Empat Serangkai

Empat Serangkai
Masalah Bersama


__ADS_3

" Sore Harinya "


Setelah tadi siang lelah kejar-kejaran dengan Dion dan Nino. Deden masih nekat untuk pergi kerumah si kembar Rey dan mau menceritakan apa yang di alaminya tadi siang ke pada mereka berdua.


Dengan perasaan yang masih khawatir, Deden jalan pelan-pelan mengayuh sepedanya dengan pandangan yang sangat fokus ke sekitar karena dia masih sedikit takut dan tidak mau kalau bertemu Dion dan Nino lagi di jalan.


Tatapan mata yang melihat ke segala arah dan jantung yang berdebar-debar Deden terus mengayuh sepedanya, dia sampai melewati gang-gang sempit demi menghindari resiko bila bertemu lagi dengan Dion dan Nino di jalan.


Setelah perjalanan panjang dan mendebarkan itu, Deden sampai juga di rumah si kembar Rey. Entah kenapa jarak rumah mereka yang sebenarnya dekat, terasa menjadi sangat jauh hari ini.


Ketika di depan rumah si kembar Rey, Deden kagum dan heran dengan adanya mobil mewah di depan rumah mereka.


" Waahhh....Ini mobil siapa ya?....Apa mungkin tadi pagi mereka tidak ada di rumah, sedang membeli mobil ini....hhhmmm. " Dengan heran bergeming di dalam hati.


Di depan rumah si kembar Rey, dengan lantang Deden memanggil-manggil nama mereka.


" Reyza....Reyza.....Reyzu.....Reyzu..." Masih di atas sepedanya, memanggil dengan lantang.


Reyza dan Reyzu yang masih istirahat tiduran di kamar, langsung terbangun ketika mendengar suara Deden yang memanggil manggil mereka.


" Itu siapa sih...sore-sore teriak-teriak di depan rumah orang. " Reyzu Bergeming dengan guling yang masih di pelukannya.


" Bukanya itu suara Deden?. " Duduk terbangun.


" Gak tau....coba kamu lihat. " Kata Reyzu


" Uaahhhhh ( menguap)..." Berjalan keluar sambil merenggangkan badannya.


Mata yang masih sipit dan nyawa yang masih belum terkumpul, Reyza keluar rumah menghampiri Deden yang masih berada di atas sepedanya.


" Kenapa sore-sore kesini?. " Mengusap-usap kedua matanya.


" Kau sore-sore masih tidur aja....seperti orang sedang sakit." Ejek Deden.


" Kamu ada perlu apa kesini?." Tanya Reyza.


" Yok pergi main...mumpung masih sore, nanti keburu malam." Ajak Deden.


" Gak ahh...Lagi males aku.." Menggaruk-garuk rambutnya.


" Sebentar aja, aku mau cerita soal Dion dan Nino tadi pagi..." Membujuk Reyza agar mau.


" Kenapa sama mereka?...Ganggu kamu lagi?"


Tanya Reyza.


" Makanya ayo...Kita cari tempat yang enak buat cerita." Kata Deden.


Saat mereka berdua mengobrol, dengan nyawa yang masih belum terkumpul, Reyzu dari dalam rumah keluar menyela omongan mereka berdua.


" Si anak kurang bumbu... Udah sore masih kesini aja." Berjalan keluar dari rumah.

__ADS_1


Reyzu menghampiri mereka berdua yang kelihatanya sedang mengobrol tentang masalah yang cukup serius.


" Kamu kenapa sore-sore kesini. " Tanya Reyzu.


" Aku ada perlu dengan kalian...ayo pergi cari tempat yang nyaman buat aku cerita." Dengan serius menjawab.


" Katanya dia ada masalah lagi sam Dion dan Nino. " Kata Reyza.


" Kamu diapain lagi emang sama mereka? " Tanya Reyzu dengan serius.


" Aku gak bisa cerita disini....ayo ke tepi sungai, enak di sana kalau aku mau ngomong." Mengajak si kembar Rey untuk pergi.


" Yaudah kalau begitu ayo. " Reyza berjalan mengambil sepedanya.


Kemudian mereka berdua jalan bersama-sama menuju ke sungai, saat di perjalanan tanpa di sengaja mereka bertemu Claras yang entah mau kemana dia pergi.


Mereka menyapa dan menyempatkan waktu untuk berhenti sebentar dan mengobrol di tepi jalan.


" kamu habis dari mana Ras?. " Tanya Reyza.


" Ini....Aku mau pergi ke warung sebentar membeli sesuatu.." Tersenyum manis ke arah mereka.


" Kamu lagi disuruh atau kemauan kamu sendiri ke warungnya? " Reyzu bertanya.


