Empat Serangkai

Empat Serangkai
Nasib Sial Untuk Deden


__ADS_3

Ketika si kembar Rey sedang pergi liburan di pantai bersama keluarga besarnya, Deden datang kerumah si kembar Rey dengan maksud untuk mengajak mereka pergi bermain dikarenakan hari ini adalah hari minggu, hari dimana mereka bisa bermain sepuasnya.


Namun pada saat sampai di depan rumah si kembar Rey, Deden hanya mendapati rumah yang sepi tanpa penghuni. Tidak biasanya rumah si kembar Rey sepi seperti ini, apalagi hari ini adalah hari minggu yang biasanya mereka pada sibuk untuk bersih-bersih rumah, akan tetapi hari ini tampak sangat sepi.


" Gak biasanya rumah mereka sepi, apa jangan-jangan mereka sedang pergi? " Bertanya dalam hati.


Deden yang masih penasaran dengan kemana perginya keluarga ini, masih berusaha mencarinya di sekeliling rumah, akan tetapi hasilnya tetap sama saja, dia tidak menemukan siapa-siapa di rumah itu.


" Apa aku coba cari aja kebelakang rumah....Siapa tahu mereka lagi bersih-bersih di sana. " Berjalan ke belakang rumah.


Karena tetap tidak menemukan siapa-siapa, Deden akhirnya memutuskan untuk pulang dan berniat untuk kembali lagi saat sore hari.


" AAAhhhhhh.....Pulang aja deh, gak ada siapa-siapa dirumah ini....Nanti sore aja balik kesini lagi. " Menaiki sepedanya meninggalkan rumah si kembar Rey.


Setelah beberapa gang meninggalkan rumah si kembar Rey nasib buruk menghampiri Deden. Dari Jauh Deden melihat Dion dan Nino yang sedang bersepeda mengarah ke pada dirinya.


" Waduh.....Kok bisa bertemu mereka disini sih...Bisa bahaya ini. " Spontan memutar arah dengan jantung yang sudah berdebar dengan kencang.


Deden yang tau kalau Dion dan Nino yang berada di hadapannya, langsung putar balik dengan niat untuk menghindari mereka berdua.


Akan tetapi Dion dan Nino yang sudah menyadari adannya Deden, juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang mereka anggap ini adalah kesempatan emas untuk memberikan pelajaran kepada Deden.


" Itu ada si cupu Deden lagi bersepeda sendirian. " Nino menunjuk ke arah Deden


" Kesempatan bagus buat ngasih dia pelajaran....Ayo cepat kejar jangan sampai dia lolos. " Mempercepat kayuhan sepedanya.


Deden yang takut kalau ke tangkap oleh mereka, mengayuh sepedanya dengan kencang dan berbelok-belok ke setiap gang yang dia lewati dengan harapan Dion dan Nino tidak bisa lagi mengejarnya. Akan tetapi itu semua menjadi sia-sia kalau keberuntungan belum berpihak kepada Deden.


Ketika Deden merasa semua sudah aman karena Dion dan Nino sudah tidak terlihat lagi, dia beranggapan kalau mereka berdua tidak bisa mengejarnya.


" Huuuuhhhhh......Akhirnya mereka tidak mengejar lagi. " Menghela nafas panjang dan melihat ke arah belakang.

__ADS_1


Saat Deden memelankan kayuhan sepedanya, tanpa di terduga pada saat di perempatan jalan yang mengarah ke persawahan dan perkebunan, dia malah berpapasan dengan Dion dan Nino yang membuat dirinya kaget dan langsung spontan mengayuh sepedanya dengan cepat guna menghindari kejaran Dion dan Nino.


" Waduhhh...." Sontak kaget dan mempercepat sepedanya.


Dion dan Nino yang tadi hampir hilang harapan saat kehilangan jejak Deden, kembali mendapatkan harapan saat tau kalau mangsa mereka malah menghampirinya.


" Woyy....berhenti kau!!!." Nino berteriak ke arah Deden.


" Anak sialan....Awas aja kalau kena.." Ancaman Dion.


Tapi sangat tidak terduga, Deden lebih unggul dari mereka berdua, hingga si Deden bisa memperjauh jarak diantara mereka. Tetapi tidak heran kalau Deden bisa menjadi sangat cepat, karena kepanikannya bisa menambah tenaga pada tubuhnya wkwkwk.


