
Di Villa "dalam hutan"
Lengan Sonya di tarik paksa dengan dua anak buahnya di posisi lengan kanan kirinya. Sonya memberontak tetapi menurut ketika mereka mengancam orang tuanya.
Sampailah dalam Villa Sonya di bawa menaiki anak tangga di lantai atas paling luas di tengahnya, samping kanan kirinya adalah ada beberapa ruangan jelas terlihat beberapa pintu.
Ceklekk
(Pintu sebelah kanan Sonya terbuka ada sosok seorang laki laki dengan gagahnya.)
"Esa!" Panggil Sonya menatap Esa baru keluar dari ruangan itu
"Hello Sonya sayang,sudah lama kita tidak bertemu lagi. Terakhir bertemu di cafe ya!" Esa mendekati Sonya dengan senyum samarnya
"Udah! Tidak usah banyak basa basi." Sonya memberontak karena lengannya juga masih di pegangi oleh anak buah dari Esa.
"Lepasi lengan Sonya." perintah Esa dengan anak buahnya
"Baik tuan." lalu dua anak buah itu melepaskan cengkeramnya
"Dimana papah dan mamahku?" tanya Sonya setelah merasa lengannya terbebas dari tangan anak buah yang kasar itu.
"Tenang dulu lah Sonya."
"Tidak bisa! Dimana orang tuaku Esa!!" Teriak Sonya yang sudah tidak sabaran.
"Cantik cantik kok galak haha gapapasih, tenang saja aku masih mencintaimu Sonya." goda Esa sesekali menyoel dagu Sonya tapi di hempaskan wajahnya.
"Esaaaaa!!" Sonya menatap kembali Esa yang cengengesan itu
"Oke oke aku tunjukan mari ikut aku." ajak Esa,setelah itu Esa berbicara dengan anak buahnya
"Jojo ,Dadang! oh ya pastikan semua anak buah yang lain menyebar menjaga villa ini jangan sampai kebobolan,soal Sonya tenang dia tidak bakalan berani kabur. Mengerti!"
"Baik tuan Esa." jawab Jojo
Memang benar di dalam villa banyak anak buah yang menjaga. Sonya hanya bisa pasrah semoga ada keajaiban yang bisa menyelamatkan hidupnya dan orang tuanya.
Akhirnya Sonya mengikuti Esa dari belakang ternyata Esa pun juga di ikuti anak buah lainnya. Esa membuka pintu ruangan di mana ada papah Bastian dan juga mamah Laura. Sonya melihat orang tuanya di sekap di kursi dengan tali yang terikat pada tangan belakang dan terikat juga pada kaki.
__ADS_1
"papah! mamah!" teriak Sonya
Sonya menghampirinya lalu berusaha untuk melepas talinya tapi di cegah oleh anak buah Esa di belakangnya.
Sonya kembali ditarik mundur dengan dua anak buahnya berhadapan dengan orang tuanya.
"Lepasin lepasin." kata Sonya
Orang tuanya mau memberontakpun tidak bisa tangan dan kaki di ikat dengan posisi duduk,mulut di plester. Mereka melihat Sonya datang malah khawatir.
Lalu Esa mendekati orang tua Sonya dan membuka plester yang menutupi mulutnya
"Sonya kenapa kamu kesini?" titah mamah Laura ketika plester sudah di buka
"Iya Sonya,kenapa?" lanjut papah Bastian yang tidak kalah khawatir.
"Aku takut papah dan mamah kenapa kenapa.hiks hiks." jawab Sonya dengan menangis
"Dimana Alez? Apa kamu sendirian kesini?" tanya papah Bastian
"Iya pah mah. aku..." Sonya ragu Sonya tidak ingin mengatakan kalau ada masalah sedikit dengan rumah tangganya.
"Apa yang kamu lakukan Esa!" Mata Sonya terbelalak ketika Esa mengeluarkan pistolnya
"Membunuh pastinya! masak kamu lupa aku itu siapa"
"Gara gara orang tuamu ini,menginginkan menantu orang kaya jadi aku seperti ini. Dulu orang tuamu selalu menolakku untuk menikahimu karena apa? aku miskin pengangguran dan segala macem banyak nuntut hais aku muak Sonya!" lanjut kata Esa
"Bukan salah orang tuaku Esa,itu salahmu sendiri. Kenapa menjadi laki laki pengangguran kesannya tidak bertanggung jawab aku kasih kamu makan apa kalau aku menikah denganmu waktu itu! Orang tuaku benar" jawab berani Sonya
"Bukankah kekayaan orang tuamu banyak,kenapa repot-repot aku kerja sih. Dasar Bodoh!" Serius Esa
"Es......." perkataan Sonya terpotong
"Udah Sonya aku lelah. Tinggal kamu pilih saja orang tuamu mati atau.... "
"Mati aja ya!" Pistol mengarah ke kepala papah Bastian siap mendarat
"Esa jangan! Kekayaan orang tuaku baiklah semua aku kasihkan lepaskan mereka. Pah mah tidak apa apa kita miskin yang penting kita bersama kembali. materi uang bisa di cari." Sonya menatap orang tuanya
__ADS_1
"Baik Esa kalau itu maumu kekayaan om untukmu tapi lepaskan kami." sahut papah Bastian
"Sayangnya sudah tidak butuh lagi itu om,aku sudah kaya,dan aku sudah mampu menghidupi Sonya. Aku mau yang lain!"
Esa menempelkan ujung pistolnya tepat di pelipis kanan papah Bastian
"Baiklah. maumu apa?" tanya Sonya yang sudah degdegan kalau Esa beneran melakukannya semacam psikopat,memang Esa tidak pernah main main dengan ancamannya.
"Tinggalkan suamimu,cerailah dengannya, menikah denganku!" Esa lalu menatap Sonya didepannya
ใBersambung....
____________________________________________
โOh ya author ngingetin lagi like komentar vote jangan lupa yang kenceng yak๐UPnya juga butuh ada yang menyemangati dari kalian semua.โค
โKira kira kalian setuju tidak Sonya dan Alez cerai? habisnya Alez sebelumnya ngeselin, egois tuh.๐ค
___________________________________________
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka. ๐ค
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
โVOTE ๐๏ธ
โLIKE ๐
โKOMENTAR ๐ฌ
โFAVORIT โค
โTIPโญ
โRATE 5 BINTANG AUTHOR SENANG
โDiBAWAH RATE 5 BINTANG MENDING JANGAN NGASIH YA, ITU MEMBUAT AUTHOR SEDIH.๐ โโ๏ธ
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya๐!!!Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. ๐
__ADS_1