Dunia Anya (Janda? It's Okay)

Dunia Anya (Janda? It's Okay)
Salto Dunia Anya : Bridal Shower


__ADS_3

Siapa yang paling gila diantara mereka bertiga?


Jawabannya Wine.


Siapa yang paling heboh diantara mereka?


Jawabannya Wine lagi.


Siapa yang memiliki ide-ide gila diantara mereka?.


Jawabannya tetap Wine.


Siapa yang paling kaya diantara mereka hingga mengeluarkan uang jutaan rupiah seperti membuang tisu wajah?


Jawabannya tetap Wine. Wine dan Wine lagi.


Anya hampir dibuat jantungan saat melihat ruangan yang baru saja ia masukin sekarang. Rumahnya sendiri namun berubah layaknya mini bar dengan dekor lampu kerlap-kerlip dari ruang tamu hingga ruang tengah.


Tak lupa juga dengan karpet merah yang terbentang panjang lengkap dengan lembaran uang berawarna merah yang berceceran dilantai.


Aku ulangi sekali lagi. Uang.


Ya benar-benar Uang. Bukan kelopak bunga mawar yang bisa dibeli di toko-toko bungan pinggir jalan.


Lilin-lilin berjejer rapi hingga membuat Anya begitu hati-hati saat melangkah. Sekali kesenggol dan jatuh—lenyap sudah rumahnya dilahap si jago merah.


Karena kehawatiran itu, Anya bahkan balik lagi ke arah pintu lalu meniup satu persatu lilin yang menyala hingga rasanya pinggangnya hampir copot. Tidak lucukan jika 2 hari lagi dia menikah malah mengeluh sakit pinggang?.


Anya mendengus sebal saat melihat Ocha yang baru sampai dirumahnya kini tertawa terbahak-bahak melihat Anya yang kerepotan sendiri meniupi satu per satu lilin yang ada.


"Encok lo Nyet nanti"


Rasanya semakin remuk saja saat Ocha melayangkan satu pukulan di pinggangnya. Wanita yang baru kemarin memutuskan untuk memotong rambutnya pendek itu ikut masuk ke dalam rumah.


"Jangan ditiup semua Nya" pinta Ocha.


"Kenapa?"


"Nanti Wine ketangkep sama warga"


"Anjir"


Ocha kembali terbahak setelah membayangkan jika Wine kini tengah keliling untuk mencari pesugihan. Sedangkan dirinya dan Anya harus menjaga agar lilin tetap menyala. Tak usah dijelaskan lebih rinci, kalian pasti tahu maksudnya.

__ADS_1


"Lo ikut bantu Wine buat ini semua kan?"


Ocha menggeleng "Dia minta bantuin. Tapi gue nggak bisa, anak bimbel gue lagi pada ulangan"


Melanjutkan masuk ke ruang tengah, Anya melihat balon bertuliskan 'Bridal Shower' menempel di dinding. Dibawahnya ada satu meja besar yang berisi semua foto mereka dari zaman SMA sampai sekarang.


Ada foto saat Anya menangis setelah dikejar oleh Wine dulu didepan fakultas kedokteran hanya karena gosip horor tentang gedung yang berhantu.


Ada juga foto kelulusan SMA mereka yang mendapatkan hadian nasi padang dari bang Arka.


Ada juga foto saat Arum lahir.


Dan yang paling berkesan adalah foto yang diambil beberapa hari yang lalu. Dirinya, Wine, Ocha, Arka, Sinan, Kais, Arum dan kembar yang diabadikan didalam 1 kertas foto.


Disana juga ada foto dirinya, Arun dan Jini yang diambil di kantor 2 minggu lalu.


"Gue yakin Wine lagi nangis nih" tebak Ocha.


Dan benar saja, setelah mengatakan itu. Ketiga wanita itu keluar dari persembunyiannya, Jini dan Arun memasang wajah bingung sambil menepuk Wine untuk menenangkan satu-satunya wanita yang sudah menikah diantara mereka.


"Idih cengeng. Bikin kejutan sendiri, malah nangis sendiri" sindir Ocha. Meski menyindir Ocha tetap menarik Wine kedalam pelukannya.


