Empat Serangkai

Empat Serangkai
Liburan Bersama


__ADS_3

Kakek dan Nenek si kembar Rey memutuskan untuk menginap selama beberapa hari di rumah cucunya.


Mumpung cuaca sedang mendukung dan sangat cerah, kakek mengajak mereka untuk liburan ke pantai sebagai penghilang rasa jenuh dan untuk mempererat hubungan keluarga mereka yang sudah lama terpisah.


" Mumpung cuaca cerah....Gimana kalau kita pergi ke pantai saja?" Kakek bertanya.


" Boleh tuh Paa....Mumpung kita lagi kumpul disini bersama cucu-cucu kita." Nenek menyahut pembicaraan.


" Kalau kalian berdua....Gimana?" Bertanya ke Pak Akbar dan Bu Sarah.


" Aku ikut ayah aja." Jawab Pak Akbar.


" Kalau aku nurut sama kamu saja." Bu Sarah memandang wajah Pak Akbar.


Si kembar Rey yang sedari tadi asik bermain-main di kamar, langsung keluar ketika mendengar kalau mereka akan liburan ke pantai hari ini.


" Beneran....Kita mau pergi ke pantai?" Tanya Reza menghampiri mereka.


" Iyaa...Kalian cepat bersiap-siap sana gih." Jawab Nenek.


"Ok Nek...." Sahut si kembar Rey.


Si kembar Rey yang sudah tidak sabar, segera bersiap-siap dan menyiapkan sebuah tas untuk wadah baju ganti karena yang ada dipikiran pertama mereka ketika menyebut pantai adalah berenang.


" Kamu ambil tas, buat wadah baju ganti." Kata Reyza.


" Ok Siap...Aku ambil dulu." Pergi mengambil tas sekolahnya.


Pak Akbar dan Bu Sarah juga tidak mau ketinggalan, mereka juga tengah bersiap-siap untuk berangkat. Seperti biasa ketika mereka akan pergi keluar, selalu ada saja masalah di antara keduanya.


" Tok....Tok...Tok..."


" Buk...Sudah belum mandinya." Menggedor-gedor pintu kamar mandi.


" Bentar...." Jawab Bu Sarah dari dalam.


" Bentar nya sampai kapan...." Teriak Pak Akbar dari luar kamar mandi.


" Kalau gak sabar....Mandi ke rumah tetangga saja." Jawab Bu Sarah dengan lantang.

__ADS_1


" ************ " Seperti ingin mengucapkan kata kasar tapi dia adalah istrinya.


Akhirnya setelah setengah jam menunggu, Bu Sarah keluar dari kamar mandi. Sedangkan Pak Akbar yang sudah jenuh menunggu, hampir ketiduran di depan kamar mandi.


" Sudah Pakk..." Menepuk pundak Pak Akbar yang sedang memejamkan mata.


" Beneran sudah....Gak mau masuk lagi?." Sindir Pak Akbar dengan muka melas menatap Bu Sarah.


" Hehhhhh " Membuang muka.


Ketika Pak Akbar sudah selesai mandi, masalah baru terjadi lagi. Saat dia mau masuk ke kamar untuk ganti baju, pintu kamar di kunci dari dalam oleh Bu Sarah sehingga dirinya tidak bisa masuk.


Pak Akbar yang mencoba meminta kepada Bu Sarah untuk membukakannya pintu di suruh nunggu diluar oleh Bu Sarah, padahal mereka itu sudah suami-istri.


" Buk...Bukain pintunya....Bapak mau masuk." Kata Pak Akbar dari luar.


" Bapak tunggu diluar....Sebentar lagi Ibuk sudah selesai kok.." Teriak dari dalam kamar.


" Tapi kita kan suami-istri, gak papakan kalau aku masuk." Sahut Pak Akbar.


" Sebentar Pakk...Nanggung sudah mau selesai."


Kakek dan Nenek yang sedari tadi melihat dan mendengar semua yang dilakukan anak-anaknya, malah tertawa karena tingkah kocak keduanya. Kedua orang tua ini sangat beruntung sekali telah menikahkan Akbar dengan Sarah, karena kepribadian keduanya yang sangat cocok.


" Lihat tuh Ma...Anak-anak kita." Menunjuk ke arah Pak Akbar yang berdiri melas di depan pintu kamar.


