
"Apa???" kata pertama yang terlontar dari mulut Alez. Orang orang di sana mendengar sangat tercengah tak menyangka.
"Jadi kamu pelakunya Muna!" Lengan Muna di cengkeram begitu erat oleh Alez.
"Ahhhw" Ringis Muna
Muna keceplosan karena sudah kalut sekali dengan kondisi seperti ini yang sudah tidak bisa menyembunyikan kesalahannya sendiri.
"Jawab!" Nada tinggi Alez menatap Muna yang mata nya hampir copot itu.
"Apa yang kamu lakukan? Tega ya kamu Muna dengan anak kandungmu sendiri!" sahut Sonya kepada Muna
Muna hanya bisa diam membisu dengan mengalirkan air matanya.
Plaaakkkkk
(Tamparan keras dari bunda Soja)
"Dasar wanita biadab,berani beraninya kamu menyelekai cucuku!" Kata Bunda Soja tak kalah amarahnya.
"Maafin aku maafin aku hiks hiks!" sendu Muna
"Wanita sial*n! Aku tidak menyangka kamu akan senekat itu. Bahkan Alif anak kandungmu menjadi korban karena keegoisanmu sendiri. Kenapa juga dulu aku bisa menikah denganmu menjadikanmu sebagai istri!" Alez melintir lengan Muna begitu mencengkeram sehingga Muna mengeluarkan epkresi kesakitan.
__ADS_1
Ditengah tengah orang-orang di sana memojokan Muna pada akhirnya dokter itu keluar memberitahu sesuatu yang penting pada keluarganya.
"Maaf tuan,nyonya!" panggil dokter yang melihat orang tua Alif di situ bersama keluarga yang lain.
"Iya dok!" Alez melepaskan cengkeram di lengan Muna berjalan mengarah ke dokter yang baru keluar dari ruang ICU di ikuti yang lainnya.
"Bagaimana dok?" tanya Alez
"Maaf sebelumnya tuan, saya akan memberi kabar duka ini dengan berat hati saya akan mengatakan kalau Alif tidak bisa tertolong, kami sudah melakukan semaksimal mungkin menyelamatkan tapi Tuhan sudah berkehendak lain!" kata dokter itu
"Tidak mungkin!" Sangkal Muna dengan nada tingginya kepada dokter tersebut.
"Dok jangan bercanda Alif masih hidup kan hiks hiks!" Lanjut kata Muna mendekat menggoyah goyahkan tubuh dokter tersebut.
"...." Dokter itu hanya bisa menggelengkan kepala saja memang Alif sudah tidak ada.
Sampailah di dalam ruang ICU, lalu Muna menggoncang-goncangkan tubuh Alif yang sudah pucat putih dan kurus itu. Muna memeluknya menangis dengan keadaan Alif yang seperti itu.
"Kamu penyebabnya Muna! Pergi dari sini!" kata Alez dengan murkanya
"Tidak,tidak. Ini bukan salah mamah Lif. Ini salah mamah Sonya semua gara garanya! hahahaha iya salah dia Alif sayang. Bangunlah sayang!" Kata Muna memeluk Alif di dalam dekapannya yang diiringi tawa tak jelas.
"Kamu harus mempertanggungjawabkan kesalahanmu Muna!" Alez menarik pergelangan Muna,pelukan Alif dan Muna pun terlepas.
__ADS_1
"Nggak! aku mau bersama Alif. Lepasin aku!" Muna memberontak tidak mau akhirnya Alez memaksa Muna keluar dari ruangan Alif dan Tam yang sudah datang menyeret Muna keluar dan di jeblosan di penjara saat itu juga.
Tinggal lah Sonya yang menyentuh Alif dengan lembut lalu menjauh gemetar karena Sonya merasa itu mimpi baginya, di sana ada Alez dan bunda Soja ,Shinta. Mereka menangis kehilangan Alif,dan Bunda Soja yang memberanikan diri mendekat kearah Alif.
"Sayang Alif cucu kesayangan nenek,mungkin Tuhan lebih sayang Alif sehingga Tuhan cepat memanggilmu kesurga untuk kembali disisinya. Alif sayang kamu tidak akan merasakan sakit lagi. Tenanglah disana sayang!" Bunda Soja mengelus rambut Alif dengan lembut, genangan genangan air mata yang terus mengalir,alatnya belum dilepas karena belum sempat di lepas oleh sang dokter.
γBersambung.....
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. π€
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
βVOTE ποΈ
βLIKE π
βKOMENTAR π¬
βFAVORIT β€
βTIPβ
βRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
__ADS_1
βDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.π ββοΈ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnyaπ!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. π