Empat Serangkai

Empat Serangkai
Kembali Berulah


__ADS_3

LANGIT BERWARNA BIRU YANG MENANDAKAN CERAHNYA PAGI INI


Kesibukan orang-orang itu berbeda-beda, ada yang sudah bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ataupun untuk menafkahi keluarganya, ada juga yang masih sekolah karena itu masih menjadi kewajibannya untuk menuntut ilmu setinggi mungkin bagi para pelajar.


"KRINNGGG.....KRINGG....”


Bunyi bell istirahat sekolah sudah berbunyi, seluruh murid beranjak keluar dari kelasnya. Murid-murid sibuk dengan kegiatannya masing-masing, ada yang sedang asik bermain-main di halaman, ada yang sekedar berbincang-bincang dan bersendagurau  di taman dan banyak juga yang berbondong-bondong pergi ke kantin sekolah.


Disaat semua murid sudah meninggalkan kelas Reyza dan Reyzu masih sibuk di dalam  kelas dikarenakan mereka masih mencari uang saku Reyzu yang lupa dimana dia meletakkannya.


“Ihhhhh... kamu nyusahin aja jadi orang.” Kata Reyza.


“Namanya juga lupa....cepet bantu cari jangan hanya lihatin aja.” Reyzu mencari-cari dimana dia meletakkan uang sakunya.


“Nyarinya kemana, kalau kamu sendiri aja gak tau...masa harus nyusurin jalan sihh.” Reyza tidak peduli.


Akhirnya setelah mencari-cari di dalam tas, sampai harus mengeluarkan semua isinya akhirnya uang yang dicari ketemu yang terselip di dalam buku.


“Akhirnya ketemu...yessss.” Ucap Reyzu dengan senang.


“Udah ayoo cepetan ke kantin keburu Bell masuk.” Berjalan meninggalkan Reyzu yang mengemasi barang-barangnya lagi.


“ Tunggu... aku”


Sesampainya di kantin Reyza segera memesan makananya di ikuti oleh Reyzu yang baru datang dengan tergesa-gesa.


“Nasi campur sama es teh satu ya buuk.” Reyza Memesan makanan.


“ Dua Bukk...” Kata Reyzu sambil nyelonong antrian


Saat pesanan nya datang, mereka dengan lahap menyantap makananya meskipun agak terburu-buru dikarenakan jam istirahat yang mepet.

__ADS_1


Claras yang melihat si kembar Rey sedang makan berdua menghampirinya karena hanya disekolah Claras bisa bertemu dengan si kembar Rey dan Deden karena kita semua tahu masalah mereka ber empat di luar sekolah.


“ Jangan terburu-buru makanya, santai aja.” Claras Duduk disamping Reyza.


“Kamu mau makan juga...aku pesenin yaa.” Reyza menawari makanan kepada Claras.


“Kaya kamu punya uang lebih aja...” Sahut Reyzu sambil makan.


“Aku cuma mau pesenin aja...masalah bayar, biar dibayar sendiri hehehehe.” Gurau Reyza.


“Gak usah repot-repot...aku udah makan sebelum kalian sampai ke sini.” Jawab Claras.


Setelah makanan si kembar Rey habis, mereka melanjutkan mengobrol dengan santai sambil menghabiskan waktu jam istirahat yang sudah hampir habis. Ketika lagi enak-enak nya mengobrol mereka dikejutkan dengan para murid yang berlarian pergi ke suatu kelas, dimana kelas itu merupakan kelas Deden.


Ketika banyak murid yang berkerumun dikelas Deden, mereka bertiga sontak memikirkan hal yang sama yaitu Deden. Reyza yang sudah merasakan hal yang tidak enak kepada Deden, ikut pergi ke kelas Deden dibarengi oleh Reyzu dan Claras. Saat sudah sampai di depan kelasnya, mereka tidak bisa masuk karena banyak sekali murid yang berkerumun menutupi pintu masuk ke kelas. Dari dalam kelas terdengar ada murid yang sedang adu mulut dan kemungkinan terbesarnya mereka habis bertengkar. Alangkah terkejutnya mereka saat mendapati salah satu suara gaduh yang terdengar di kelas itu adalah Deden.


“Aduh.... itu kok seperti suara Deden sihhh....kenapa dia.” Tanya Claras dengan Raut muka yang panik.


“Jangan banyak omong kamu...cepat lapor guru sana.” Reyza Memukul kepala Reyzu.


