Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)

Duda Tampan Pilihanku (TAMAT)
S2. Aku mencintaimu


__ADS_3

Di pantai


Akbar memarkiran mobilnya di parkiran mobil khusus untuk orang yang menginap di villa tersebut.


Dengan niat pertamanya ia pun mencari Yola dan anak-anak, akhirnya Akbar bertemu dengan tante Jessie di tempat makan luar villa dekat pantai. Akbar mendekati tante Jessie dan menyapanya.


"Tante Jessie?" panggil Akbar memastikan


"Akbar." Tante Jessie mendongak ke arah Akbar sedangkan posisi tante Jessie sedang duduk di kursinya sendirian.


"Ngapain kau ada di sini Akbar?"


"Akbar kesini ingin menemui Yola tante, Akbar ingin mengatakan kepada Yola sendiri. Aku yakin pasti tante belum mengatakan apapun kepada Yola soal Akbar yang sudah tahu?"


"Tante belum mengatakan apapun dengan Yola, tante rasa kau ada benarnya untuk mengatakan sendiri. Tante tidak mau melihat Yola sedih sudah dari dulu Yola terlalu menderita. Dan tante harap kau bisa memperbaiki hubunganmu dengan Yola, Yola mencintaimu Akbar." sendu tante Jessie


"Mecintaiku?" Akbar tidak percaya dengan apa yang dikatakan tante Jessie


"Iya, apapun masalah yang menimpanya tante tahu lebih dulu. Tante tahu betul Yola seperti apa. Asal kau bisa membuktikan kalau kau memang benar mencintainya, katakanlah! Perbaikilah, tante cuma ingin Yola bahagia."


"Tante, terimakasih banyak sudah mau mendukung Akbar. Akbar janji akan membuat Yola bahagia serta anak-anakku juga, aku tidak merebut Putra dan Putri darinya aku menginginkan mereka semua."


Tante Jessie tersenyum dan lega mendengar Akbar berbicara yang sesungguhnya di lubuk hatinya yang paling dalam.


"Lalu di mana Yola? di mana Putra dan Putri?" tanya Akbar melihat sekeliling tidak orang yang di maksud Akbar.


"Anak-anak bersama Jeni di pinggir pantai itu lihat mereka di sana sedang bermain." Tante Jessie menunjukkan Putra dan Putri sedang bermain pasir di bibir pantai.


Senyum terukir jelas di sudut bibir Akbar, ia memandangi anak-anaknya merasakan betapa dirinya merindukan sekali yang sudah lama tidak bertemu.


"Lalu di mana Yola?"


"Yola baru sibuk, tadi katanya ada meeting di dalam villa khusus ruangan buat meeting."


"Meeting?"


"Iya. Kenapa Akbar?" Tante Jessie mengerutkan dahinya bingung karena Akbar menekankan kata meetingnya itu.


"Apakah tante tahu Yola meeting dengan perusahaan mana? dan dengan siapa?"


"Katanya meetingnya dari orang Jepang, tidak tahu perusahaan yang mana. tadi Yola hanya bilang namanya Mr.Kim kalau tidak salah."


Akbar terpengangah dengan mulutnya, bukankah orang Jepang itu berkerja sama di perusahaannya tadi dan mau menanam modal di perusahaan Akbar sebagai pengembangan lebih unggul lagi. Bahkan dengan pembisnisan perhotelan sudah di tandangani semua. Apakah orang Jepang itu menjebak Yola selaku itu perusahaan milik deddy Jack, Akbar berfikir sendiri diotaknya.


"Hello Akbar? Kenapa bengong?" tante Jessie membuyarkan lamunan Akbar saat itu juga.


"Oh maaf tante, tidak apa. Kalau begitu Akbar kesana menemani anak-anak ya tante?"


Akhirnya Akbar pergi meninggalkan tante Jessie sendiri, sebelum Akbar ke bibir pantai berjumpa dengan anak-anak, ia menghubungi Jome untuk mencari tahu Mr.Kim dari Jepang yang tadi barusan mau bekerja sama diperusahaanya, apakah ada sangkut pautnya dengan perusahaan om Jack, apa ada sengajaan untuk menjatuhkan perusahaan Om Jack atau memang murni juga ingin berkerjasama seperti berkerjasama di perusahaan miliknya tadi, yang sudah tanda tangan kontrak. Pikiran Akbar menyabang kemana-kemana.


Akhirnya kerjaan bagian mencari tahu tentang Mr.Kim diberikan ke Jome, sedangkan Akbar berlari mendekati anak-anaknya di bibir pantai yang sedang bermain pasir. Putra dan Putri sangat senang karena kehadiran Akbar di sana, mereka berdua memeluk Akbar dan mengajak Akbar bermain pasir-pasiran juga. Cukup lama Akbar menemani mereka berdua, dan ia menyuruh Jeni lebih dulu masuk ke villa untuk menyiapkan makanan untuk anak-anak.

__ADS_1


Sedangkan Yola sudah selesai dengan meetingnya, ia mendekati tante Jessie dan mengatakan hari ini sangat melelahkan baginya. Dengan terpaksa tante Jessie mengatakan kalau Akbar datang kemari, Yola jelas syok, untuk apa Akbar datang kemari. Yang jelas tante Jessie tidak mengatakan apapun, hanya saja tante Jessie mengatakan ke Yola kalau Akbar sekarang bersama dengan Putra dan Putri di bibir pantai yang sedang bermain pasir.


