
Reyza sangat kecewa dan sedih setelah mengetahui Claras telah pergi meninggalkan mereka.
Dalam benaknya masih tidak menyangka kalau semua ini akan terjadi secepat ini, bila dulu dia tau kalau akan terjadi hal seperti ini, pasti akan melarang Claras untuk bermain dan bertemu dengan mereka sementara waktu seperti apa yang telah di lakukan Reyzu kepada Claras.
Reyza menganggap dirinya orang paling bodoh karena demi kesenangan dan kebahagiaanya, dia sampai tidak memikirkan resiko yang akan terjadi kepada mereka.
Tapi semua itu sudah terlambat seperti ibarat nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur terjadi dan dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
Reyza hanya bisa berharap supaya Claras cepat kembali dan mereka bisa bertemu dan berkumpul lagi.
~ Jam Istirahat ~
Entah kenapa setelah Bu Guru mengatakan tentang pindahnya Claras, berita itu dengan cepat menyebar.
Satu persatu murid mulai membicarakan tentang Claras, bagaimana tidak...Claras merupakan siswi yang lumayan banyak di gemari terutama untuk para siswa.
Selain kecantikan wajahnya, Claras juga terkenal dengan kepintaran dan sikap baiknya tanpa membeda-bedakan baik itu perempuan atau laki-laki.
Untuk menghibur Reyza yang masih tampak kesedihan di hatinya, Reyzu mengajaknya untuk pergi ke kantin dengan harapan Reyza bisa sedikit tenang dan melupakan hal tentang Claras.
" Dari pada ngelamun gitu mending ikut aku ke kantin, " Menarik tangan Reyza.
Reyzu sangat prihatin dengan kondisi Reyza yang seperti sudah terlarut dalam kesedihannya, sampai-sampai saat dia menarik tangannya untuk mengajaknya pergi, Reyza hanya diam tanpa keluar kata sedikitpun.
" Ini orang sudah kaya orang kesambet aja," Bergeming dalam hati sambil berjalan ke arah kantin dengan Reyza yang mengikutinya dari belakang.
Sesampainya di kantin dan membeli makanan, bukanya sebuah ketenangan yang mereka dapat tetapi malah mendapati murid-murid yang tengah mengobrol tentang keluarnya Claras dari sekolah ini.
Entah dari mana mereka semua tahu, tetapi berita itu sangat cepat menyebar dan semakin membuat Reyzu geram karena niat awalnya dia pergi ke kantin hanya untuk mencarikan hiburan buat si Reyza, saat di kantin malah hal ini yang mereka dapat.
" Heeh...Kalian denger gak..Kalau Claras anak kelas 6 A katanya keluar dari sekolah ini, " Ucap salah satu murid di kantin yang duduk di belakang si kembar Rey.
" Iya aku denger tadi...Tapi kenapa ya dia keluar dari sini? " Sahut teman satu bangkunya.
" Entah lah aku juga gak tau, " Sangat tampak rasa penasaran.
" Sayang banget ya...Jadi gak ada cewek cantiknya dong sekolah kita hehehe, " Canda salah satu temanya.
" Kalau cantik aja pada peduli...Coba aja kalau dia jelek pasti gak ada yang peduli, mau dia sakit, keluar dari sekolah atau bahkan matipun gak ada yang peduli, " Fakta yang menarik.
Semakin orang di belakangnya bicara, semakin geram juga Reyzu di buatnya.
" Si anak segawon ini...Ngapain bahas soal Claras disini sih!!, " Bergeming dalam hati.
" Siapa sih yang nyebarin berita ini...Sialan emang, " Mengeratkan giginya.
Karena sudah tidak tahan akhirnya Reyzu memutuskan untuk pergi dari kantin dengan membawa Reyza yang masih tampak sama saja.
" Kita pergi aja dari sini, " Sedikit kencang menarik tangan Reyza.
~ Deden ~
__ADS_1
Saat di kelas Deden sekilas mendengar beberapa temanya yang membicarakan tentang Claras.
Karena penasaran, akhirnya dia mendekati teman-temanya untuk menanyakan perihal itu supaya lebih jelas.
