
Claras menghabiskan waktu berliburnya hanya berdiam diri rumah tanpa ada kegiatan yang berarti, dia bingung mau melakukan aktivitas apa untuk mengisi waktu berliburnya.
Setiap harinya dia cuma bisa bermain smartphone di kamarnya yang lama kelamaan membuat dirinya jenuh karena tidak adanya teman bermain.
Di dalam kejenuhan itu dia sempat berfikir untuk pergi bermain keluar menemui si kembar Rey dan Deden, karena dia yakin kalau mereka sekarang pasti lagi bermain bersama.
" Apa aku temui saja mereka ya? " Merentangkan seluruh badanya di atas kasur dengan pandangan menghadap ke atas.
" Tapi Mama lagi dirumah, aku harus pakai alasan apa agar bisa keluar ya " Meletakan lengan kirinya di atas kelopak mata dan memikirkan sebuah rencana.
" Ahhh....Pikirkan nanti aja yang penting bisa keluar rumah dulu " Claras beranjak dari tempat tidurnya.
Saat Claras menuruni tangga, dia melihat ke kanan dan ke kiri untuk memastikan kalau ibunya sedang tidak ada diruang tamu.
Saat berjalan ke arah pintu keluar dan mau membuka pintu, tanpa diduga Mama Claras memergokinya.
" Claras mau kemana kamu!!? " Nyonya bertanya dengan nada yang agak tinggi.
Claras berusaha tetap tenang supaya mamanya tidak curiga dengan maksud kepergiannya.
" Mau ke warung...Mama mau nitip? " Menghadap ke arah mamanya dan tetap tenang.
Nyonya yang tidak terlalu percaya dengan omongan si Claras, tidak bisa begitu saja mengizinkan Claras untuk keluar rumah, karena dia khawatir kalau Claras akan menemui teman-teman miskinnya tersebut.
" Mau beli apa kamu ke warung? " Kedua tangan berada di pinggang.
Claras yang tidak mau rencananya gagal, dia berusaha sebisa mungkin untuk mencari alasan supaya dia bisa keluar dari rumah.
" Mau beli makanan...Bosan aku dengan makanan yang ada dirumah " Jawab Claras dengan muka yang memelas.
Nyonya yang mulai curiga dengan gerak gerik Claras, langsung bisa menyimpulkan maksud dari kepergian Claras yang sudah pasti mau menemui si anak-anak miskin itu.
" Ohh...Saya tau... Pasti kamu mau menemui si anak-anak miskin itu kan....Jawab!!! " Jari telunjuk mengarah kepada Claras dengan mata yang melotot disertai nada yang tinggi.
Karena rencananya yang sudah ketahuan, Claras menjadi panik dan salah tingkah karena seperti tidak bisa mengelak lagi. Dia langsung terdiam sejenak saat Nyonya bertanya tentang maksud dari kepergiannya.
Meskipun begitu, Claras sebisa mungkin bersikap tenang dan mencari-cari alasan meskipun keringat mulai menetes dari atas kepalanya.
" Siapa juga yang mau menemui mereka " Menundukkan kepala.
__ADS_1
" Halahhh.....Jangan banyak alasan kamu....Kamu kira bisa dengan mudah membohongi Mama " Menatap tajam ke arah Claras.
" Sudah kubilang aku cuma mau pergi ke warung buat beli makanan itu saja.." Nada bicara yang semakin memelas.
" Gak usah banyak alasan....Cepat kembali ke kamar sana!!! " Bentak Nyonya dengan jari telunjuk mengarah ke lantai atas.
Ketika Claras sudah tidak ada harapan lagi untuk keluar rumah, keberuntungan ternyata masih berpihak kepada Claras.
Berjalan beberapa langkah dari pintu, terdengar seseorang yang tengah membuka pintu dari luar, ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Papa Claras yang baru saja pulang kerumah karena ada sesuatu yang tertinggal.
Claras tidak mau menyia-nyiakan kesempatan bagus ini, dia memanfaatkan kasih sayang papanya untuk beralasan agar di izinkan untuk keluar rumah.
Claras berniat menjadikan Papanya sebagai tameng untuk mendapatkan izin keluar dari rumah, dengan begitu Mamanya tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi.
