Empat Serangkai

Empat Serangkai
Zidane


__ADS_3

Sesampainya di tempat Outdoor, Zidane mengamati dan mencari dari kejauhan dimana letak meja nomer 21 milik si kembar Rey.


Akan tetapi Zidane tidak kunjung juga menemukannya karena nomer meja di tempat duduk Rey ternyata sudah di ambil sama waitress setelah mengantar makanannya tadi.


Karena tidak menemukan meja nomer 21, Zidane berinisiatif untuk mencari orangnya dengan ciri-ciri yang di sebutkan Baristanya tadi, dia mengamati satu persatu pengunjung yang ada di tempat itu dengan teliti tanpa ada yang terlewat sedikitpun.


Saat mencari-cari, Zidane akhirnya menemukan sekelompok remaja dengan ciri-ciri yang sama seperti yang diberitahukan oleh Baristanya tadi.


Untuk memastikannya lagi kalau dirinya tidak salah menemukan orang, Zidane kembali mengamati para pengunjung itu untuk kedua kalinya dan akhirnya bisa memastikan kalau hanya sekelompok remaja itulah yang benar-benar mirip dengan apa yang diberitahukan oleh Baristanya tadi.


Zidane


Menyalakan kembali HP nya dan mencari nomor WA Pak Akbar.


Dia memfoto si kembar Rey dan teman-temannya kemudian langsung mengirimkan fotonya kepada Pak Akbar.


πŸ“±" Selamat malam tuan, maaf menganggu waktunya sebentar, "


πŸ“± " Saya mau bertanya, apakah tuan pernah bertemu dengan mereka ? "


Dia hanya berani menghubungi Pak Akbar melalui pesan chat karena hari sudah malam, takut menganggu istirahat Pak Akbar.


Pak Akbar yang masih belum tidur, segera mengambil HP nya karena mendengar suara notifikasi pesan didalamnya.


Pak Akbar


Dia menyalakan dan melihat kalau yang nge chat dirinya adalah Zidane.


" Gak biasanya dia malam-malam chat orang, lagi ada masalah ya ? "


Bertanya-tanya dalam hati.


Kemudian Pak Akbar membuka pesan yang dikirim Zidane berupa foto tadi, dia terkejut saat melihat yang ada di dalam foto tersebut adalah si kembar Rey dan teman-temannya.


Karena khawatir ada apa-apa, dia langsung menelfon Zidane.


πŸ“ž " ~~ "


Panggilan telefon


Zidane


Langsung mengangkat telfon dari Pak Akbar.


πŸ“ž " Halo..selamat malam Pak, "


Berjalan menjauh ke tempat yang agak sepi agar tidak berisik.


Pak Akbar


Duduk terbangun karena mengira ada hal serius yang dilakukan si kembar Rey.


πŸ“ž " Iya halo... Apa yang sedang mereka lakukan di tempat kamu ? "


Zidane


Bertanya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan Pak Akbar.


πŸ“ž " Sebelumnya apa tuan kenal dengan mereka semua ? "


Duduk di ruangan Indoor cafe tersebut.


Pak Akbar


Menjelaskan secara rinci kepada Zidane.


πŸ“ž " Iya... Dua remaja yang kembar itu adalah anak saya, sedangkan yang tiga orang lainya adalah teman-temannya dari kampung, "


Zidane


Terkejut saat mendengar apa yang Pak Akbar katakan, karena dia baru mengetahui kalau atasannya tersebut memiliki dua orang putra.


πŸ“ž " Apa !!! mereka anak-anak tuan ? "


Pak Akbar

__ADS_1


Menegaskan kembali kata-katanya.


πŸ“ž " Iya mereka itu anak-anak saya... Apa mereka bikin ulah di tempat kamu ? "


Kembali bertanya kepada Zidane.


Zidane


Karena sudah mengetahui identitas asli dari si kembar Rey, jadi dia sudah tidak perlu mempermasalahkannya lagi.


πŸ“ž " Gak kok tuan.. Mereka hanya berkunjung biasa, aku menghubungi tuan tadi hanya untuk mengecek kebenaranya, soalnya tadi aku diberi tahu oleh salah satu Barista kalau ada beberapa remaja yang bertanya dan mengenal dengan jelas Owner cafe kita, "


Menjelaskan maksud dan tujuannya.


Pak Akbar


Sedikit lega, karena si kembar Rey tidak membuat masalah.


πŸ“ž "Syukurlah kalau mereka gak bikin rusuh di situ...Kalau nanti mereka sampai berani bikin masalah, langsung jitak aja kepalanya,"


Memberi saran yang lumayan bagus untuk Zidane.