“Aduhh...Aduhh...jangan galak-galak kenapa sihh.” Kata Reyzu sambil memegangi kepalanya.


Ketika Reyzu mau melapor ke guru, ternyata bapak/ibu guru sudah pada berdatangan karena melihat adanya banyak murid yang berkerumun di kelas Deden. Para guru menyuruh murid-murid untuk bubar pergi ke kelas masing-masing tak terkecuali si kembar Rey dan Claras karena sudah ada guru yang datang mereka sudah sedikit agak tenang dan pergi ke kelasnya.


Betapa keras kepalanya Reyzu ketika sudah sampai kelas dia berlari kembali lagi ke kelas Deden untuk melihat keadaan Deden di ikuti oleh Reyza. Di dalam kelas terlihat Deden, Dion dan Nino yang sedang ditenangkan oleh Pak Guru. Reyzu yang melihat adanya Dion dan Nino langsung beranggapan kalau mereka berdua lah yang telah mengganggu Deden. Dari tatapan mata dan raut muka Reyzu, kelihatan dia sangat kesal dan emosi tentang hal itu.


Yang awalnya si kembar Rey hanya melihat dari depan pintu, mereka kemudian memutuskan untuk masuk kedalam kelas untuk melihat dari dekat. Melihat kedatangan si kembar Rey, Nino yang masih sedikit trauma saat kejadian kemarin hanya bisa menunduk sedangkan Dion yang melihat si kembar Rey datang semakin marah karena masih dendam pada mereka.


Dion yang awalnya masih duduk saat ditenangkan oleh Pak Guru seketika berdiri dengan emosi mau menantang si kembar Rey. Akan tetapi Pak Guru dengan sigap menahan Dion dan memarahinya, tetapi karena Dion yang emosinya sudah memuncak berusaha untuk melepaskan diri dari pegangan pak guru karena sudah sangat geram dengan si kembar Rey.


Berbeda dengan si Reyzu yang melihat Dion sangat marah, dia malah memanas-manasi Dion dengan tingkah kocaknya dengan tujuan mengejek. Sedangkan Reyza hanya diam karena tidak mau terlibat terlalu dalam pada masalah ini. Pak Guru yang sudah jengkel terhadap tingkah mereka, menyuruh si kembar Rey kembali ke dalam kelasnya dan membawa Deden, Dion dan Nino ke ruang guru untuk mendapat hukuman.

__ADS_1


Ketika melihat Deden, Nino dan Dion dibawa keruang guru, Reyzu kembali mengejek Dion dengan kata-katanya yang kembali menyulut emosi si Dion.


“Huuu...beraninya di belakang guru...takut yaaa hahahaha.” Ejekan Reyzu kepada Dion.


Mendengar ucapan Reyzu, Dion semakin tersulut emosinya dan hendak berlari kearah Reyzu.


Akan tetapi lagi-lagi Pak Guru berhasil menghentikannya dan memarahi Reyzu karena tindakannya. “Reyzu....sekali lagi kamu bikin masalah, kamu ikut bapak ke ruang guru.” Nada kesal.


“hehehe....enggak kok pak, hanya bercanda.” Reyzu Ngeles.


“Kamu mending diem aja...memperkeruh keadaan aja.” Reyza menyuruh Reyzu untuk diam


“Gak papa lahh....kan seru.” Masih ngeyel.


Claras yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Deden, menanyakannya kepada si kembar Rey yang sudah kembali ke kelas. Reyza menjelaskan bahwa Deden habis bertengkar dengan Dion dan Nino, akan tetapi Reyza tidak bisa memberitahu penyebab mereka bertengkar karena dia tidak tahu apa penyebabnya.


Claras yang baru saja mendengar penjelaskan Reyza terlihat khawatir terhadap keadaan Deden.


"Terus keadaan Deden gimana?." Dengan muka cemas bertanya.


Reyzu menyahut omongan Claras


"Jangan terlalu dipikirin...mungkin dia baik-baik saja...kan dia laki-laki." Ngomong seenak jidat.


Reyza berusaha menenangkan Claras agar dia tidak terlalu khawatir


" Udah gak papa nanti kita tanyakan sepulang sekolah nanti." Menepuk pundak Claras.


Karena guru pengajar mereka sudah datang, mereka harus mengikuti pelajaran kembali dan berharap Deden tidak kenapa-kenapa.


 

__ADS_1


 


__ADS_2