Dunia Anya (Janda? It's Okay)

Dunia Anya (Janda? It's Okay)
Bab 62 : Tak Berharap Tahu dan Tak Ingin Tahu


__ADS_3

"Lah bapak kenapa di sini pagi-pagi?"


Anya yang baru saja turun dari lantai 2 tercengang saat melihat Sinan sudah duduk melantai di ruang tengah bersama Arum. Pakaian yang pria itu kenakan sudah formal seperti pakaian yang biasa digunakan saat bekerja. Kemeja tosca dengan jas warna senada, tas kerja sudah tergeletak di sofa. Rambutnya bahkan sudah terlihat rapih namun tak ada tanda-tanda berniat untuk beranjak berdiri dari tempatnya.


Jangan bilang seperti biasanya? Seperti yang biasa pria ini lakukan akhir-akhir ini?.


"Jangan bilang kamu nggak mau kerja ya pak?"


Mendapati senyuman Sinan, Anya menghela napasnya jengah. Sudah hampir 1 minggu ini, kedatangan Sinan di kantor bisa dihitung jari, bahkan beberapa manager mengeluh karena harus memberi laporan kepada Radit yang tingkat emosinya jauh lebih tinggi ketimbang Sinan.


Alasannya, jelas karena Sinan malah lebih rutin mendatangi rumahnya hanya untuk bermain dengan Arum. Misi mendekati Arum benar-benar sudah dibuat skema oleh pria itu. Hari ini harus melakukan apa, besok apa, dan seterusnya. Sinan datang ke kantor jika ada rapat yang mendesak saja.


Bahkan saat Anya mengajaknya ke kantor, Sinan malah melambaikan tangannya seolah mengucapkan selamat bekerja pada kekasihnya ini.


"Bapak beneran nggak mau kerja?" Anya yang sudah menjinjing tasnya mencium pipi kanan kiri Arum lalu mencium tangan ibunya.


"Saya ada rapat nanti di luar. Jadi nggak ke kantor." jawab Sinan. Pria itu mengganti krayon warna kuning ditangannya menjadi warna merah dan kembali mewarnai bersama Arum.


Dilihat dari gadis kecil itu yang menghindar, sepertinya ada sedikit kemajuan dalam misi mendekati putrinya itu.


Bukan hanya hari ini saja. Besok, besok dan besoknya lagi Anya terus mendapati Sinan datang ke rumahnya pagi hari dan pulang di sore hari. Jika sudah terlalu sering membolos, ibu akan berkata jika ia menginginkan menantu yang rajin bekerja, dan setelah itu Sinan akan langsung mengibrit menuju kantor dan tidak datang ke rumah untuk beberapa hari kedepannya. Mungkin 2 sampai 3 hari sebelum akhirnya misi pendekatan mulai kembali di lancarkan.


Tapi beberapa hari yang lalu, misi pendekatan Arum terpaksa terhenti ketika pria itu harus terbang ke luar kota untuk urusan kerjaan. Arum bahkan sampai menanyakan keberadaan Sinan yang tak pernah datang hampir sekitar 3 hari.


***

__ADS_1


Entah siapa yang mengerjainya. Pagi-pagi Anya sudah dibuat kalang kabut dengan suara bel rumah yang terus saja berbunyi. Bahkan Arum yang biasanya masih tertidur kini terbangun lengkap dengan tangisan menggelegar. Semalam Arum tertidur larut malam karena misi Sinan mendekati Arum berubah menjadi video call selama pria itu berada di luar kota.


Dengan kekesalan yang memuncak sambil menggendong Arum. Anya berjalan menuju ruang tamu guna melihat siapa yang menekan bel rumahnya pagi-pagi buta seperti ini. Ibu yang masih pakai mukena juga keluar dari kamar lalu mengambil alih Arum dari gendongan Anya. Gadis kecil itu selalu tenang jika berada di gendongan sang nenek.


