
mau info dulu kalau ini nggak di edit ulang ya. maaf kalau ada typonya.
*
"Ini apaan mas!!" pekik Anggi sambil menyerahkan ponselnya kepada Sinan. Wanita itu langsung datang begitu mendengar kabar mengenai gosip tentang hubungan Sinan dan Anya. Foto kejadian di restoran, membuat Anggi naik pitam dan langsung mendatangi apartemen Sinan bersama Setta.
Sinan yang tengah duduk di depan meja kerjanya hanya melirik singkat ke arah ponsel sang mamah. Hebatnya, alih-alih kabar mengenai Navel yang mengundurkan diri karena ketahuan meletakan alat penyadap di ruangannya, gosip dirinya dan Anya yang malah menyebar. Hadiah terakhir Navel benar-benar luar biasa.
"Mas jawab mamah!! Apa-apaan kamu sih mas. Kaya nggak ada cewek lain aja!!"
Sinan memijat dahinya yang kembali terasa pening. Karena gosip ini, semua kantor akhirnya tahu jika Anya bercerai dengan suaminya, dan semua orang juga hampir tahu jika Anya adalah korban pelecehan seksual. Jika mereka sudah menikah dan kabar itu menyebar, Sinan tak masalah karena semua orang tak akan berani mencibirnya. Tapi jika ketahuan sebelum mereka menikah, Sinan tahu kehidupan perkantoran Anya akan jauh dari kata baik-baik saja.
"Sinan sudah bicara sebelumnya kan mah, kalau Sinan suka sama Anya?"
Anggi menggebrak meja kerja Sinan "Bukankah mamah juga sudah bilang kalau mamah nggak setuju?!"
Sinan melirik sebentar ke arah adiknya yang kini memandang ketakutan ke arah mereka. Selama hidup Sinan tak pernah membantah ucapan mamahnya dan itu yang dicontoh oleh Setta. Maka saat melihat Sinan memberontak, Setta pasti merasa sedikit khawatir.
"Untuk kali ini biarkan Sinan yang memilih mah" ucap Sinan merendahkan kembali suaranya.
"Kamu tahu dia yang membuat mamah meninggalkan perusahaan kan Nan?"
Sinan mengangguk " Iya. Dan berkat dia, aku sama Setta dapat kasih sayang sepenuhnya dari dia"
"Dia sudah menikah Sinan!!" pekik Anggi.
"Dia sudah bercerai mah"
"Dan itu lebih buruk karena dia janda 1 anak!"
Sinan menghela napasnya. Biasanya dia akan menuruti semua ucapan sang mamah. Tapi untuk kali ini, untuk urusan Anya, dirinya benar-benar tidak bisa "Sinan suka sama dia mah. Sinan berniat untuk melamar dalam waktu dekat"
__ADS_1
"Mas!!!" pekik Anggi lagi. Setta yang sejak tadi duduk, kini langsung berdiri dan mendekat, menenangkan mamahnya yang saat ini menatap geram ke arah kakaknya.
"Mah" ucap Setta pelan.
"Kamu nggak usah ikut-ikutan Setta!!" ucap Anggi.
"Mas suka sama Anggi mah. Bahkan sejak SMA" Jujur Sinan akhirnya. Keluarganya tak ada satupun yang tahu alasan Sinan sakit saat kelas 3 SMA hingga di rawat di rumah sakit adalah karena melihat undangan pernikahan Anya. Sudah stres mendekati ujian dan semakin stres saat melihat undangan itu.
Anggi tertawa " Sejak SMA? Jangan gila kamu ya mas!!"
"Aku bisa jadi gila beneran kalau ngelepasin dia kali ini juga. Saat mas sakit kemarin, dia ada disini mah, jagain Sinan sampai tidak tidur. Tapi mamah? Mamah cuman nyuruh Sinan buat minum obat tanpa datang sama sekali kan mah?"
Anggi terdiam seketika.
"Itu sudah membuat Sinan semakin sulit ngelepasin Anya" lanjut Sinan.
Sinan berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Anggi. "Sinan mohon mah" ucap Sinan sambil berlutut dan menggenggam tangan mamahnya erat.