"Gue seneng dan sedih sekarang Cha" ucap Wine dalam isakannya. "Gue seneng karena Anya akhirnya nikah. Tapi gue sedih karena lo jadi keliatan nggak laku"


"Ini ngomong-ngomong mbak Anya kemana?" pertanyaan Alun barusan, menyadarkan mereka jika tokoh penting dalam acara malam ini menghilang seketika.


"Mbak Anya" panggil Jini.


"Gue disini" disisi lain Anya yang baru saja selesai mengumpulkan lembaran merah yang berceceran di lantai tadi kembali masuk ke dalam ruang tengah. Lumayan bisa buat beli susu Arum 2 bulan.


"Dari mana lo?" tanya Wine sambil mengusap air matanya. Percuma saja menangis, karena calon pengantinnya aja kelihatan datar tanpa ada tanda-tanda tersentuh sama sekali dengan kejutannya.


"Ngabisin duit berapa lo buat beginian?"


Wine memutar bola matanya. Berbicara dengan Anya, maka sama saja berbicara dengan uang. "Malah nanyain duit. Ko lo nggak sedih sih? Gue udah nangis ini"


"Cup cup cup. Aduh ibunnya kembar. Sini sini aunty cantik peluk" Anya merentangkan tangannya.


Mendapat rentangan tangan super lebar jelas membuat Wine hendak mengabur ke pelukan Anya. Namun baru satu langkah maju, senyuman licik Anya membuat Wine mengurungkan niatnya. "Lo pasti mau minta bayaran karena dipelukkan?" tebak Wine.


Anya tertawa puas. Ia tetap menarik Wine dan memeluknya erat "Kalau meluk minta bayaran duitnya halal kan ya Cha? Dari pada jagain lilin"


"Nggak waras emang" timpal Ocha.

__ADS_1


Jini dan Alun yang tak tahu apapun hanya saling pandang satu sama lain. Hari ini mereka melihat sisi lain dari Anya. Jika sudah bersama dengan Wine dan Ocha, sepertinya kewarasan Anya sedikit bergeser dari jalur yang benar.


"Jadi apa acara kita selanjutnya mbak?" Jini yang sepertinya sudah tak sabar dengan acara selanjutnya mengajukan pertanyaan.


"Kita mau pengajian" jawab Wine sambil menjauhkan tubuhnya dari Anya.


Jini mengerutkan keningnya bingung "Lah tapi gue kan nonmuslim mbak"


"Ya udah sini, syahadat dulu, assha—"


Plak.


Satu pukulan mendarat mulus di kepala bagian belakang Wine. Siapa lagi pelakunya jika bukan Ocha yang kini menggelengkan kepalanya ke Jini, berharap agat memaklumi tingkah absurd sahabatnya.


Jini hanya tertawa disusul oleh tawa Alun. Sahabat Anya benar-benar sangat menyenangkan. Bahkan di pertemuan pertama mereka.


"Lo nggak aneh-aneh kan Win?" Ocha kini mengecek satu per satu kaleng botol yang ada di atas meja, kadang ide ibu dua anak itu benar-benar tak bisa ditebak " Ini lo nggak nyelipin alkohol diantara kaleng soda kan Win"


"Ada 1. Buat Jini. Kalau buat kita ya nggak lah." Wine mendekati Ocha lalu mengambil satu kaleng botol berisi alkohol "Kenapa e kenapa, minumam itu haram, karena e karena merusak pikiran"


Oke. Sepertinya Maudy Ayunda sedang berubah menjadi abang Roma Irama.


"Arum kemana?" tanya Anya. Jika diadakan acara dengan lilin pesugihan, Anya yakin putrinya itu pasti sudah di ungsikan.


"Di rumah gue. Dijagain sa—"


Duarr.


"Hahah"


Duarr..


"Hahaha"


Belum juga kalimat Wine selesai. Suara balon meletus disertai tawa Arsya dan Aaras menandakan jika acara 'Bridal Shower' kali ini pasti gagal.


***


**Yey bukan hanya Wine aja yang ada sequelnya. Anya juga ada ya.


Mari kita lanjutkan yang menggantung-menggantung kemarin. Kali aja bisa sampai Arun sapa kalian 🤭


Jadi jangan lupa tinggalkan LIKE dan KOMENTARNYA ya. sedih bet kalau grafiknya minus terus 😂**

__ADS_1


__ADS_2