" Papa...." Berbalik arah dan langsung memeluk Papanya.
Juragan kopi ( Papa Claras ) yang tidak tau apa-apa karena baru pulang, kebingungan saat melihat istrinya berada di depan pintu dan Claras yang tiba-tiba langsung memeluk dirinya.
" Ada apa sih? " Dengan lembut Juragan kopi bertanya dan membalas pelukan Claras dengan lembut.
Nyonya yang bisa menebak apa yang akan di lakukan oleh Claras, dia berusaha menghasut suaminya agar percaya kepada perkataanya.
" Kamu habis ngapain sih? " Tanya juragan sambil mengelus rambut Claras.
" Aku cuma ingin ke warung untuk membeli makanan, tapi sama mama gak di bolehin keluar " Menatap wajah juragan dengan sangat memelas.
" Alah....Alasannya doang itu Pa....Palingan dia mau menemui anak-anak miskin itu...Ayo ngaku!!! " Nyonya mencekal omongan Claras.
" Apa yang dikatakan mama kamu itu benar? " Sedikit membungkukkan badan dan Memegang kedua bahu Claras dengan erat.
" Enggak Pa...Aku hanya ingin ke warung doang, gak lebih " Menundukkan pandangannya.
" Jangan percaya sama omongan dia Pa...Alasan dia aja itu " Mata yang melirik tajam ke arah Claras.
Karena Juragan gak mau ribut dan dia harus cepat-cepat balik ke tempat pengepulan, dia memberikan izin kepada Claras untuk pergi dengan satu syarat.
" Ok...Papa kasih kamu izin untuk pergi " Mulai menegakkan badannya.
" Wahhh...Beneran Pa " Claras tersenyum dengan sangat senang.
__ADS_1
" Tapi dengan satu syarat...Kalau sampai kamu ketahuan main dengan anak-anak itu, jangan salahkan Papa kalau kamu Papa pindahkan keluar kota " Juragan serius dengan perkataanya.
" Terimakasih Pa.." Memeluk Papanya kembali dan bergegas keluar rumah.
Nyonya yang gak terima dengan keputusan suaminya, menjadi kesal dan jengkel karena hal tersebut.
" Gak bisa gitu dong Pa..." Tatapan kesal Nyonya mengarah ke Juragan.
" Sudah biarin saja, Kalau Claras berani macam-macam aku yang akan kasih pelajaran buat dia"
Juragan menenangkan Nyonya.
" Aahhhh...Terserah Papa saja " Sedikit cuek dan kesal pergi meninggalkan Juragan.
" Heeeeehhh....Dibilangin malah pergi begitu saja " Menggeleng-gelengkan kepalanya.
~ Mencari Keberadaan Teman-Temanya ~
Claras yang sudah berhasil keluar dari rumah, segera mengambil sepedanya dan ingin cepat-cepat menemui si kembar Rey dan Deden yang masih belum tahu keberadaanya.
Karena biasanya mereka di tepi sungai, jadi Claras memutuskan untuk terlebih dahulu mencarinya ke sana.
" Aku Cari ke sana aja kali ya....Siapa tahu mereka ada di sana? " Terus mengayuh sepedanya.
" Kalau di sana tidak ada....Aku harus mencari kemana lagi ya..." Tanya Claras dalam hati.
Dari pada terus berfikir gak jelas, Claras mempercepat laju sepedanya agar bisa cepat sampai di tepi sungai.
Sesampainya di sana, ternyata benar kalau mereka bertiga sedang asik memancing di tempat yang sama seperti kemarin.
" Ohhh Itu mereka, ternyata tebakan aku benar dan tidak pernah meleset ya hehehe " Ucap Claras dengan sangat senang.
Claras memarkirkan sepedanya di tempat si kembar Rey dan Deden memarkirkan sepedanya.
Setelah terparkir dia berjalan dan memanggil mereka bertiga dengan suara lantangnya.
" Haaaiii....Rey....Den...." Berteriak dan melambaikan tangan ke arah mereka.
Si kembar Rey dan Deden yang lagi asik mancing, menoleh kebelakang saat mendengar ada orang yang memanggil mereka.
__ADS_1
Tanpa diduga orang yang memanggil mereka tersebut adalah Claras.