Akhirnya Yola memilih ke arah Akbar dengan anak-anak untuk membawa anak-anak masuk ke dalam villa, tapi sebelum sampai disana, Yola dari kejauhan melihat pemadangan kedekatan antara anak dan ayahnya sendiri begitu bahagia melepas tawa tanpa beban, rasanya senang sekali bagi yang melihatnya. Dari pantauan Yola, Putra melihat Yola di sana, Putra berteriak memanggil Yola.


"Kak Yola, kemari!" teriak Putra


"Kak sini bermain bersama-sama!" imbun Putri


Akbar pun melihat Yola dari kejauhan, jelas Yola seperti kikuk sekali ketahuan melihat mereka semua dan membiarkannya, biasanya Yola paling aktif memisahkan Akbar dengan anak-anak.


Dengan terpaksa Yola mendekati mereka bertiga, dan bermain pasir bersama-sama.


"Yola, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Akbar untuk melunakkan kekakuan ini.


"Ya seperti yang kamu lihat." cuek Yola


"Aku merindukanmu." Akbar membisikkan pas di telinga Yola, seperti membuat Yola kesetrum mendengar perkataan Akbar barusan.


"Putra, Putri kita balik ke villa sekarang! sudah mau gelap, kalian juga harus segera mandi. Oke?"


Dengan patuhnya anak-anak pun menuruti Yola, dan Yola menggandeng tangan kanannya untuk memegani tangan Putra dan tangan kirinya memegangi tangan Putri, lalu Yola membawa mereka berdua ke arah villa. Akbar hanya mengikuti dari belakang dan berkata "Yola, aku perlu bicara denganmu!"


Yola diam saja dan terus berjalan, dapat pertengahan jalan Jeni datang dan Yola meminta Jeni membawa anak-anak lebih dulu masuk ke dalam villa. Tinggalah Akbar dan Yola di sana.


"Yola, aku sudah tahu."


"Tahu? Apa maksudmu?"


Yola terkejut mendengarnya dari mana Akbar tahu. Apakah tante Jessie sudah membocorkannya. Tidak mungkin!


"Aku tahu dari adikku sendiri Asela, dia sudah menyeritakan semuanya tentangmu dan anak kita."


"Cukup Akbar, aku ingin bahagia tanpa kamu. Putra dan Putri tetap menjadi adikku, mereka tidak bisa menjadi anakku ataupun anakmu, karena kita tidak ada ikatan apapun. Jadi cukup Akbar!"


"Yola?" rengek Akbar


"Pergi Akbar dari hidupku!" titah Yola


"Baik! Kalau memang itu maumu aku akan pergi selama-selamanya dari hidupmu!"


"Bagus! pergi jauh tidak perlu hadir kembali!"


"Aku yakin Yola, kalau kamu mencintaiku kamu pasti tidak mau kehilanganku untuk pergi dari hidupmu!" batin Akbar


"Oke!" singkat Akbar lalu berjalan ke arah pantai dan terus berjalan dan sampai pantai. "Pergi yang jauh, jangan pernah kembali!" teriak Yola kepada Akbar.


Yola pun sama berbalik berjalan kearah Villa tanpa memperdulikan Akbar, sampai setengah jalan Yola berbalik kembali melihat Akbar sudah hampir setengah badannya masuk kedalam pantai.


"Akbar!" teriak Yola dan Yola berlari kepantai untuk mengejar Akbar. Tapi Akbar memilih tidak memperdulikan Yola.


Hampir Akbar tenggelam, dan sampai Yola hanyut terkena ombak air pantai dengan nekatnya Yola terus mengejar.

__ADS_1


"Akbar, kembalilah!"


"Akbar!"


Tiba-tiba Yola pun tenggelam di pantai, sebenarnya ia sendiri tidak bisa berenang, tangan Yola hanya bisa melambaikan tangan. Akbar mendengar suara kepasrahan Yola pun berbalik dan berenang menyelamatkan Yola. Akbar berhasil menyelamatkan Yola dan menggendongnya lalu di bawa kepinggir pantai.


"Turunkan aku!" teriak Yola meronta-ronta dalam gendongan Akbar tetapi Akbar tidak memperdulikan ocehan Yola dan terus berjalan.


"Sudah ku duga, kamu tidak mau kehilangan aku bukan?"


"Jangan konyol Akbar, bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah."


Sampai di pinggir jalan Akbar menurunkan Yola dan kaki Yola begitu sakit untuk berdiri. Dengan tubuh guntainya Yola berusaha berdiri tetapi Akbar menahannya dan memeluk Yola begitu spontan dari belakang.


"Yola, aku menginginkanmu dan anak-anak!"


"Akbar lepaskan tanganmu dari tubuhku." Yola memaksa tubuhnya terlepas dari pelukkan Akbar


"Tidak, sebelum kamu mau menjadi milikku!"


"Tidak, lepaskan!" Yola pun terpaksa menggigit tangan Akbar tapi Akbar masih tidak melepaskan. Yola kalah kali ini dengan tenaga Akbar, sejenak Akbar memeluk Yola dengan tenang.


"Yola, aku mencintaimu!" Akbar sedikit mengendorkan pelukkannya, ia melihat Yola dengan keadaan menangis, jelas Akbar terkejut melihatnya.


"Akbar, sudah cukup hidupku menderita, cukup......" potong perkataan Yola karena Akbar membungkam bibir Yola dengan bibirnya. Akbar dengan lembutnya menyiumi bibir Yola tanpa ada perlawanan dari Yola, di temani ombak yang bergerumun dan matahari yang mau tenggelam menandakan sudah mau malam.


》Bersambung......


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. πŸ€—


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE πŸŽ–οΈ


LIKE πŸ‘


KOMENTAR πŸ’¬


FAVORIT ❀


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπŸ’!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. πŸ™


__ADS_2