Empat Serangkai

Empat Serangkai
Kembali Berulah 2


__ADS_3

RAUT MUKA YANG MEMELAS DAN TERTEKAN


“KRINGGG....KRINGG....KRINGGG..”


Akhirnya bell pertanda pulang telah berbunyi, para murid mulai mengemasi barang-barangnya, bersikap tegap dan tertata rapi para murid mulai berdoa untuk pulang. Selesai berdoa mereka bersalaman kepada guru pengajar, kemudian mulai beranjak meninggalkan kelasnya masing-masing.


Di depan gerbang sekolah Reyza,Reyzu dan Claras menunggu Deden keluar dari kelasnya untuk menanyakan bagaimana keadaanya, setelah beberapa saat menunggu akhirnya Deden terlihat baru saja keluar dari kelasnya dan berjalan menghampiri mereka yang dari tadi menunggunya di depan gerbang.


Deden berjalan ke arah si kembar Rey dan Claras dengan muka yang tampak memelas, sedih dan tertekan. Tidak heran dikarenakan Deden tadi baru saja terkena masalah disekolah karena perkelahiannya dengan Dion dan Nino.


Claras yang tidak tega melihat keadaan Deden langsung menanyainya perihal kejadian tadi, sampai membuat dirinya harus berkelahi dengan Dion dan Nino.


“Bagaimana keadaanmu....ada yang sakit.” Tanya Claras.


“Gak papa kok, gak ada yang perlu dikhawatirkan.” Deden Berusaha menutupi keadaanya.


“Bilangnya gak papa....tapi kok mukamu melas kaya bayi kurang asi.” Dengan santai Reyzu Berbicara se enaknya.


“Gak usah didengerin omongan Reyzu...yang penting kamu gak kenapa-kenapa kita sudah tenang kok.” Reyza berusaha Menenangkan si Deden.


“Iyaa aku gak papa...hanya terasa sakit sedikit tadi....tapi udah di rawat guru di UKS.” Bergeming.


“Syukurlah kalau begitu...bisa agak tenang sedikit kita jadinya.” Ada sedikit ketenangan di hati Claras.


Karena kondisi Deden yang sudah baikan, Claras berpamitan kepada mereka untuk pulang duluan supaya dia tidak terlambat pulang ke rumah karena kita tahu bahwa orang tua Claras itu sangat galak dan sangat membenci si kembar Rey dan Deden.


“Kalau begitu aku pulang dulu ya...takut dimarahin mama aku nanti.” Beranjak pergi meninggalkan mereka bertiga.


“Hati-hati dijalan Rasss....” Reyza Melambaikan tangan ke Claras.


Dikarenakan semua sudah beres dan Claras juga sudah pulang duluan, mereka pun mulai meninggalkan area sekolah. Diperjalanan pulang ke rumah Reyzu terus-terusan bertanya kepada Deden tentang kejadian perkelahiannya dengan Dion dan Nino.

__ADS_1


Dikarenakan Reyzu yang banyak tanya dan terus mengoceh mengenai kejadian yang dialaminya tadi, membuat Deden menjadi jengkel.


“Kamu tadi kenapa bisa berantem sama mereka.” Tanya Reyzu tanpa henti.


“Tas sekolah ku tadi dilempar-lempar sama mereka, sampai semua isi tasku berserakan.” Menjelaskan kronologi kejadian.


“Terus kamu main tonjok aja gitu.” semakin Reyzu bertanya semakin membuat kesal Deden.


“Iyaa....” Dengan pelan menjawab.


“Hebat ya kamu bisa 2 lawan 1.” Merangkul pundak Deden


“Gak...” Sedikit jengkel.


“ Terus...terusss...siapa yang menang.” Tanya Reyzu.


“Bisa gak kau diam..lama-lama aku tonjok juga kamu.” Deden yang sudah emosi Mendorong Reyzu kesamping.


Melihat pertengkaran mereka Reyza yang dari tadi diam gak peduli lama-lama juga jengkel terhadap tingkah Reyza yang selalu menjahili Deden. “Kalian berdua bisa diam gak...mau aku lempar ke sungai!!!.” Mengancam mereka berdua.


Melihat kakaknya yang sedang kesal dengan kelakuannya, Reyzu pun seketika diam dan tidak menjahili Deden lagi karena Reyzu sangat takut dengan kemarahan kakaknya.


