
Akbar di larikan ke rumah sakit, Yola benar-benar sangatlah syok atas kejadian tadi yang menimpa mereka berdua. Yola mondar-mandir seperti setrikaan di depan ruang ICU, sebelumnya ia juga sudah menghubungi Ana karena Yola dan Akbar berada di rumah sakit, Ana sangat khawatir dengan kondisi Yola. Pada akhirnya Ana datang ke rumah sakit untuk memastikan kalau mereka berdua baik-baik saja. Padahal tadi pagi mereka bahagia karena acara lamaran mereka berdua.
"Yola?" panggil Ana lalu mereka berdua berpelukkan.
"Ana, itu Akbar hikss hikss Akbar." Yola menangis deras sangat kacau sekali Yola saat ini.
"Tenanglah Yola, Akbar pasti baik-baik saja."
"Tidak, dia tadi tertembak karenaku. Dia melindungiku, aku tidak mau kehilangan akbar Na!"
"Yola, aku mohon jangan seperti ini. Akbar pasti baik-baik saja percayalah!"
Yola merosot duduk di lantai, kondisi Yola sangatlah lemas tak berdaya dan menyebut-nyebut nama Akbar berulang kali.
Ana yang khawatir meminta suster untuk membawa Yola ke ruang priksa. Yola pingsan dan tertidur di bed pasien, Ana pun menghubungi keluarga Yola.
Jelas keluarga Yola syok mendengar kabar dari Ana lalu mereka semua buru-buru ke rumah sakit.
Sampailah mereka di rumah sakit dan mencari Ana, dilihatlah Ana yang sudah menunggu di luar ruangan Yola.
"Bagaimana keadaan Yola, Na?" tanya khawatir mommy Cesa.
"Dia pingsan tadinya tante, sekarang Yola berada di dalam ruangan baru istirahat."
Akhirnya deddy, mommy, dan tante Jessie masuk ke dalam ruangan Yola. Yola sudah sadarkan diri, keadaannya sama seperti tadi kacau.
"Yola."
"Deddy, Akbar Ded dia hikss... hikss.. dia tertembak karena melindungiku."
"Tenanglah Yola."
"Tidak, tidak aku tidak bisa hidup tanpanya ded. Aku harus melihatnya." Orang-orang disana berusaha menyegahnya, tapi Yola lebih dulu melepas infusnya yang terpasang di tangan kanannya.
Yola keluar dari ruangannya lalu berlari keruangan ICU yang tadinya Akbar berada di sana, tapi Akbar sudah di pindahkan ke ruangan VIP setelah operasi pengambilan pelurunya tadi yang masih tertanam di tubuh Akbar.
"Sus, di mana Akbar? Kenapa tidak ada di dalam dan kosong tidak ada siapa-siapa?"
"Maaf nona, tuan Akbar sudah di pindahkan ke ruangan VIP."
Akhirnya Yola berlarian mencari ruangannya yang tidak jauh dari ruangan kamar yang sebelum ia tempati tadi.
Dedy Jack, mommy Cesa dan tante Jessie, Ana mengikuti Yola kemana Yola melangkah pergi. Mereka semua khawatir dengan kondisi Yola, Yola yang keras kepala tetap mencari Akbar ke ruangan VIP yang suster tadi katakan.
__ADS_1
"Akbar hikss... hikss... hikss...." Yola melihat Akbar terbaring lemah di bed pasiennya dengan beberapa alat yang terpasang di tubuhya.
"Bangun Akbar, jangan tinggalin aku mohon."
Semua keluarga ngumpul di sana termasuk keluarga Akbar pun juga datang karena Ana menghubungi Jome untuk menyampaikan kepada keluarga besar Akbar kalau Akbar berada di rumah sakit. Ana menyeritakan semuanya kepadanya lalu tersampailah di keluarga Akbar.
Ruangan VIP yang cukup besar tetap muat untuk di isi lagi dengan papah Alez, mamah Sonya beserta anak-anaknya di sana.
"Akbar, kamu janji akan hidup mati denganku."
