Empat Serangkai

Empat Serangkai
Hari Ujian 2


__ADS_3

~ 5 Hari Telah Berlalu ~


Akhirnya UTS yang panjang hampir selesai, hari ini merupakan hari terakhir untuk para murid melaksanakan UTS.


Akan tetapi hari ini merupakan hari yang sangat berat untuk mereka, karena jadwal mapel terakhir UTS mereka adalah Matematika.


Yaa benar Matematika, pelajaran paling di benci oleh para murid karena tingkat kesulitan mata pelajaran ini, belum lagi ditambah dengan guru mapel yang selalu on time dan jarang absen, membuat banyak murid tidak menyukai mata pelajaran ini.


Dan pelajaran matematika merupakan pelajaran yang paling tidak konsisten, dimana apa yang di contohkan di buku dengan apa yang di ajarkan oleh guru sangat berbeda.


Terutama pada saat ujian, belum sampai mereka menuliskan jawaban, tetapi para murid sudah terkena tekanan batin dan mental hanya setelah melihat dan membaca soal yang ada pada lembar soal ujian.


Tetapi kebanyakan murid mensiasati keadaan tersebut dengan mengisi atau menjawab soal yang mereka anggap mudah dan tidak memakan banyak waktu.


Anehnya tetapi setiap waktu ujian selesai, hampir semua murid mengumpulkan lembar jawaban dengan penuh tanpa ada yang kosong, meskipun 80% hasil nyontek , 19% jawab asal-asalan dan 1% menjawab sendiri dan hokinya jawaban mereka benar.


~ Ujian Matematika Dimulai ~


" Kring....Kring....Kring "


Semua murid duduk rapi di bangkunya, satu persatu mengeluarkan alat tulis dan juga kertas lembaran yang akan mereka gunakan untuk menghitung nantinya.


~Para guru satu persatu memasuki ruang kelas


~murid-murid berdoa demi kebaikan bersama saat mengerjakan ulangan.


~Guru mulai membagikan lembar ulangan satu persatu


Setelah semua murid mendapatkan lembaran soal matematika, maka ujian pun di mulai.


Reyzu yang tidak menyukai pelajaran matematika, belum merespon sama sekali lembar soal yang ada di hadapannya. Dia hanya menundukkan kepala di atas meja seakan-akan malas dan pasrah menjadi satu pada dirinya.


" Plaakkk " Reyza memukul kepala Reyzu.


" Bukanya di kerjakan malah tidur. " Mulai menulis identitas pada lembar jawabannya.


" Kamu aja yang mengerjakan aku nanti nyontek. " Kata Reyzu sambil mengangkat kepalanya.


" Kalau gak bisa setidaknya usaha lah sedikit-sedikit. " Mata yang melirik tajam kearah Reyzu.


" Iya-iya aku kerjakan " Mulai mengangkat dan membuka lembar soal.


Dalam ujian matematika ini Reyza juga sedikit mengalami kesulitan, ada beberapa soal yang belum dia mengerti cara penyelesaiannya karana materi yang disampaikan oleh guru belum sampai pada materi dalam soal tersebut.


" Ini gimana jawabnya ya?. " Menggaruk-garuk rambutnya.


" Kenapa? " Tanya Reyzu.


" Soal ini belum pernah di jelaskan oleh guru kayaknya. " Menunjuk soal tersebut.


" Hmmm...Gak tau " Mencontek jawaban Reyza.

__ADS_1


" Eeeeehhhhh....kamu ini!!! " Menarik lembar jawabannya yang diambil Reyzu.


" Pinjam bentar lah " Mengambil kembali lembar jawaban Reyza.


" Aduuh....kalau bukan adikku udah aku tonjok kamu!!! " Terpaksa memberi contekan kepada Reyzu karena faktor saudara.


Setelah mencontek semua jawaban Reyza, kemudian Reyzu berusaha sendiri menjawab soal ujiannya karena si Reyza yang sudah tidak mau mengasih contekan kepada dirinya.


Sedikit-demi sedikit Reyzu berhasil menjawab soal tersebut, sampai dia terhenti pada satu soal cerita yang membuat dia bingung.


Mau tidak mau dia harus kembali mencontek jawab Reyza meskipun dia harus bersusah payah membujuknya.


" Ada 8 orang yang terbagi menjadi 4 kelompok yang saling berhadap-hadapan, setiap kelompok memegang senjata tajam yang berbeda-beda;


- Kelompok 1 memegang sebuah pisau


- Kelompok 2 memegang sebuah celurit


- Kelompok 3 memegang sebuah pedang


- Kelompok 4 memegang sebuah tombak


Jika sajam itu digunakan untuk saling menusuk organ vital orang yang dihadapan mereka menggunakan sajam yang sama, berapa kemungkinan orang yang masih hidup? " Reyzu membaca soal tersebut berulang kali.


