
" 2 Bulan Telah Berlalu "
Bulan ini merupakan bulan Desember. Selain hari raya, bulan Desember termasuk bulan yang banyak dinantikan oleh orang-orang karena pada bulan ini merupakan bulan akhir pergantian tahun dan di bulan ini libur panjang sekolah dimulai.
Akan tetapi untuk para pelajar, sebelum di mulainya libur panjang mereka harus melewati Ujian Tengah Semester ( UTS ) yang sangat melelahkan, UTS berlangsung selama satu minggu penuh dengan mengerjakan 2 mapel setiap harinya.
Itu juga yang di rasakan oleh si kembar Rey, Reyza dan Reyzu termasuk anak-anak yang cerdas sehingga tidak terlalu ambil pusing dan mempermasalahkan tentang UTS yang akan diadakan oleh sekolah besok senin.
Akan tetapi Deden yang tidak lebih cerdas dari si kembar Rey, khawatir tentang nilai yang akan dia dapatkan di UTS tersebut, setiap ada ujian dia yang selalu gelisah dan panik.
Si kembar Rey yang dari tadi melihat Deden yang tidak bisa diam dan terus-terusan gelisah dan panik, membuat mereka berdua sedikit jengkel dengan Deden.
" Aduhh...Ahhhh...Gimana ya...Aduhh...aku pusing...kalau aku dapat nilai 0 gimana ya...Ahhh Aduhh... Gimana ini...mana tinggal besok lagi....Ahh aduhh.." Bicara tanpa henti dengan tingkah kocaknya.
" Kamu bisa diam gak!! " Bentak Reyza.
" Bantu aku dong " Dengan Wajah melasnya Deden minta tolong.
" Makanya kalau malam itu belajar jangan tidur sambil nonton TV aja!!! " Sahut Reyzu.
" Aku sudah belajar...Tapi pas waktu ujian aku sering lupa dengan apa yang aku pelajari." Menundukkan kepalanya karena sudah pasrah.
" Makanya jangan terlalu panik....Biar gak sering kelupaan, Santai aja.." Dengan tenang Reyza bicara.
" Aku mana bisa tenang ini...Apalagi tinggal besok ujiannya. " Tambah pasrah dengan keadaan.
" Kalau gak mau ribet dan nilai mu menjadi bagus...Aku punya cara. " Kata Reyzu sambil membaringkan badanya di rumput.
" Gimana caranya " Sedikit tenang karena mengira Reyzu akan membantunya.
" Kamu tinggal bawa contekan dari rumah...Gampang kan hahahaha " Tertawa dengan kencang.
" Plaaakkkk "
Deden yang kesal memukul Reyzu dengan keras.
" Aduh...Aduh..hahahaha " Memegangi bagian yang dipukul dan masih sempat-sempatnya tertawa.
" AJng kau...Di tanya serius malah bercanda " Raut muka kesal tampak dari wajah Deden.
" Sudah-sudah jangan bertengkar....Kamu dan aku kan beda kelas, kalau masih satu kelas masih bisa aku kasih kamu contekan. " Ucap Reyza.
__ADS_1
" Iya makanya itu....Beri solusi lah " Melempar-lemparkan batu ke sungai.
" Solusinya ya belajar!!!.."
" Plaaakkk..." Reyzu gantian memukul kepala Deden.
" Anak sialan kau!!!.." Mau memukul Reyzu tapi tidak kena.
Saat mereka sedang asik berbicara, tiba-tiba Claras datang dan memanggil mereka yang membuat mereka jadi terkejut.
" Haiiiiii " Melambaikan tangan ke arah mereka.
Ketika sampai, Reyza langsung bertanya ke Claras kenapa dia datang ke sungai.
" Kamu kenapa datang kesini?. " Tanya Reyza.
" Gak papa, hanya mau bertemu dengan kalian saja. " Jawab Claras.
" Kamu kok tau kalau kami disini? " Reyzu bertanya.
" Cuma feeling aja, lagian kalian kan pernah aku ajak kesini kemarin." Senyum manis dari wajah Claras.
" Emang kamu gak di marahi sama orang tuamu kalau bertemu dengan kami lagi " Tanya Reyza karena khawatir dengan Claras.