Karena panik itulah, bukanya dia belok lagi ke arah pedesaan tapi dia malah jalan lurus kearah perkebunan, dimana jalan perkebunan cukup terjal dan sedikit sulit di lalui.


Yaaa harus gimana lagi, namanya juga orang panik, di dalam pikiran Deden saat itu hanya bagaimana dia bisa lolos dari kejaran mereka berdua.


Karena jalan yang sangat terjal dan sedikit menanjak, Deden mulai kebingungan mau pergi kemana lagi, hingga dia memutuskan untuk masuk ke dalam kebun kopi milik seseorang.


" krusskkk....kruskskskks"


Kemudian Deden berlari masuk kedalam kebun kopi dengan muka paniknya. Dion dan Nino yang mengetahui Deden masuk kedalam kebun, memarkirkan sepedanya di tepi jalan dan berlari mengejar Deden masuk kedalam kebun.


Deden yang pintar tidak serta merta masuk begitu saja, dia masuk dengan cara memutari kebun kopi tersebut dengan maksud mengecoh Dion dan Nino.


Tanpa di duga rencanannya berhasil, ketika Dion dan Nino mencari dirinya kedalam kebun, Deden sudah keluar dari dalam kebun itu dan bergegas mengambil sepedanya.


Saat akan kabur, Deden punya rencana untuk menyembunyikan sepeda Dion dan Nino yang masih terparkir di tepi jalan.


" Aku sembunyikan dulu aja sepeda mereka, biar gak bisa kejar aq lagi. " Berusaha tetap tenang meskipun sedang panik.


Sepeda Nino dia sembunyikan di balik semak-semak dan ilalang yang cukup tinggi hingga sepedanya tidak terlihat, sedangkan sepeda Dion dia sembunyikan kedalam jurang yang tidak terlalu dalam di dekat kebun.

__ADS_1


Setelah rencananya berhasil, dia bergegas untuk kabur tanpa di ketahui si Dion dan Nino yang mungkin masih sibuk mencari-cari dirinya di dalam kebun kopi tersebut.


Saat Deden sudah pergi jauh, Dion dan Nino baru saja keluar dari kebun dengan mendapati sepeda mereka yang sudah hilang dan sepeda Deden yang tadi berada di semak-semak juga sudah tidak ada.


Hal itu membuat Dion dan Nino menjadi semakin marah karena telah dibodohi oleh Deden.


" Loh...Sepeda kita kemana perginya. " Nino kaget mendapati sepedanya yang sudah lenyap.


" Pasti ini ulah si anak sialan itu. " Dion mulai emosi.


" Sialan emang tuh anak....Lihat sepeda si anak sialan itu juga sudah tidak ada. " Kesal karena sudah dibodohi.


" Awas aja lain kali kalau kena....Akan ku hajar dia sampai masuk ke UGD. " Mengerutkan mata dan tangan yang mulai mengepal.


" Itu nanti aja, sekarang kita cari dulu sepeda kita....Pasti tidak jauh dia sembunyikan. " Nino berkeliling mencari sepedanya.


Beberapa saat mencari akhirnya mereka menemukan sepeda mereka yang berada di tempat yang berbeda.


" Huuaaahhhhh " Deden menghela nafas yang panjang.


" Hahahahaha.....Biar tahu rasa sepedanya kau sembunyikan, kau kira aku bodoh apa. " Sombong karena sudah berhasil lepas dari kejaran si Dion dan Nino.


Saat perjalanan pulang, si kembar Rey berpapasan dengan Deden yang sedang menaiki sepeda sendirian dengan tubuh yang berkeringat dan badan yang kotor.


" Itu si Deden habis ngapain sih...". Tanya Reyza.


" Iya tuh...Si anak kurang bumbu habis ngapain ya...Seperti habis di kejar anjing aja tuh orang." Jawab Reyzu.


" Dilihat dari arahnya dia dari kebun....tapi kenapa dia seperti habis di kejar seseorang ya..." Kata Reyza dengan penasaran.


" Biarin aja....Besok kita tanya, kalau di sekolah" Jawab Reyzu dengan santai.

__ADS_1


" hmmmm". Berfikir.


Untuk saat ini masalah tersebut hanya Deden saja yang tau.


__ADS_2