Tak langsung membuka pintu, Anya mengintip sebentar ke jendela dan menemukan Ocha yang terus menekan bel rumahnya. Itu mayat hidup kerasukan apa sih pagi-pagi?!.


Membuka pintu, Anya mendapati Ocha menatapnya dengan raut wajah paniknya.


Tangannya menunjuk ke arah letak rumah Wine yang memang tak terlalu jauh dari rumahnya.


"Kenapa?" tanya Anya.


"Danu"


Kemarin adalah tanggal pernikahan laki-laki itu. Jika dilihat dari gaya hidup Danu dan Amber, pria itu seharusnya masih ada di Bali karena acar pernikahan diadakan di sana.


Menoleh sebentar ke arah ibu yang kini menganggukkan kepalanya seolah mengizinkan Anya untuk melihat kondisi yang terjadi. Anya langsung keluar bersama Ocha menuju rumah Wine.


Jika Danu berada di rumah Arka pagi-pagi seperti ini, sudah di pastikan Arka yang selalu lari mengelilingi komplek pagi-pagi, pasti menemukan Danu didepan rumah Anya dan langsung menariknya menuju rumah Arka. Dan jika seperti itu, sudah dipastikan ada hal yang membuat Arka naik pitam dan pasti berhubungan langsung dengan masalah Arum.


"Nggak sampai adu jotos kan Cha?" Anya khawatir. Bukan khawatir oada Danu yang ditonjok oleh Arka, tapi khawatir pada Arka karena aparat jelas tidak di perkenankan untuk memukul warga sipil.


"Nggak. Bang Arka nggak nonjok Danu, tapi Danu ditampar sama Wine. Makanya gue manggil lo"


"Ditampar?"

__ADS_1


Ocha menganggukkan kepalanya. "Iya. Habis ditampar Wine, gue nempeleng kepala dia dari belakang"


Langkah Anya semakin lebar menuju rumah Wine. Ocha dan Wine sudah sampai memukulnya, maka percayalah mungkin Arka juga akan melayangkan tinjunya jika sampai habis kesabaran.


Begitu melewati gerbang, suara keras Wine terdengar seketika. Ada sumpah serapah dan kata-kata karma yang Anya dengar. Bahkan suara Wine terdengar bergetar saking menahan amarahnya.


Membuka pintu, semua mata tertuju ke arahnya. Wine berdiri dengan mata nyalang ke Danu, Arka mengepalkan Tangannya dengan rahang yang mengeras, sedangkan Danu berlutut dengan kepala yang menunduk dalam.


"Ada apa ini?" tanya Anya. Menarik Wine agar duduk di sofa, lalu menarik Arka agar duduk di samping Wine.


Cukup lama tak ada yang menjawab pertanyaannya. Anya kini beralih menatap ke arah Danu "Ngapain kamu di sini pagi-pagi? Mau ketemu Arum? Dia belum bangun"


"Lebih baik. Kamu pulang Dan" ucap Arka. Pria itu bangkit lalu langsung masuk ke dalam saat suara tangisan Aaras terdengar.


"Aku ingin ketemu Arum"


"Jangan macam-macam lo!" pekik Arka. Pria yang sebelumnya sudah masuk ke dalam, kini kembali ke ruang tamu dan langsung mencengkram kerah leher Danu.


"Mending lo diam dan keluar dari rumah gue!!" ucap Arka lagi. Suaranya begitu tegas hingga diantara Anya, Wine dan Ocha tak ada yang berani memotong ucapannya.


Anya yang masih tak mengerti masalahnya, kini juga memilih untuk diam. Diam karena tanpa ditanya pun dirinya tahu ada hal gila yang membuat Arka begitu marah sekarang. Anya tak ingin mengetahuinya sama sekali.


***


Boleh dong kasih Vote nya. Dan tinggalkan komentarnya juga ya. Sepi bener dah 🤭😂

__ADS_1


__ADS_2