Zidane


Di dalam kepalanya sama sekali tidak memiliki pikiran untuk melakukan apa yang di suruh Pak Akbar.


πŸ“ž " Saya mana berani tuan, "


Pak Akbar


πŸ“ž " Lakuin aja gak papa, nanti kalau kamu di hajar sama mereka cepat hubungi aku... Aku sendiri yang akan menjitak kepala mereka satu persatu hehehe, "


Sedikit melakukan candaan dengan Zidane.


πŸ“ž " Yaudah kalau begitu, aku mau tidur, "


Zidane


Tertawa mendengar apa yang dikatakan Pak Akbar tentang si kembar Rey.


Telefon itu di putus oleh Pak Akbar.


~ ( X ) ~


Setelah mendengar semua penjelasan Pak Akbar tadi, Zidane berniat untuk menemui si kembar Rey guna memperkenalkan diri kepada mereka.


Sebelum menemui si kembar Rey, di kembali sebentar ke ruangannya untuk merapikan pakainya yang terlihat sudah sedikit lusuh karena telah dipakainya sepanjang hari ini.


Setelah di kira cukup, dia langsung bergegas ke tempat outdoor untuk menemui si kembar Rey, tetapi di tahan sebentar oleh Mbak Barista yang masih kepo dengan masalah tadi.


Mbak Barista


Memanggil Zidane yang baru saja keluar dari ruangannya.


" Pak..Pak Zidane, tunggu sebentar, "


Keluar dari tempat pelayanan kemudian menghampiri Zidane.


Zidane


Sedikit males meladeni pegawainya yang kepoan itu.


" Apa lagi sih kamu ? "


Mbak Barista


Sedikit jahil dan usil bertanya ke Zidane.


" Mau kemana Pak, kok dandanannya rapi banget hehe ? "


Zidane


Menghela nafas panjang saat melihat tingkah pegawainya itu.


" Huuuhh "

__ADS_1


" Mau ketemu dengan orang yang kamu ceritakan ke aku tadi, "


Mbak Barista


Semakin penasaran dengan anak remaja itu sampai-sampai Zidane mau menemui mereka secara pribadi.


" Emang siapa mereka ? "


Dengan centil dia bertanya.


Zidane


Karena tidak mau meladeni pegawainya itu, dia langsung pergi setelah menjawab pertanyaanya.


" Mereka adalah anak dari Pak Akbar, "


Bergegas pergi meninggalkan Mbak Barista itu.


Mbak Barista


Sangat terkejut dengan apa yang dia dengar dari Zidane.


" Anak Pak Akbar ? Jadi mereka beneran cucu dari Pak Gerald dong, "


Menutup mulutnya yang menganga karena terkejut sambil memandangi Zidane yang pergi ke arah tempat Outdoor.


~ ( X ) ~


Saat berjalan di tempat outdoor, terlihat banyak sekali cewek-cewek yang memandangi Zidane karena kegantengannya, dia juga sudah sangat terkenal di kalangan pengunjung cafe tersebut karena Zidane tak jarang menunjukkan dirinya di depan pengunjung cafe.


" Lihat-lihat itu Zidane, "


" Idola aku keluar juga uuhhh, "


" Gantengnya, suami aku, "


" Masih muda, ganteng dan Sudah menjadi manager lagi, bener-bener suami idaman, "


Ucapan cewek-cewek yang sudah terpesona dengan Zidane.


Akan tetapi Zidane sama sekali tidak menghiraukan mereka karena menganggapnya sudah hal biasa.


Zidane terus melanjutkan jalanya, untuk menemui si kembar Rey dan teman-temannya.


Sampai di meja si kembar Rey, tanpa basa basi dia langsung memperkenalkan diri.


Zidane


Berdiri tegak lurus di samping meja si kembar Rey Dengan tangan kanan yang berada di depan dada.


" Permisi tuan...Perkenalkan nama aku Zidane, manager di cafe ini, "


Sedikit membungkukkan badan untuk penghormatannya.


Si kembar Rey, Dion, Nino dan Deden langsung terkejut saat di datangi oleh Zidane, mereka berlima secara spontan langsung mengalihkan pandangannya kepada Zidane.


Reyza


Tidak menyangka kalau manager cafe ini menemui mereka tanpa tahu maksudnya dan tujuannya.


" Ohh Iyaa...Ada apa Mas ? "


Dengan terkejut dia bertanya.


Reyzu


Memandangi Zidane dengan rasa penasaran.


" Iya Mas..Ada keperluan apa ? "


Bertanya tentang maksud Zidane menemui mereka.


Zidane pun menjelaskan semua maksud kedatanganya menemui mereka.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2