Dunia Anya (Janda? It's Okay)

Dunia Anya (Janda? It's Okay)
Salto Dunia Anya : Kalah Telak Dengan Sang Pawang


__ADS_3

"Mau kemana suami mu?"


Anya menoleh ke sumber suara dimana Wine baru saja jalan melewati pagar. Ibu dua anak itu membawa satu jinjing kantong makanan ditangannya sambil menatap ke arah mobil Sinan yang melaju menjauhi rumah. Di belakangnya ada Ocha yang mengekor dengan tangan terlipat di depan dada.


"Makan?" tawar Wine.


Ketiganya masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu yang kini masih meninggalkan beberapa balon dan dekorasi acara ulang tahun yang gagal tadi sore.


"Lo belum makan kan pasti? Gih makan dulu, kasihan calon anak gue di perut lo" Ucap Wine lagi. Setelah Arum gagal untuk diadopsi, sekarang bayi dalam kandungan Anya yang sudah ketahuan berjenis kelamin perempuan yang menjadi sasarannya.


Ocha berdecak "Ck, heran. Bisa produksi sendiri masih aja ngarep anak orang"


"Lo iri ya karena belum bisa produksi sendiri?" ledek Wine pada Ocha. Setelah Anya menikah, Ocha menjadi sasaran empuk untuk kejahilan Wine.


"Gila" tungkas Ocha.


Anya hanya tertawa mendengarnya. Memiliki perut besar, rasanya membuat Anya enggan untuk ikut beradu mulut dengan saling melempar candaan dengan teman-temannya. Anya lebih banyak diam atau jika tidak tersenyum untuk menghemat energinya.


Ocha mengambil satu paha ayam lalu memberikannya pada Anya "Lo yang paling suka sama paha ayam. Gih makan"


"Buat gue mana? Suapin aunty Ocha yang belum juga nikah" ledek Wine.


Jika Ocha adalah sosok yang baperan, percayalah Wine pasti sudah habis ditangan sahabatnya ini. Sudah paham dengan watak Wine, Ocha mencomot satu ayam bagian sayap dan meletakkannya di piring Wine.

__ADS_1


"Utinya nggak dateng beneran?" tanya  Wine.


Anya menghembuskan napasnya pelan. Mengambil ayam goreng lalu mulai makan dengan perut yang terasa sedikit mual. Mengingat ibu mertuanya itu tak datang meski sudah berjanji sebelumnya membuat mood Anya benar-benar kembali buruk.


Menyesal menikah dengan Sinan? Tidak. Anya tak ingin menyesali hal itu karena ada satu nyawa lagi didalam perutnya. Seperti saat mengandung Arum, Anya juga tak ingin memiliki rasa penyesalan yang hanya akan membuat buah hatinya merasa tak diinginkan di dunia ini.


Anya hanya kecewa dengan sikap ibu mertuanya itu. Berbanding dengan sikapnya kepada Arum, saat tahu Anya tengah mengandung, Anggi mengirimkan banyak makanan dan susu agar janin di perut Anya sehat. Begitu perhatian bahkan sampai wanita itu memiliki satu foto USG cucu dari darah daging putranya.


Satu yang Anya takutnya, jika sikap ibu mertuanya hanya akan membuat Arum merasa tak adil.


"Nggak dateng" jawab Anya.


"Karena?" kali ini Ocha yang bertanya.


Berbeda dengan Ocha yang mengangguk lalu mengusap punggung Anya. Wine berdiri sambil menggebrak meja, raut wajahnya menandakan kekesalan dokter ini.


"Wah ngajak ribut mertua lo namanya!!" sulut Wine.


Ocha menarik tangan Wine agar kembali duduk "Nggak usah ribut. Lo juga nggak dateng"


"Bedalah. Gue bukan nggak mau, tapi nggak bisa karena ada jadwal operasi. Lah dia—"


"Anggap aja itu reoni temennya yang lagi sakaratul maut. Reoni sekalian melayat" jawab Ocha sembarang.

__ADS_1


"Amiin" Wine melanjutkan makannya "Terus itu suami lo mau kemana?"


Pertanyaan awal kembali ditanyakan.


Anya menyandarkan punggungnya di sofa. Mendekati HPL membuat napasnya terasa semakin sesak "Ke rumah Danu"


"Ngapain??!!" pekik Wine.


Satu pukulan maut dari Ocha mendarat juga di belakang kepala Wine. KDRS (Kekerasan dalam rumah sahabat) "Nggak usah teriak bisa kan?"


"Jemput Arum" jawab Anya.


Wine yang tengah meneguk air tersedak seketika "Jemput Arum gimana? Orang Arum di rumah gue"


Anya mengerutkan dahinya bingung. Jelas-jelas Arum tadi dibawa oleh Danu didepan matanya. Anya sendiri yang bahkan menyiapkan baju ganti dan boneka kesukaan Arum. "Di rumah lo? Di bawa Danu tadi sore"


"Emang di bawa Danu tadi. Cuman dijalan ketemu sama mas Arka. Ya otomatis minta ikut mas Arka. Ketemu sama pawangnya"


Anya langsung merogoh kantong dasternya guna mengambil ponsel. Menghubungi suaminya itu sebelum sampai ke rumah Danu.


"Ngomong dong dari tadi!!" ucap Anya sewot.


***

__ADS_1



__ADS_2