Karena tidak menemukan jawabannya, dengan terpaksa dia meminta contekan lagi kepada Reyza.


" Aku nyontek lagi dong? " Bujuk Reyzu.


" Aku bingung dengan soal nomer 5 ini...kaya orang mau ngajak tawuran soalnya hehehe? " Menunjukan soal nomer 5 kepada Reyza.


" dua jawabannya " Jawab Reyza.


" Kok bisa dua sih? " Reyzu kembali bertanya.


" Tinggal jawab aja kenapa sih...Pakai tanya segala " Melanjutkan mengerjakan soal ulangannya.


" Iya-iya " Menulis jawaban tersebut.


~ CLARAS ~


Bukan hanya Reyzu saja yang bingung dengan soal nomer 5 itu, ternyata Claras juga merasakan hal yang sama.


Dia bimbang untuk mengerjakan soal tersebut karena dia memiliki dua jawaban di kepalanya.


" Ini jawabannya berapa ya... Dua atau Nol ya "


" Aduuhhhh Berapa sih? " Bertanya dalam hati.


" Jika digunakan untuk menusuk seharusnya 0 sih...Mati semua kan orangnya, tetapi kalau hanya pisau yang digunakan untuk menusuk masih ada kemungkinan untuk hidup, soalnya di TV aku sering lihat kalau banyak yang masih hidup kalau ditusuk cuma pakai pisau " Berusaha menyimpulkan dalam hati.


" Tapi pertanyaannya hanya organ vital saja, tidak diberi tahu organ vitalnya yang mana...Kalau yang ditusuk jantung ya langsung mati juga. " Mengetuk-ngetuk kepalanya karena sulit berfikir.

__ADS_1


" Yaudah deh...Aku jawab dua saja, karena gak disebutin yang ditusuk organ vital yang mana, lagian di berita TV orang yang ditusuk pakai pisau juga sedikit orang yang mati. "


Setelah berfikir panjang akhirnya Claras yakin dengan jawabannya tersebut.


~ DEDEN ~


Seperti biasa di kelas Deden selalu ramai, karena banyaknya murid yang saling contek mencontek, apalagi hari ini ujian matematika, semakin bertambah ricuh seisi kelas.


Saat Deden membaca soal nomer 5, dengan percaya dirinya Deden langsung bisa menyimpulkan jawaban atas soal tersebut.


" Ini soalnya benerkan? " Bertanya dalam hati.


" Soal ini gampang banget....Anak TK juga bisa mengerjakan soal ini. " Senyum percaya diri nampak dari wajahnya.


" Kalau dipikir orang kalau saling menusuk dengan senjata tajam yaa pasti matilah...Berarti jawabannya Nol dong. " Tanpa basa basi langsung menyimpulkan jawabannya.


" Coba saja kalau semua soalnya seperti ini...Bisa dapat seratus aku hehehe. " Tertawa dengan senang.


~ Kring.....Kring... ~


Bel istirahat berbunyi


Semua murid maju satu persatu untuk mengumpulkan lembar jawaban ulangannya.


Selesai mengemasi alat tulisnya, silih berganti para murid meninggalkan kelas untuk beristirahat.


Si kembar Rey yang lagi malas untuk ke kantin, memilih duduk-duduk di taman sambil melihat-lihat adek kelasnya yang lagi asik bermain-main di halaman.


Deden dan Claras menemui mereka berdua, seperti biasa meskipun UTS sudah selesai tapi mereka masih membahas tentang ujian matematika tadi dengan saling bertukar pendapat mengenai jawaban mereka tadi.


" Gimana ujian kalian tadi? " Tanya Deden.


" Lancar aja. " Jawab Reyza.


" Sama aku juga lancar aja " Ucap Claras.


" Gak tau...aku cuma nyontek Reyza " Melihat Ke arah Reyza.


" Menurut kalian soal yang susah tadi nomer berapa? " Reyza bertanya kepada mereka.


" Kalau aku nomer 2 " Claras menjawab.


" Nomer 2 soal mudah seperti itu masa kamu gak bisa? " Dengan PD Deden menjawab.


" Iya aku juga nomer 2 susah " Sahut Reyza.


" Susahnya dimana sih? " Deden menjadi ragu dengan jawabannya tadi.


Reyza dan Claras menjelaskan jawaban mereka secara bergantian menurut pemikiran mereka sendiri, meskipun pemikiran mereka yang berbeda tetapi jawaban mereka sama yaitu sama-sama menjawab Dua(2), sedangkan Deden yang terlalu percaya diri malah menjawab Nol(0).


~ Ujian Selesai ~

__ADS_1


Akhirnya suasana ujian yang menegangkan sudah usai, kini para murid tinggal menunggu datangnya hari libur panjang tahun baru.


__ADS_2