya, matanya yang sayup "Yola.... Aku men.........".


"Akbarr, Akbar bangun!"


Air mata Yola seketika mengalir. Orang itu sudah melarikan diri entah kemana. Orang-orang berdatangan untuk membantu Akbar yang sudah tidak sadarkan diri di pelukkan Yola. Yola benar-benar sangat panik, Tuhan selamatkan papahnya anak-anak. Yola menangis tersedu-sedu, Tante Jessie yang hendak pergi ke Inggris harus di pending dulu dan menghampiri Yola ke RS.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐

__ADS_1


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2