Dunia Anya (Janda? It's Okay)

Dunia Anya (Janda? It's Okay)
Bab 29 : Skandal


__ADS_3

Suara pintu yang di didobrak membuat Anya kembali duduk di tempatnya. Sinan melirik sekilas ke arah Radit yang kini masuk dengan wajah merah menahan emosi.


Tak perlu ditanya apa yang membuat sepupunya itu marah. Siapapun jelas tahu kecuali Anya yang kini menatap heran kearah Radit. Pria yang terkenal lemah lembut kini berubah layaknya Orang yang kebakaran jenggot.


Sinan berdecak saat melihat tatapan marah Radit yang di lemparkan padanya kini berubah tenang saat menyadari kehadiran Anya di ruangan ini juga.


"Kalian selingkuh?" tanya Radit.


Melihat Anya yang hendak menjawab, Sinan langsung mencekal tangan Anya menahan wanita ini agar tidak menjawabnya. "Kamu bisa kembali bekerja"


"Tapi pak?"


"Saya yang menjelaskan semuanya sama pak Radit"


Mata Sinan kini mengekor pergerakan Anya. Sinan tahu Radit pasti akan menahan Anya keluar dari ruangan ini.


Dan benar saja, begitu Anya melewati Radit. Wanita itu berhenti begitu tangannya ditahan oleh Radit. Sinan langsung berdiri dan menarik tangan Radit dari lengan Anya.


"Udah gue bilang. Gue yang bakal jelasin!" pekik Sinan.


Tatapan tajam Radit kini kembali tertuju pada Sinan "Jangan jadi pria bre*sek, yang menghancurkan pernikahan orang lain"


Ucapan Radit barusan jelas membuat raut wajah Anya begitu terkejut. Dengan cepat Sinan mendorong tubuh Anya keluar dari ruangannya dan menutup pintu. Sinan bahkan menguncinya agar tidak ada yang bisa masuk, bahkan Navel sekalipun yang biasanya menjadi penengah jika Sinan ribut dengan Radit.


**


Anya yang di dorong begitu saja keluar dari ruangan Sinan, menatap nanar pintu ruangan Sinan yang barusan ditutup itu. Selama mengenal Radit, baru kali ini Anya mendengar umpatan keluar dari mulut pria itu.


Radit yang ia kenal adalah sosok pria tenang bahkan tak pernah marah sama sekali, maka dari itu melihat reaksi Radit barusan adalah suatu hal yang mengejutkan baginya.


"Udah dikasih mbak?"

__ADS_1


Anya menoleh menghadap Navel yang kini baru kembali ke meja, pria itu tersenyum tipis sambil melepas earphone yang dikenakan laki-laki itu. "Sudah Vel. Cuman disuruh di tinggal" jawab Anya. hanya dengan melihat raut wajah Navel sekarang, Anya tau pria itu tengah menimang antara bertanya atau tidak.


Maka dari itu, sebelum ditanya, Anya lebih dulu mengelaknya.


"Nggak ada hubungan apapun antara gue sama pak bos"


"Seriusan mbak? Tapi ada foto ini mbak?"


Anya mengerutkan dahinya. Tadi pagi tidak ada foto apapun yang di upload, hanya ada tulisan yang membahas jika ada karyawan baru yang belum ada 1 bulan kini tengah berkencan dengan seorang atasan tertinggi di kantor. Siapa lagi jika karyawan baru itu bukan Anya. Dalam 1 bulan ini hanya Anya karyawan baru di perusahaan ini. "Foto apa?"


"Foto mbak sama pak Sinan"


Dengan langkah lebar, Anya langsung mendekat kearah Navel. melirik ke ponsel milik Navel yang kini menampilkan foto dirinya dan Sinan di ruang make up kemarin. Emosi yang sebelumnya sudah menurun kini kembali naik lagi. Tanpa berpikir panjang lagi, Anya langsung berjalan menuju lantai 5 dimana para wanita yang kemarin melihatnya bekerja, mereka semua adalah asisten Bibil.


Beneran nyari gara-gara sama gue ini orang!.


**


"Apa-apa sih lo mas?!!" pekik Sinan sambil mengusap pinggir bibirnya yang syukurnya tak sampai mengeluarkan darah.


