
Si kembar Rey dan Deden masuk ke dalam tempat itu dan bertemu dengan Dion dan Nino yang tengah asik bermesraan dengan pasangan mereka.
Tanpa disadari oleh Dion dan Nino, Reyza berjalan mendekati kearah mereka,
Reyza menepuk pundak Nino sambil terus berjalan, di ikuti oleh Deden dan Reyzu yang berjalan dibelakang Reyza.
Saat mengetahui kalau yang datang ternyata mereka bertiga, seketika Dion dan Nino menjadi salah tingkah dan bingung harus berkata apa.
Sedangkan Reyzu yang berjalan paling belakang, menyempatkan untuk berhenti sebentar berbicara dengan mereka berdua.
" Ku lihat kalian demen banget gonta ganti pasangan kaya seleb aja, " Dari belakang merangkul pundak Nino.
" Hehe...Biasa anak muda, " Dion dengan sungkan menjawab.
" Bos...Mau ? " Entah apa yang sedang ditawarkan Nino kepada Reyzu.
Meskipun Nino tidak menyebut benda apa yang dia tawarkan, tapi Reyzu bisa langsung paham dengan maksud Nino.
" Kau kira aku ini apa !! "
" Plak.." Memukul kepala Nino.
" Kalian lanjutin aku pergi dulu, " Berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
" Siap..."
" Makasih Bos "
Ucap Dion dan Nino secara bergantian.
Dari kejadian ini sudah terlihat jelas perubahan sikap Dion dan Nino kepada si kembar Rey.
Setelah di hajar habis-habisan oleh Reyza pada kejadian 6 tahun lalu, Dion dan Nino benar-benar membuktikan ucapannya untuk tidak berani membuat masalah kepada si kembar Rey dan Deden.
Tanpa di duga Dion dan Nino sekarang malah berteman dengan cukup baik dengan si kembar Rey dan Deden, ya..meskipun perasaan takut Dion dan Nino kepada si kembar Rey belum bisa hilang dan kenangan masa lalu mereka masih teringat jelas di pikiran mereka.
~(X)~
Baru saja Reyzu duduk di tempatnya, Deden dengan usil malah menyuruhnya untuk memesan makanan dan minuman yang mereka suka.
" Kamu pesan makanan cepat, " Suruh Deden.
" Njing...Gue baru saja duduk udah di suruh aja, kalian dari tadi disini ngapain ? " Malas kalau dirinya harus balik lagi ke depan.
" Ya nunggu kamu lah, " Jawab Reyza dengan santai.
" Kamu aja yang pesan cepat, " Gantian menyuruh Deden.
" Oh tidak bisa...Kan aku yang traktir, jadi kamu yang harus pesan, " Deden menjadi Bos semalam.
__ADS_1
" Ajng Lahh...Hari ini aku ngalah, Awas aja besok gantian kamu yang jadi babu," Meskipun terpaksa, Reyzu tetap harus memesan makanan.
" Nahh...Gitu kan enak hahaha, " Deden tertawa puas karena sudah bisa mengerjai Reyzu.
Tak berselang lama, Reyzu kembali dengan membawa makanan dan minuman pesanan mereka.
Sesampainya di meja, Reyzu kemudian bercerita tentang apa yang dia lihat saat berada di depan memesan makanan tadi.
" Heh...Kalian masih ingat dengan orang yang namanya Bastian ? " Meletakan loyang makanannya ke meja.
" Bastian ? " Reyza sejenak berfikir.
" Orang yang dulu pernah terkenal di SMK kita karena di anggap sebagai penguasa atau pemegang sekolah, " Reyzu bercerita dengan serius.
" Ohh aku inget sekarang...Dia dulu Anak kelas 3 yang suka memalak dan menindas para murid terutama adek-adek kelasnya itu kan ? " Memastikan kebenarannya.
" Nah...Bener dia orangnya, " Menegaskan kata-katanya.
" Aku baru inget dengan orang itu...Untung saja aku hanya beberapa kali lihat dia dari kejauhan jadi gak pernah di palak sama dia, " Deden sangat bersyukur dengan kondisinya saat itu.
" Karena kau dulu baru kelas satu...Itupun kau setiap hari cuma ngendok di kelas dan jarang keluar kelas, " Ejekan Reyzu kepada Deden.
" Enak aja kau bilang...Aku kemana-mana kan cuma ikut kalian, " Mencekal omongan Reyzu.