" Yaudah kalau begitu....Tapi kalau sampai ketahuan orang tuamu aku gak tanggung jawab" Reyzu dengan serius menatap wajah Claras.
" Iya santai aja " Membalas tatapan Reyzu dengan senyum manisnya.
Karena senyuman manis Claras membuat Reyzu seketika salah tingkah dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Claras yang dari tadi melihat Deden termenung seperti ada masalah, langsung bertanya kepada Deden, akan tetapi Deden yang malu dan canggung hanya diam saja.
" Dennn...kamu kenapa dari tadi diam merenung seperti itu " Menatap ke arah Deden.
" Hmmmm " Deden terdiam sambil melempar-lemparkan batu ke sungai.
Karena tidak mendapat jawaban dari Deden, lantas Claras menanyakannya ke pada si kembar Rey.
" Deden kenapa sih Rey? " Tanya Claras.
" Gak tau...Lagi banyak hutang kali hehehehe " Canda Reyzu.
__ADS_1
" Kamu di tanya beneran malah bercanda. " Membuang muka.
" Dia lagi mikirin soal UTS besok...katanya takut kalau nilainya jelek. " Jelas Reyzu.
Claras yang mendengar penjelasan Reyza, mendekati Deden untuk memberinya semangat supaya tidak putus asa.
" Sudah jangan terlalu dipikirin...Yang penting kamu rajin belajar pasti bisa kok. " Memegang bahu Deden.
" Terimakasih ya. " Jawab singkat.
" Iya.... yang penting terus semangat dan rajin belajar " Kata Claras.
" Padahal kalau dipikir kamu setiap tahun juga naik kelas terus...Kenapa harus takut. " Reyzu membaringkan kembali badanya di rumput.
" Bener juga yang dikatakan Reyzu, kamu harus yakin...Buktinya kamu setiap tahun naik kelas kan, itu tandanya kamu masih pandai. " Kembali menyemangati Deden.
" Terimakasih sudah menyemangati aku " Deden kembali menemukan kepercayaan dirinya lagi.
" Nah....Dari tadi gitukan enak...Gak kaya tadi" Kata Reyza.
" Uaahhhhhh " Reyza ikut membaringkan badanya di dekat Reyzu.
Mereka menghabiskan hari minggu dengan berbincang-bincang satu sama lain di tempat itu, karena ini menjadi yang kedua kalinya Claras bisa berkumpul dengan mereka diluar area sekolah setelah terjadinya masalah antara mereka dan keluarga Claras.
Tak terasa adzan dhuhur telah berkumandang, karena hal itu mereka memutuskan untuk pulang karena sudah siang, tidak terasa waktu yang panjang ini terlihat sangat singkat.
" Sudah Adzan....Ayo kita pulang " Reyza Duduk terbangun.
" Bentar lah...masih panas ini. " Ucap Reyzu.
" Iya enakan disini.. Sambil menikmati angin sepoi-sepoi " Sahut Deden.
" Iya ayo pulang...Jangan kesiangan keburu orang tuaku pulang dari tempat pengepulan " Claras berdiri dari duduknya.
" Kalau kalian mau disini...Kalian disini aja, aku mau pulang aja sama Claras. " Berdiri dan merenggangkan badanya.
Karena tidak mau di tinggal pulang, Reyzu dan Deden mau tidak mau harus ikut pulang sama mereka.
Akhirnya mereka pulang bersama-sama dengan hati yang senang dan gembira, setelah sekian lama akhirnya mereka bisa berkumpul dan bermain dengan Claras lagi di luar area sekolah , meskipun dengan sembunyi-sembunyi dan rasa was-was yang ada pada mereka setiap saat bertemu.
Akan tetapi, hal ini menjadi pertanda untuk mereka, kalau di setiap masalah yang terjadi pasti ada peluang untuk memperbaiki masalah tersebut.
__ADS_1
Dengan tetap berusaha dan pantang menyerah itu merupakan kunci terpenting untuk meraih suatu keberhasilan atau kesuksesan dalam setiap kegiatan atau usaha yang akan dilakukan.
Intinya jangan pernah menyerah meskipun seberat apapun keadaanmu, karena sebuah keberhasilan atau kesuksesan tidak ada yang instan dan pasti akan melewati banyak rintangan dalam perjalan menuju keberhasilan atau kesuksesan tersebut.