"Lo yang apa-apaan! lo ngingetin gue kalau dia udah nikah dan sekarang lo yang selingkuh sama dia?"


Sina merubah posisinya menjadi berdiri, tangannya sudah mengepal kuat siap untuk di layangkan jika saja tak ingat jika Radit adalah sepupunya. Sepupu laki-laki satu-satunya yang ia miliki.


"Atas dasar apa lo bilang kalau kita selingkuh?! punya bukti?!" tanya Sinan balik.


"Bukti? Tulisan di blog bukankah udah jadi buktinya?"


Sinan tertawa kecut "Emang ya cinta itu bisa bikin orang nggak bisa berpikir rasional"


"Dan itu terjadi sama lo" satu bogeman lagi Radit layangkan membuat Sinan kembali tersungkur. Kali ini darah keluar dari sudut bibir Sinan.

__ADS_1


"Sial. Gila ya lo mas!!" Sinan langsung bangkit dan satu bogeman pembalasan Sinan layangkan ke Radit. Kali ini pria itu yang tersungkur ke lantai.


“Iya. Gue gila tapi sepupu gue jauh lebih gila.”


“Kalau gitu kita gila aja bareng-bareng”


“Kenapa harus Anya. Banyak cewek lain yang bisa lo deketin buat balas dendam karena ditinggal nikah. Bukan Anya. Dia udah nikah ba*sat.!”


Lagi Sinan tertawa kecut mendengar umpatan Radit yang tertuju untuknya “Kalau nggak tahu apapun, lo mending diam aja mas!”


“Nggak tahu dalam hal apa? gue tahu sestres apa lo yang ditinggal nikah sama pacar lo sendiri! dalam 1 bulan lo bahkan hanya masuk ke kantor 2-3 kali dalam seminggu! semua kerjaan lo gue pegang. Dan sekarang lo berniat buat ngehancurin Anya? buat ngancurin rumah tangga dia?”


Jika saja Anya tak menyembunyikan identitasnya yang sudah bercerai pada orang kantor, Sinan sudah meneriaki kata cerai pada Radit sejak tadi. Sinan mengepalkan tangannya begitu mengingat ucapan Mike barusan. Urusannya sekarang, bukan pada Radit namun pada Danu dan Hani.


saat satu umpatan lagi keluar dari mulut Radit, Sinan langsung menindih Radit dan memegang kerah leher sepupunya ini erat. “Lo berani ninju gue bahkan untuk masalah yang lo nggak tahu? Lo juga ambil adil buat hidup dia” satu tinju Sinan layangkan lagi pada Radit. Jika saja dulu Radit yang berposisi sebagai atasan Anya tak menyetujui cuti wanita itu, kakek juga tak akan menyetujuinya.


Setelah melayangkan tinjunya, Sinan memilih untuk berbaring di samping Radit. Keduanya hanya diam dengan pikiran kusut masing-masing. Membayangkan tentang kejadian yang dialami oleh Anya membuat rasa bersalah tiba-tiba muncul. Jika saja dulu dirinya berani untuk mendekati Anya, Anya tak akan berpacaran dengan laki-laki yang disukai oleh Hani, dan takdir tak akan membuat Anya bertemu dengan Danu.


“Kenapa apa yang gue tuju dalam hidup selalu kalah satu langkah dari lo?” ucap Radit lirih. Lengan laki-laki itu ada diatas dahi menutupi kedua mata pria itu.


“Kita start di garis yang sama” jawab Sinan.


“Salah. Nggak urusan perusahaan, nggak urusan Anya. Gue yang dulu melewati garis start tapi tetep aja lo dulu yang sampai garis finish"


Sinan diam tak menjawab apapun. Meski terlihat baik-baik saja, dirinya yang malah langsung diangkat sebagai CEO meski Radit bergabung lebih dulu dengan perusahaan pasti membuat sepupunya itu kecewa.


***


Maaf ya baru up, karena kemarin ada acara jadi nggak sempet nulis. Nggak cerita di sini, nggak cerita di Apk sebelah nggak ada yang up.


Mohon dukungan kalian ya.

__ADS_1


Like, Komentar, hadiah juga boleh 🤭, dikasih bunga apalagi kopi seneng banget aku


__ADS_2