Reyza menjadi penasaran, kenapa tiba-tiba Reyzu membicarakan tentang Bastian, orang yang sebenarnya tidak mereka kenal dan cuma tau nama dan rupa orangnya saja.
Tanya Reyza dengan penasaran.
" Sekarang Dia berada di parkiran depan dengan beberapa orang gerombolannya, " Jelas Reyza.
" Serius kamu ? " Terkejut.
" Iya aku serius...Dia membawa sekitar 6 orang kemari, entah apa yang akan mereka lakukan disini, " Yakin dengan apa yang dia lihat barusan.
" Juga baru kali ini aku lihat mereka datang kesini...Kalau mereka datang mau buat onar kita harus gimana dong, " Sekarang Deden benar-benar menjadi khawatir.
" Udah santai aja...Lagian kita juga belum tahu maksud kedatangan mereka, siapa tahu mereka kesini emang mau ngopi ? " Reyza tetap berfikiran positif.
" Entahlah aku juga tidak tau...Kita makan aja, dulu keburu dingin makanannya, " Mulai menyendok makanannya.
~ (X) ~
Mereka bertiga dengan nikmat menyantap bakso di temani teh hangat, sangat pas di santap pada saat suasana dingin seperti malam ini.
Belum sampai makanan mereka habis, Bastian dan gengnya masuk kedalam kedai seperti sedang mencari seseorang.
Terlihat salah satu temanya, menunjuk ke arah seseorang yang sepertinya orang itu yang sedang mereka cari.
" Itu dia orangnya, " Menunjuk ke arah seseorang.
__ADS_1
" Kurang ajar...Kita hajar dia !! " Seketika Bastian terlihat sangat marah kepada orang itu.
Ternyata orang yang mereka tunjuk adalah Dion, entah apa yang telah dilakukan Dion hingga membuat Bastian sangat murka kepadanya.
Bastian mendatangi Dion dengan penuh emosi, dia menarik baju Dion dan tanpa basa-basi langsung memukulnya kebagian wajah dengan sangat keras.
" Blam..."
Pukulan Bastian tepat sasaran.
" Brak..."
Dion jatuh tersungkur menabrak kursi.
Karena kencangnya suara Dion saat terjatuh, membuat semua orang yang ada di kedai melihat ke arah Bastian dan Nino.
Si kembar Rey dan Deden juga sama, seketika itu mereka berhenti makan dan membalikkan badan menoleh ke arah suara keras yang baru saja mereka dengar itu.
Mereka bertiga sontak kaget saat melihat Dion yang sudah terjatuh di lantai dan didepannya ada Bastian dan gerombolannya.
" Itu si anak segawon...Dari dulu emang suka cari gara-gara ya !! " Reyzu bergeming.
" Iya..Gak ada kapok-kapoknya tuh anak, " Heran terhadap sikap Dion dan Nino yang masih suka cari gara-gara.
" Kita bantu mereka...Takutnya ada masalah serius, " Niat baik Reyza.
" Gak Ahh...Mau nerusin makan dulu aku, keburu dingin gak enak, " Reyzu berbalik arah kembali menghadap ke makananya.
" Ayoo..." Menarik baju Reyzu dari belakang.
" Aaaaa..." Belum sampai di menyuapkan sendok nya ke mulut, Reyza sudah terlebih dulu menariknya.
Sedangkan Deden juga bingung, antara mau ikut bantu atau tetap duduk untuk mencari aman, karena dia tidak mau lagi mencari masalah dan ingin hidup tenang, dia sudah capek sepanjang hidupnya di penuhi dengan berbagai masalah yang terus-terusan datang menghampirinya.
Tetapi setelah sejenak berfikir, akhirnya Deden memutuskan untu ikut si kembar Rey buat menengahi masalah Dion dan Nino.
" Dah lahh...Ikut aja, itung-itung buat ngelatih mental, " Beranjak dari tempat duduknya.
~(X)~
Reyza langsung membantu membangunkan Dion dan Reyzu bertanya kepada Bastian tentang masalah mereka.
" Sebenarnya ada masalah apa...Ganggu orang lagi makan aja ? " Cara bicara Reyzu sudah bisa menggambarkan suasana hatinya saat ini.
" Kalian siapa Haaaa....Gak usah ganggu, ini urusan kami !!! " Dengan garang Bastian membentak Reyzu.
" Ohhhh..." Menghadapi Bastian dengan santai.
~ Next ~
__ADS_1