Mengingat semenjak kejadian pada saat itu, Claras seperti menghilang tanpa kabar yang membuat Deden sedikit khawatir tentang keadaan Claras.
" Ehhh....Aku denger tadi kalian lagi ngomongin soal Claras?...Emangnya kenapa dia? " Dengan sopan dan pelan bertanya.
" Loh emangnya kamu belum tahu, " Salah satu temanya menjawab.
" Tahu soal apa emangnya? " Deden semakin penasaran.
" Kok bisa kamu malah belum tahu, padahal kamu kan temen dekatnya Claras saat berada di sekolah atau luar sekolah, " Jelas temannya.
" Lohh kenapa dengan Claras....Apa yang sudah terjadi dengannya, " Deden mulai panik.
" Aku denger di kantin tadi, banyak yang ngomongin Claras kalau dia sudah pindah dari sekolah ini, " Jelas salah satu temannya.
" Beneran itu? " Deden mempertegas pertanyaanya.
" Bener enggaknya kita gak tau...Kan kita cuma denger aja dari murid-murid tadi saat berada di kantin, " Dengan halus berbicara.
" Yaudah kalau begitu...Terimakasih, " Pergi dengan tergesa-gesa.
Saat si kembar Rey berjalan menuju ke kelas, mereka di hentikan oleh Deden dengan nafas yang masih ngos-ngosan karena baru saja berlari saat menuju ke arah si kembar Rey tadi.
Reyzu yang sudah bisa menebak apa yang akan di bicarakan Deden, Dengan cuek pergi ke taman sekolah karena disitu tempat yang sangat nyaman untuk mengobrol.
" Kamu mau bicara apa? " Selagi duduk Reyzu bertanya kepada Deden.
" Apa bener Claras keluar dari sekolah kita, " Deden bertanya.
" Iya...Claras keluar dari sekolah kita, " Reyzu Menundukkan kepalanya.
Awalnya Deden tidak mempercayai apa yang dikatakan teman-temanya pada saat di kelas tadi.
__ADS_1
Tetapi setelah mendengar langsung dari Reyzu, sekarang dia benar-benar percaya kalau apa yang dikatakan teman-temanya itu benar.
Deden tidak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa duduk termenung di samping si kembar Rey.
" Sudah jangan terlalu kalian pikirkan...Ini sudah menjadi takdir kita, " Ujar Reyzu.
Mengingat kejadian kemarin, Deden berfikir kalau pindahnya Claras pasti berhubungan dengan kejadian pada saat itu.
" Apa mungkin ini semua ada hubungannya dengan kejadian kemarin? " Sorot mata Deden mengarah ke Reyzu.
" Aku tidak tahu akan hal itu...Tapi aku juga berfikiran sama dengan apa yang kamu pikirkan sekarang, " Berfikiran sama dengan Deden.
Reyza yang biasanya menjadi penengah, tiba-tiba sekarang menjadi sosok pendiam tanpa kata, Deden yang melihat kondisi Reyza mencoba bertanya kepadanya.
" Kamu kenapa, Kok jadi pendiam seperti ini? " Bertanya secara halus.
Akhirnya Reyza mau bicara meskipun hanya dengan beberapa kata.
" Aku gak papa, " Jawab Reyza dengan nada yang pelan.
Berbanding terbalik dengan Reyzu yang sekarang seperti menggantikan peran Reyza sebagai motivator mereka agar tidak pernah putus asa dan tetap yakin kalau ini adalah takdir terbaik untuk mereka saat ini.
" Sudah jangan terlalu di pikirkan...Dengan perginya Claras tidak akan mengubah fakta kalau kita masih bisa berteman dan bersahabat dengan baik kan...Sekarang tugas kita hanya menunjukkan dan membuktikan kepada mereka yang menghina kita, kalau kita benar-benar bisa menjadi orang yang sukses di masa depan," Merangkul Reyza dan Deden dengan erat sebagai penyemangat untuk mereka berdua.
Percayalah kalau ketulusan hati seorang teman merupakan suatu hal yang sangat berharga dan sangat langka, berapa banyak pun materi yang kamu punya tidak akan sanggup untuk membelinya.
__ADS_1
~ Next ~