Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Yolanda? (Bukan Lala)


__ADS_3

Yolaa kaget melihatnya. Tapi untunglah Ana datang saat itu dan langsung menarik Yola pergi bersamanya. Mereka berusaha melarikan diri secepat mungkin.


Tapi Akbar mengejar mereka dengan cepat. Kedua wanita itu sontak menyembunyikan diri di balik mobil. Untungnya Akbar cepat menyerah, kedua wanita itu akhirnya bisa lega.


Yola kesal. Sungguh tak disangka kalau dia akan bertemu Akbar lagi. Menurut Ana, sebaiknya dia berhenti menyembunyikan diri dan pura-pura jadi orang lain seperti ini.


"Kurasa sudah saatnya bagimu untuk berani menghadapi kebenaran."


Yang tidak Yola ketahui, Taro sekarang mengkhianati perusahaan deddy Jack dengan menjual informasi proyek itu pada Jome. Kebetulan orang-orang itu bertemu di bar itu juga.


Akbar memberitahu kak Alif bahwa dia melihat Lala barusan. Kak Alif tak percaya, mengira dia cuma berkhayal karena sudah mabuk berat dan berusaha mengajaknya pulang sekarang. Akbar ngotot, dan saat itulah dia tak sengaja melihat Jome sedang ngobrol dengan Taro.


****


Keesokan harinya, Akbar akhirnya masuk kerja juga dan Jome dengan riang mengabarkan bahwa mereka berhasil memenangkan tender untuk proyek hotel di Lyly.


Papah Alez buru-buru menyudahi rapat sampai di sini ketika Akbar tiba-tiba datang, tapi Akbar sudah mendengar semuanya. Ya sudahlah. Papah Alez sebenarnya mengkhawatirkan Akbar dan menyuruh Akbar untuk istirahat saja sekarang, dia boleh kembali bekerja kalau sudah baikan.


"Kenapa? papah takut kalau Akbar akan berhenti bekerja?"


"Papah mengatakan ini karena papah mengkhawatirkanmu nak."


"Jangan khawatir. Selama Akbar belum mencapai apa yang Akbar janjikan, Akbar tidak akan melarikan diri ke manapun."


*****


Di perusahaan deddy Jack

__ADS_1


Taro dengan ahlinya pura-pura tak tahu dan menduga bahwa papah Alez menggunakan cara-cara kotor untuk memenangkan tender ini.


Jelas kegagalan ini menghancurkan reputasi Yola. Seorang direktur merasa sepertinya papah Alez mengetahui besaran jumlah yang mereka tawarkan, mengingat jumlah yang ditawarkan Papah Alez hanya beda sedikit dari mereka.


Taro mendadak jadi canggung mendengarnya, dan Yola sepertinya memperhatikan itu. Sambil menatap Taro dengan senyum sinis, Yola meyakinkan para eksekutif bahwa dia akan lebih berhati-hati lain kali.


Sekretarisnya Akbar membawakan dokumen proyek hotel Lyly sambil bertanya-tanya apakah Akbar tidak akan pergi ke acara konferensi pers-nya perusahaan Jack? Pak presdir sekeluarga akan menghadiri acara peluncuran debut ahli waris perusahaan lawannya itu.


Usai sesi foto-foto, Yola diwawancarai para reporter, sementara kedua orang tuanya ngobrol bersama para tamu. Papah Alez sekeluarga baru tiba saat itu.


Mereka sengaja menyela sesi foto-foto sambil mengklaim bahwa mereka datang untuk mengucap selamat. Kedua orang tua Yola jelas tidak senang melihat mereka, tapi Yola berusaha tetap sopan menyapa mereka.


Mulai sekarang, mereka pasti akan sering-sering bertemu dan berparisipasi dalam banyak proyek, jadi Yola dengan sopan meminta mereka untuk mengajarinya.


"Tentu saja, itu menarik. Direktur Alez menang terus-terusan itu tidak menyenangkan." Sinis deddy Jack


"Tidak perlu berterima kasih, aku memang datang untuk memberikan dukungan moral. Ah, Nona... jika ada sesuatu yang tidak kau mengerti dalam bisnis, kau boleh tanya aku. Aku akan mengajarimu. Biar perusahaan Jack mengerti arti kata 'Kemenangan'."


Deddy Jack jelas tersinggung dan kesal mendengarnya. Tapi dia sempat membalas gara-gara seorang reporter yang meminta mereka untuk foto bersama. Jome dan Taro diam-diam saling melempar senyum penuh arti, dan Yola memperhatikan itu yang jelas saja membuatnya keheranan.


****


Keesokan harinya, papah Alez memanggil Akbar dan menanyakan keadaannya. Iya Akbar baik-baik saja. Setelah selesai dari ruangan papah Alez, Akbar kembali lagi ke ruangannya sendiri.


Dan saat itu juga Jome pun masuk ke dalam ruangan Akbar untuk memberikan sesuatu informasi kepada Akbar.


"Aku datang kemari karena ada yang harus kuberitahukan padamu. Sekarang perusahaan lawan kita mulai menyatakan perang dengan kita. Tuan Jack mendebutkan putrinya yang akan membantu bisnisnya."

__ADS_1


Jome lalu menunjukkan foto putrinya deddy Jack... yang jelas saja membuat Akbar shock. "Yolanda?"


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2