" Hhhh....Lucu ya Paa mereka, sudah punya anak tapi tingkahnya masih kaya bocah." Nenek tersenyum melihat Pak Akbar.


" Gak sia-sia kita nikahkan mereka dulu." Ucap Kakek.


" Bener banget....Akbar yang dulu Sifatnya manja dan mau menang sendiri digandengkan dengan Sarah yang baik, judes dan gak mau ngalah.." Ucap Nenek dengan Wajah bahagia.


" Sayang ya....Mereka memilih hidup sendiri dan gak mau tinggal sama kita." Kata Kakek sedikit kecewa.


" Tapi menurutku kalau dulu Sarah gak minta untuk hidup mandiri, mungkin Akbar gak seperti sekarang ini." Memegang tangan Kakek.


" Nanti suatu saat perusahaan kita, mereka juga yang meneruskan" Menyenderkan Badan ke kursi.


" iya Paa..."

__ADS_1


" Tok....Tok...Tok..."


Pak Akbar yang sudah bosa menunggu, mengetuk-ngetuk pintu kamar supaya Bu Sarah bisa cepat keluar.


Penantian membosankan pun selesai, akhirnya Bu Sarah keluar kamar dengan dandanan yang rapi dan cantik, hingga membuat Pak Akbar yang tadinya Jengkel dengan Bu Sarah, seketika rasa jengkel itu hilang pada dirinya.


Ketika Bu Sarah keluar kamar, dia sedikit aneh ketika melihat Pak Akbar yang berdiri di depan pintu, memandangi dirinya dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan tersenyum.


" Kamu kenapa." Berhenti di depan pintu kamar dengan menenteng tas.


Pak Akbar yang masih terpesona dengan dengan Bu Sarah tidak mendengarkan apa yang di katakan Bu Sarah.


" Hoii sadar..." Menutup mata Pak Akbar.


" Iya-iya aku ganti baju." Memegang tangan Bu Sarah yang menutup matanya.


Sebelum masuk ke kamar, dengan perhitungan yang tepat Pak Akbar langsung mencium kening istrinya kemudian bergegas masuk kamar dan menutupnya.


" iiiihhhhh....Pinter sekali modusnya." Kata Bu Sarah setelah di cium keningnya.


" 30 Menit Kemudian "


Setelah semua siap, mereka kemudian berangkat bersama-sama dengan menaiki mobil kepunyaan kakek dan nenek.


Tempat tinggal mereka dengan panti lumayan sangat jauh, kurang lebih 1,5 jam perjalanan. Akan tetapi sepanjang perjalanan ketika mau sampai ke area pantai, disuguhi oleh pemandangan yang sangat indah meskipun bila di rasakan secara seksama, suasana di pengunungan disepanjang jalan menuju pantai hampir sama dengan suasana pedesaan tempat mereka tinggal.


Sesampainya di area pantai, mereka mencari tempat untuk melebarkan tikar yang sudah mereka bawa dari rumah untuk mereka duduk dan beristirahat sambil menikmati suasana indah pantai.


Si kembar Rey yang sedari tadi sudah tidak sabar untuk berenang, mengajak Pak Akbar untuk menemaninya ganti baju.


" Pak ayo pakk.....Temani kita ganti baju." Kata Reyza.


" Ayo Pakk..." Reyzu Menarik tangan Pak Akbar.


" Iya-iya...Bapak temani." Mengikuti mereka ke kamar mandi untuk ganti baju.


Sehabis ganti baju dan merapikan bajunya kembali ke dalam tas, mereka langsung menceburkan diri ke pantai. Si kembar Rey sangat senang sekali karena sudah lama tidak pergi liburan, mereka main dengan sepuas-puasnya dengan Pak Akbar yang selalu mengawasi mereka dari jauh.


Sedangkan Kakek, Nenek , Bu Sarah dan Pak Akbar yang sedari tadi mengawasi si kembar Rey, mereka makan sambil mengobrol bersama.

__ADS_1


Mumpung mereka bisa berkumpul bersama, mereka memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin, karena mereka tidak tahu kapan lagi bisa berkumpul bersama seperti ini. Pekerjaan dan jarak rumah lah yang menjadi faktor utama mereka sangat jarang ke temu.....


__ADS_2