
Hari pertunangan Yola dengan calon pendamping hidupnya.
"Yola, apa kau yakin dengan keputusanmu ini?" tanya tante Jessie yang berada di kamar Yola, Yola yang baru selesai di rias cantik.
"Aku yakin tante, semua ini demi deddy dan mommy." balas Yola yang berat mengatakannya.
"Yola, kamu jangan memaksakan perasaanmu sendiri. Tante yakin kamu tidak mecintai pria itu tapi kamu mencintai Akbar bukan?"
Yola hanya tersenyum tanpa menjawab, lalu berdiri dari duduknya dan memilih mengajak tante Jessie segera keluar karena acaranya segera di mulai.
Tamu undangan beberapa sudah datang, melihat Yola sangat berpenampilan cantik sekali. Apa lagi pria itu melihatnya begitu terpukau sungguh ideal baginya.
Waktu sudah sampai setengah acara di mana Yola dengan pria itu akan mulai saling bertukar cincin pertunangan, tetapi tiba-tiba Akbar datang untuk menghentikan itu semua.
"Tunggu!" nada tinggi Akbar
Semua orang menjuru ke arah Akbar dan Putra Putri pun berhamburan berteriak dan memeluk Akbar.
"Kak Akbar!"
Deddy Jack berdiri berjalan ke arah Akbar, Yola pun sama mendekati Akbar untuk menarik anak-anaknya. Putra dan Putri terlepas dari pelukkan Akbar.
"Untuk apa kau kesini?" tanya deddy Jack
"Pertunangan ini dibatalkan. Saya yang berhak menikahi Yola, bukan pria lain." tegas Akbar
"Lancang kau Akbar, atas dasar apa kau berani berkata seperti itu kepada saya!"
Suasana sangat menegangkan saat ini, orang-orang melihatnya pun juga bingung dengan semua yang di lihatnya.
"Saya mencintai Yola Om!" kata Akbar yang berani mengungkapan perasannya itu.
"Kau... berani sekali!" tiba-tiba sakit jantung deddy Jack kumat dan terkapar jatuh, mommy Cesa dan tante Jessie menolongnya.
Yola yang tidak terima, mendorong Akbar yang mau membantu deddynya bangun karena Akbar terkejut melihat deddy Jack kesakitan.
Plakkkkkk!
(Yola menampar Akbar saat itu juga, semua orang terpongoh melihatnya)
"Kau pergi dari sini Akbar! Kau puas membuat deddyku kumat lagi seperti ini? Ha!" suara lantang yang keluar dari mulut Yola
"Kau merusak semuanya!" hendak pria itu menghajar Akbar tapi tiba-tiba kak Alif menghadangnya dan pria itupun kalah.
Pada akhirnya deddy Jack di bawa kerumah sakit dengan segera. Tinggalah Akbar dan kak Alif sendiri. Kak Alif sudah tahu semuanya, kemarin malam minta saran kepada Kak Alif. Awalnya kak Alif tidak percaya dengan apa yang di bicarakan Akbar tapi itu faktanya.
...*****...
Di Rumah Sakit
__ADS_1
Deddy Jack di bawa di ruang ICU, Mommy Cesa, Tante Jessie dan Yola menunggu di depan pintu. Sedangkan anak-anak di rumah bersama Jeni yang mengurusnya.
"Mommy sabar ya, deddy pasti baik-baik saja." Yola menenangkan Mommy Cesa begitu tente Jessie berada di samping mommy Cesa.
Mereka menunggu lama pada akhirnya dokter yang menangani deddy Jack keluar bersama suster yang selaku membantunya.
"Bagaimana kondisi deddy Jack dok?"
"Syukur segera di bawa ke rumah sakit, deddy Jack mengalami serangan jantung fatal akibatnya kalau tidak di bawa segera ke rumah sakit tadinya."
"Apa kami boleh menjenguknya dok?"
"Untuk saat ini jangan dulu, nanti setelah kami memindahkan tuan Jack ke ruang rawat inap kalian bisa menjenguknya masuk ke dalam."
"Baiklah dok, tapi deddy Jack baik-baik saja kan dok?"
