
Dirumah
Alez membawa Sonya di kamarnya,Sonya yang masih dalam tidurnya. Lalu Alez menidurkan tubuh Sonya di atas ranjang tidurnya,tiba tiba Sonya terbangun ingin muntah. Alhasil Sonya sempoyongan berlari ke kamar mandi,Alez membantunya tapi di hempaskan seperti menjauhi Alez saat itu bukan karena sudah gak mau ya cuma mungkin bau keringat Alez.
Akhirnya Sonya memuntahkan seisi makanan diperutnya di wastafel di kamar mandi,Alez memijat tengku Sonya dengan lembut.
"Sayang kamu tidak apa apa kan?" Tanya Alez melihat Sonya berkali kali muntah
"Mas! mending kamu mandi, bau banget aku nggak tahan sama bau keringatmu mas." Lagi lagi setelah berbicara muntah lagi
Alez menciumi keringat di ketiaknya biasa aja dulu malah Sonya sering suka bau keringatnya.
"Cepatan mas dari pada aku pingsan nih." bujuk Sonya
"Baik lah. aku tinggal tidak papa?"
"Iya cepetan mas!" Sonya masih di depan wastafelnya dan tangan kanannya menghempaskan memerintahkan Alez pergi ke kamar mandi sebelahnya itu.
Spontan Alez melepas semua pakainya di bawah pancuran Shower dan menyalakan airnya tanpa menutup tirai pembatas,Sonya melihat tubuh telanjang Alez.
"Kampreett kamu mas nggak di tutup,kalau aku tidak sakit aku serang mas. Tapi sayang badanku rasanya lemas sekali tidak karuan pusing bawaannya mual terus." Sonya melirik Alez mandi tiba tiba muntah itu tidak terasa lagi.
Akhirnya Sonya memutuskan kembali keatas ranjang tidurnya,dan menunggu Alez selesai mandi.
Setelah Alez selesai mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya saja, dada sixpacknya terespos sempurna menuju ke lemari untuk mengambil bajunya.
"Mas sini" panggil Sonya.
"Apa nanti kamu muntah lagi?" jawab Alez
"Tidak! kamu udah mandi mas. cepetan."
Akhirnya Alez mendekati Sonya dan duduk di sisi ranjang tidurnya.
Sonya mengambil minyak telon milik Alif yang tadi sudah di ambilkan bi Inem di kamar Alif ketika Alez mandi,minyak telon diletakan di samping meja tidurnya lalu mengoleskan di tubuh Alez.
"Sayang apa apaan ini aku nggak suka minyak telon." tolak Alez
__ADS_1
"Mas aku pengen kamu pakai minyak telon ini nanti kalau aku mual lagi bagaimana?" muka melas Sonya memohon akhirnya Alez menurutinya meski tidak suka dengan minyak telon daripada melihat Sonya memasang muka seperti itu tidak tega baginya.
Alez merasa aneh dengan Sonya saat ini tidak biasanya Sonya nuntut ini itu. Sonya melanjutkan mengoleskan minyak telon keseluruh tubuh sixpack Alez sampai mengkilap,Alez hanya bisa pasrah dengan istrinya itu.
Tok
Tok
Tok
(Suara ketukan pintu kamar dari luar)
"Masuk" Jawab Alez selesai di olesi minyak telon.
Akhirnya dokter David datang melihat Alez bau minyak telon bayi di tubuhnya
" Alez kamu sakit? kenapa banyak sekali memberikan minyak telon di tubuhmu?" tanya David yang melihatnya
"Bukan! ini maunya istriku,nanti kalau aku tidak pakai minyak telon dia bisa muntah lagi bisa jadi aku tidak tidur bersama istriku nanti." dengus Alez
"Periksa istriku,aku mau pakai baju dulu." akhirnya Alez berdiri mengambil baju tidurnya lalu memakainya secepat kilat hanya jubah tidur ya cepet.
Alez menghampiri dokter David dan Sonya yang sedang di periksa.
"Bagaimana kondisi istriku sekarang?" Tanya Alez sudah stel jubah tidurnya
"Bentar lagi Alif bakalan punya adik Lez." jawab David
"Oh." jawab singkat Alez yang belum mengetahuinya syukurnya Sonya tidak kenapa kenapa pikirnnya.
"Apa maksud dokter David?" Sonya bingung dengan perkataan David barusan
"Selamat nyonya Sonya hamil."
"Hamil?" tanya ulang Sonya
Alez baru menyadarinya maksud perkataan David tadi kalau Alif akan punya adik. Lalu Alez langsung menghampiri di sisi ranjang tidur Sonya sedangkan David berdiri melihat tingkah Alez yang menyelonong mendekati Sonya.
__ADS_1
"Iya Sonya kamu sedang mengandung." jawab kembali dari dokter David
"Mas aku hamil." Kata Sonya yang sudah didalam pelukan suaminya
David melihat merasa di kacangkan apa lagi sekilas sempat sempatnya Alez menyium bibir Sonya membuat jiwa kejombloan meronta ronta ingin minta nikah.
"Kalau begitu saya beri resep obat penguat kandungan untuk istrimu,segera di tebus ke apotik dan segera berikan obatnya untuknya." titah David menyela keromantisan Sonya dengan Alez,Sonya baru ingat masih ada David di sana. Lalu Sonya melepaskan kedekatannya itu dari Alez.
"Beri resepnya ke Tam, dia masih di bawah kan?" jawab Alez
"Iya masih di bawah,pastikan istrimu menjaga kandungannya dengan baik. Jangan sampai Sonya kecapekan. Kalau begitu aku permisi." kata dokter David
"Oke Dav,terimakasih."
"Sama sama Lez,kalau terjadi apa apa bisa hubungi aku kembali."
Akhirnya Dokter David keluar dari kamar tersebut. Tinggalah Alez dan juga Sonya di sana.
γBersambung.....
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
__ADS_1
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π