"Aku mohon bangun, nikahin aku. Jangan tinggalin aku dan anak-anak kita, kasian Putra dan Putri sendirian tanpa ayahnya."
Semua terkejut dengan pernyataan Yola barusan terutama deddy Jack dan mommy Cesa, Ana dan tante Jessie yang sudah tahu memilih diam saja.
"Yola, apa maksudmu barusan mengatakan apa tadi, apa deddy tidak salah dengar?"
Yola terdiam sejenak, ia lupa. Deddy dan Mommy belum tahu yang sebenarnya tentang siapa Putra dan Putri itu. Termasuk papah Alez yang beberapa minggu pernah bertemu bocah kembar itu kalau ia merasakan dekat padahal bukan siapa-siapa, bahkan di wajah anak-anak mirip sekali dengan Akbar dari mata, hidung, bibirnya.
"Deddy, ingin bicara denganmu. Jelaskan semua kepada deddy." Deddy Jack membawa Yola keluar ruangan di ikuti Ana, mommy Cesa dan tante Jessie di ruangan Yola yang tadinya ia tempati.
"Katakan Yola, jelaskan semua kepada deddy."
"Maafin Yola hikss... hikss.. maafin Yola, Mommy, deddy, sebenarnya Putra dan Putri adalah anak Yola dengan Akbar, kejadian lima tahun yang lalu hiks... hikss.." Yola menangis sambil di peluk di dekapan tante Jessie.
"Yola tidak bermaksud berbohong ded, Yola tidak mau deddy kecewa dan sedih karena Yola."
"Deddy juga sudah tahu bukan waktu itu Akbar menjelaskan kalau Yola di bius sampai tidur dengan Akbar, saat pergi ke Inggris waktu itulah Yola juga hamil untuk menghindari deddy dan mommy."
"Jadi kamu bohongi kakak juga Jessie." Deddy Jack menatap Jessie setelah menatap Yola.
"Maafin Jessie kak, Jessie seperti itu karena Jessie sangat kasian dengan Yola. Yola sangat terpuruk, mungkin waktu itu Jessie tidak ada untuk Yola, Yola sudah mati karena bunuh diri. Yola saat itu sangat buruk kondisinya!"
"Maafin Yola yang sudah gagal menjadi anak yang baik ded, maafin Yola. Tapi semua sudah terjadi, Yola mencintai Akbar."
"Nak, bukan deddy dan mommy marahnya karena itu, tapi marahnya kalau kamu sudah berbohong seperti ini menanggung semuanya sendirian. Mommy tahu itu sangatlah berat buatmu sayang." kata mommy Cesa lembut di samping Yola.
"Maafin Yola, sudah bohongin deddy dan mommy."
"Ded, mom, Yola ingin jujur satu hal lagi."
"Yola hamil."
"Apa Yola?" deddy terkejut dengan yang di katakan Yola barusan, yang Putra dan Putri belum selesai kini dia mengatakn di luar dugaan deddy. Semua pasti terkejut mendengarnya, masalah ini tidak ada yang tahu kecuali Yola sendiri.
__ADS_1
"Iya ded, aku mengandung benih dari Akbar."
"Tolong ded, restui hubungan kami. Maaf baru mengatakanya. Yola menyesal menyimpan ini sendirian dan membuat keluarga kecewa."
Deddy Jack keluar begitu saja dan mommy Cesa mengikuti deddy Jack pergi.
"Yola, apa benar kamu hamil?"
"Iya tante, aku mengandung anak dari Akbar."
"Aku tidak mau kehilangan Akbar, apa lagi aku mengurus anak-anakku sendirian tanpa Akbar di sisiku."
"Semoga tante dan om Jack mau menerima kenyataan ini Yola, semua sudah terjadi."
Yola tersenyum kecil di pelukkan Ana, sedangkan tante Jessie keluar untuk mengobrol kepada kedua orang tua Yola.
γBersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE ποΈ
LIKE π
KOMENTAR π¬
FAVORIT β€
TIPβ
RATE 5 BINTANG βββββ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π
__ADS_1