"keadaannya sudah stabil, tuan Jack baik-baik saja saat ini. Asal jangan membuatnya syok kembali yang nantinya mengakibatkan sakit jantungnya kumat lagi."
"Baik dok!"
...****...
Beberapa jam berlalu Akbar tidak tenang dengan kondisi ini, Akbar pun datang ke rumah sakit menanyakan resepsionis di mana ruangan om Jack. Ternyata om Jack sudah di pindahkan di ruang rawat inap Anggrek lantai 3.
Akbar menaiki lift menuju ke lantai atas yang ia tuju, sedangkan Tante Jessie membawa mommy Cesa kembali pulang. Begitu juga Yola harus mengantarkan mereka berdua sampai di depan lobby untuk menenangkan mommy Cesa lebih dulu. Karena melihat suaminya berada di rumah sakit, rasanya hati mommy Cesa terpukul sekali.
Sampai di ruangan yang tuju oleh Akbar, akhirnya ia masuk perlahan dan menyapa sopan om Jack yang baru sadarkan diri beberapa jam yang lalu setelah mommy Cesa, tante Jessie, dan Yola melihatnya.
"Untuk apa kau datang kemari?"
"Maaf om, saya tidak mau berbasa-basi. Terus terang saya ke sini ingin mengatakan sesuatu kepada om. Itu penting!"
Om Jack hanya diam tanpa membalas perkataan Akbar, kesannya om Jack mengabaikan Akbar di sana.
"Om saya minta maaf, saya mencintai Yola sungguh! Saya ingin bertanggungjawab atas kesalahan saya di masa lampau."
Om Jack masing diam, ia bingung apa maksud Akbar berbicara seperti itu.
"Om, saya dengan Yola sudah melakukan cinta malam 5 tahun yang lalu."
"Cinta malam apa maksudmu?"
"Maaf saat itu saya khilaf, saya di hasut dengan seseorang wanita yang bernama Yera, anak angkat dari om Jack. Dan Yola saat itu di bius!"
"Di bius?" tanya ulang menatap Akbar di sampingnya.
"Iya, dan kami melakukan hubungan terlarang saat itu. Dan..........."
Om Jack mengambil gelas di pinggirnya lalu melemparkan ke arah Akbar. Akbar tidak menghindarinya, gelas itu melayang di kepala Akbar tepatnya di pelipis kiri Akbar yang terkena dan mengeluarkan darah segar.
__ADS_1
Yola yang baru sampai dalam ruangan deddynya, ia terkejut dengan kehadiran Akbar di dalam ruangan deddynya.
"Akbar? untuk apa kamu datang kemari!"
"Aku mengatakan kepada deddymu yang sebenarnya terjadi kepada kita di masa lampau!"
"Apa?"
"Yola, kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya kepada deddy? Kalau Yera sudah keterlaluan kepadamu menjualmu kepada laki-laki seperti dia!" sahut deddy Jack
"Maafkan Yola ded, Yola tidak mau membuat deddy kumat lagi sakitnya kalau deddy tahu yang sebenarnya terjadi kepada Yola pasti deddy akan syok!"
"Keterlaluan anak itu, sudah deddy asuh dari kecil. Ini balasan Yera untuk keluarga kita. Deddy tidak terima putriku."
"Ded, tenanglah semua sudah terjadi!"
"Sesuai yang saya katakan sebelumnya om, saya akan bertanggungjawab atas itu semua. Malam itu saya juga khilaf sungguh saya tidak tahu. Tapi saya berani bersumpah saya juga melakukan itu pertama kalinya dengan Yola."
Deddy menatap Akbar sekilas, lalu menyentuh lengan Yola.
"Dan saat itu saya juga lupa untuk meminum pemecah sp3rm4, karena saya sudah hanyut dalam percintaan saya dengan Yola sehingga....."
"Cukup Akbar, jangan berbicara melebar kemana-kemana! beri waktu deddyku untuk beristirahat. Kamu ingin membuat deddyku sakit lagi ha?" Nada getar keluar juga dari mulut Yola kepada Akbar.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
__ADS_1
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π