" Enggak disuruh....Emang akunya yang mau beli sesuatu aja. " Claras menjawab.


" Ohhhh..."


" Mau ke sungai sebentar." Jawab Reyza.


" Mau mancing?...Tapi kok gak bawa pancing sih? " kembali bertanya.


" Enggak mancing...Ada urusan sebentar hehehe. " Ujar Deden.


" Urusan apa emangnya?." Semakin penasaran.


" Enggak ngapa-ngapain sih sebenarnya...Cuma ada masalah aja sih." Reyzu dengan santai berbicara.


" Plakk..." Reyza memukul kepala Reyzu.


" Aduh..." Memegangi kepalanya.


" Hahh...ada masalah apa, aku pokoknya mau ikut ke sungai." Claras terkejut.


" Gak usah...hanya masalah kecil kok." Ujar Deden.


" Terserah apa yang akan kalian lakukan...Pokoknya aku harus ikut." Memaksakan diri.


" Nanti kamu di marahin orang tua kamu lagi, kalau ikut kami. " Kata Reyza.


" Gak akan tau mereka.." Claras yakin dengan keputusannya.

__ADS_1


" Yaudah kalau kamu mau ikut...Ayo berangkat." Reyzu bersiap mengayuh sepedanya.


Karena tidak ada jalan lain untuk mencegah Claras untuk ikut, jadi mau tidak mau Claras ikut dengan mereka ke sungai.


Sesampainya di sungai mereka langsung menuju ke tempat biasanya pergi mancing, karena di sanalah tempat yang paling sejuk dan syahdu untuk mereka mengobrol dan menikmati senja di sore hari.


" Ahhhh.... nyamannya tiduran disini" Reyzu membaringkan tubuhnya di atas rerumputan di bawah pohon.


" Ahhhhh....benar yang kamu bilang, disini emang nyaman." Membaringkan badanya di samping Reyzu.


Reyza dan Claras hanya duduk disamping mereka.


" Kita sudah disini, sekarang kamu mau bicara apa?." Tanya Reyza dengan memukul paha Deden yang sedang berbaring.


" Ini masalah Dion dan Nino yang aku ceritakan tadi." Duduk terbangun.


" Hahhh....kamu di ganggu lagi sama mereka?." Claras terkejut.


" Iya...tadi pagi." Jawab Deden.


" Dimana kamu di ganggu? " Tanya Reyzu dengan santai sambil tiduran.


" Sebenarnya tadi pagi aku kerumah kalian, tapi kalian gak ada...nah pas pulangnya aku ketemu sama mereka waktu dijalan." Menjelaskan semua yang terjadi.


" Terus kamu di apakan sama mereka? " Tanya Reyza dengan serius.


" Kamu gak kenapa-kenapa kan?. " Tanya Claras.


" Enggak papa kok, aku hanya di kejar sama mereka sampai di kebun kopi...untung aku bisa lolos dan mengecoh mereka." Menjelaskan yang terjadi.


" Syukurlah kalau kamu gak papa." Claras sedikit lega mendengar cerita Deden.


Reyzu yang dari tadi hanya mendengarkan saja, jadi teringat kalau pas saat pulang dari pantai tadi, bertemu dengan Deden di jalan dengan kondisi seperti orang yang habis di kejar-kejar seseorang.


" Ohh...Berarti saat bertemu denganmu dijalan tadi kamu habis di kejar sama mereka ya." Kata Reyzu.


" Ohh iya...aku inget, pas pulang dari pantai tadi kami bertemu denganmu dijalan, pantes keadaanmu tadi gak karu-karuan." Ujar Reyza.


" Udahh....Yang penting kamu gak kenapa-kenapa." Tersenyum ke arah Deden


" Iya " Membalas senyuman Claras.


" Masalahnya sudah selesaikan...Kamu juga hanya ingin cerita masalah itukan?." Reyzu duduk terbangun dan bertanya.


" Iyaa " Jawab Deden.


" Kamu tenang saja, jangan takut....Kalau di sekolahan besok, mereka gak bakal berani ganggu kamu...kalau untuk di luar sekolah masih ada kami yang siap bantu kamu." Reyza memegang pundak Deden.


" Terimakasih ya " Jawab Deden.


" Kalau masalahnya sudah selesai...ayo kita pulang, kasian Claras nanti kalau di marahin Orangtuanya lagi." Berdiri dan mengacak-ngacak rambut Deden.

__ADS_1


Karena masalah ini mereka anggap selesai, mereka memutuskan untuk pulang agar Claras tidak dimarahi lagi oleh orang tuanya.


__ADS_2