"Jangan gila kamu ya mas"
"Ayah"
"Jangan gila kamu mas. Ayah juga tidak setuju" lanjut Ayah.
Pria yang beberapa helai rambutnya mulai memutih itu kini berjalan mendekat. Menuntun sang istri agar duduk di sofa, membiarkan putranya yang kini masih berlutut di samping putrinya juga yang ikut berlutut menemani sang kakak.
"Ayah" ucap Sinan.
"Bukan hanya bercerai. Tapi dia juga memiliki anak di luar nikah mas. Kamu tega minta restu ke ayah dan mamah untuk nikahin wanita seperti itu?"
Anggi melebarkan matanya tak percaya. Begitupula dengan Sinan yang juga terkejut saat sang ayah mengetahui masa lalu Anya. Sinan hampir lupa jika Ayahnya adalah salah satu anggota kepolisian. Mencari informasi seperti ini jelas tidak susah.
__ADS_1
"Dia korban yah" kata Sinan dengan nada memohon agar ada sedikit keringanan.
"Ayah tahu itu. Dan sekalipun ayah menerima wanita itu, ayah belum tentu bisa menerima anaknya. Dia anak di luar nikah nan"
Sinan bergerak mendekati ayahnya dan kembali berlutut di depan sang ayah "Anak kecil itu tidak salah apapun yah"
"Ayah tahu. Tapi ayah tetap tak bisa menerimanya"
"Kamu benar-benar sudah gila nan!!" geram mamah lalu keluar dari unit apartemen Sinan dengan Setta yang mengekor di belakang Anggi.
***
"Wah pengin gue cincang itu Jini!!" pekik Wine dengan tangan yang berkacak pinggang. Mendengar sederet cerita Anya, membuat emosinya langsung naik pitam.
"Dibikin sate kayanya lebih enak!!" kali ini Ocha yang bicara. Wanita ini juga tak kalah emosinya saat mendengar sederet cerita Anya.
Saat pulang dengan wajah yang kusut dan di pergoki oleh Ocha dan Wine. Kedua temannya itu langsung menodong Anya agar cerita layaknya rentenir yang menagih hutang jutaan.
Anya yang pikirannya sudah kusut layaknya benang menceritakan semua yang terjadi di kantor hari ini. Pembahasan mereka jelas berputar pada Jini si biang masalah.
"Terus lo hampir ngaku status Arum kalau aja Sinan nggak narik lo?" tanya Wine.
Anya menganggukkan kepala. Saat ditarik oleh Sinan, pria itu membawa Anya ke dalam ruangan. Sinan menjelaskan segala hal kenapa Anya tak boleh mengatakannya sekarang. Setidaknya sampai mereka menikah nanti. Dan Anya yang pikiran sudah kacau karena masalah produk gagal, masalah Navel hingga masalah tentang gosip dirinya dan Sinan yang beredar hanya menganggukkan kepala.
Ocha menganggukkan kepala. Setuju dengan tindakan Sinan yang menarik Anya "Ikutin aja apa kata bos lu Nya. Kayanya itu ide yang lebih baik buat kenyamanan lo di kantor dan buat hubungan kalian berdua"
Anya menatap Ocha dengan air mata yang menggenang siap untuk meluncur "Lambat laun keluarganya juga akan tahu tentang masa lalu gue Cha" air mata lolos seketika.
Ocha memeluk Anya erat, begitu pula dengan Wine yang super cengeng itu juga ikut menangis dan memeluk Anya.
Ocah memeluk kedua sahabatnya ini erat " Itu urusan Sinan untuk meyakinkan keluarganya Nya. Kaya mas Arka dulu yang berusaha mati-matian buat dapetin Wine sampai disiram, jika Sinan serius sama lo, maka dia juga akan mati-matian buat mempertahanin lo"
__ADS_1
Wine melerai pelukannya dan menatap Ocah sedih "Kalau Sinan berhasil dan Anya nikah. Tinggal lo yang jadi perawan tua diantara kita bertiga dong"
"Kampret nih orang!" umpat Ocha yang tertuju kepada Wine. Sedangkan yang diumpat kini malah tertawa padahal baru saja menangis beberapa detik yang lalu.