Ditengah perjalanan dari arah belakang terlihat Dion dan Nino yang tengah menaiki sepedanya dengan kencang mengarah ke si kembar Rey dan Deden. Tiba-tiba Dion yang penuh dendam dan tengah dikuasai oleh emosinya menendang Reyzu dari arah belakang yang dimana posisi Reyzu saat itu berada di paling kanan atau bisa dibilang paling pinggir.


Karena tendangan Dion yang cukup keras membuat Reyzu jatuh tersungkur, jatuhnya Reyzu membuat Reyza dan Deden kaget akan hal itu sebab kejadian itu datang tiba-tiba tanpa disadari mereka bertiga, Reyza dan Deden langsung menolong Reyzu.


Dion dan Nino yang melihat Reyzu jatuh tersungkur malah berbalik arah menghampiri mereka seakan-akan menantang si kembar Rey.


Dion yang sudah berhasil membuat jatuh Reyzu dengan sombong menantang dan mengejek Reyzu karena beranggapan dirinya sudah menang "hhhhhhhh....ternyata cuma segini kemampuanmu, disenggol sedikit aja sudah jatuh....LEMAHHH." Menyombongkan diri.


"Pahlawan kesiangan kok jatuh...HHHHHH." Nino tertawa dengan keras.

__ADS_1


Mendengar ejekan mereka berdua Reyzu yang tidak terima, seketika bangkit dan langsung memukul Dion yang berada dihadapannya.


Pukulan keras Reyzu mendarat tepat di pipi Dion yang membuatnya langsung sempoyongan


Nino yang tadinya mulai percaya diri dan berani terhadap si kembar Rey kembali terdiam dan hanya bisa membantu Dion yang hampir jatuh karena pukulan Reyzu tadi.


Reyza berusaha menenangkan Reyzu agar tidak tersulut emosi dan membiarkan mereka agar masalah ini tidak semakin panjang dan rumit. Reyzu yang masih memiliki rasa kasihan terhadap Dion menyuruhnya untuk pergi dan tidak membuat masalah lagi dengan dirinya kalau tidak mau kejadian yang sama terulang kembali.


"Heeehh...jangan kau pukul itu anak orang tau..jangan emosi, udah biarkan aja mereka berdua pergi...lagian gak ada untungnya juga buat kita meladeni mereka." Reyza berusaha Menahan Reyzu.


"Kalau bukan karena Kakak aku,sudah aku habisin kalian yaa...cepat pergi dari sini..sebelum aku berubah pikiran." Kata Reyzu dengan marah dan Mengarahkan jari telunjuk ke Dion dan Nino.


Akan tetapi betapa keras kepalanya Dion, semakin diperingati malah semakin menjadi-jadi, dia tidak peduli dengan semua kejadian yang sudah terjadi pada dirinya


"Aku gak takut dengan kalian...sebelum kalian kalah aku tidak akan pernah berhenti mengganggu kalian." Memegangi pipinya yang lebam.


"Udahhh ayoo pergi...sebelum Reyzu berubah pikiran lagi." Nyali Nino mulai ciut.


Karena Dion dan Nino sudah kalah telak hari ini dan tidak memungkinkan lagi untuk melawan si kembar Rey, mereka akhirnya pergi dengan rasa malu yang tidak bisa disembunyikan.


Bagaimana tidak yang awalnya mereka datang dengan percaya diri membuat masalah dengan si kembar Rey, ketika pulangnya malah babak belur.


"Awas aja kau.....masalah ini belum selesai sampai disini...ingat kalian!!!." Menutupi rasa malu dengan omong kosongnya.


"Udah ayo pergi..." Nino Menarik-narik Dion supaya cepat pergi dari situ.


Akhirnya Dion dengan muka lebam di pipinya dan Nino yang sudah ciut nyalinya pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Cepat pergi sana...dasar orang gak tau diri..omongan mu aja yang besar nyatanya cuma ampas!!." Ejek Reyzu.


Setelah Dion dan Nino pergi serta suasana yang kembali tenang si kembar Rey dan Deden melanjutkan perjalanan pulang, dikarenakan Reyzu tadi sempat terjatuh membuat baju seragamnya kotor dan tangan kananya sedikit berdarah karena menjadi tumpuannya saat terjatuh.

__ADS_1


Mereka bertiga bersepakat untuk merahasiakan kejadian ini kepada siapapun, supaya tidak muncul masalah baru dan untuk menghindari kesalahpahaman orang lain yang mungkin bisa terjadi karena tidak tahu masalah yang sebenarnya terjadi pada mereka.


__ADS_2