Empat Serangkai

Empat Serangkai
Keberangkatan


__ADS_3

Keesokan Harinya


Mereka berlima berangkat dengan di temani Bu Sarah yang jadi ikut mereka pergi keluar kota.


Tujuan mereka saat ini adalah Kota Widodari yang berjarak sekitar 250 km atau sekitar 5-6 jam perjalanan dari kota mereka berasal.


Mereka berenam berangkat jam 06:30 pagi dengan menggunakan bus antar kota, biasanya orang yang berpergian jauh akan sangat senang dan gembira pada saat perjalanan karena akan mendapatkan hal-hal baru yang belum mereka ketahui.


Tetapi ada yang berbeda dari mereka, Dion dan Nino yang sebangku dengan Deden memilih tidur setelah keluar dari perbatasan kota, begitu juga si Deden yang juga ikut tidur karena tidak ada teman yang bisa di ajak bicara.


Deden


" Gak ada teman bicara jadi ngantuk...Mana masih sampai perbatasan kota lagi...Ikut tidur aja deh...Dari pada gak ngapa-ngapain, "


Mulai memejamkan matanya.


~ ( X ) ~


Si kembar Rey yang ada di depan mereka juga memilih tidur untuk menghemat tenaga, sedangkan Bu Sarah sangat tidak sabar untuk cepat-cepat sampai ke Kota Widodari.


Karena Kota Widodari sendiri merupakan kampung halaman Bu Sarah, dia lahir dan di besarkan di kota ini sampai bertemu dengan Pak Akbar dan pindah ke kota tempat tinggal mereka sekarang.


Maka tak heran Bu Sarah sangat rindu dengan kampung halamannya karena sudah bertahun-tahun tidak pulang kerumah.


~ ( X ) ~


Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, akhirnya mereka sampai juga di kota tujuan.


Bu Sarah membangunkan si kembar Rey karena sudah sampai ke terminal Widodari.


Bu Sarah


" Rey...Rey...Bangun...Rey....Kita sudah sampai tujuan, cepat bangun, "


Bergantian menepuk-nepuk pipi si kembar Rey.


Tak berselang lama si kembar Rey pun terbangun dan merapikan barang bawaannya, tak lupa juga Reyza membangunkan Dion, Nino dan Deden yang masih tertidur.


Reyzu


Mengambil botol air dan menuangkan sedikit ke tangannya,


" Bangun..Bangun...Kita sudah sampai, "


Meciprat-cipratkan air itu ke wajah mereka bertiga.


Mereka bertiga pun secara bergantian terbangun dari tidurnya dilanjutkan dengan mengemasi barang bawaannya.


~ ( X ) ~


Bus sudah berhenti sepenuhnya dan para penumpang satu persatu mulai turun dari bus tersebut.


Saat keluar dari bus dan menginjakkan kakinya ke tanah, Bu Sarah seperti nostalgia dengan segala kenangan yang pernah terukir di kota ini.


Bu Sarah


Berhenti sebentar, menghirup nafas panjang dan melihat ke area sekitar,


" Huuuuhhh....Suasana di kota ini tampak sama saja seperti dulu, meskipun ada sedikit perubahan, "


Kemudian dia berjalan menghampiri teman-temannya yang sudah ada di depan.


Saat Bu Sarah sudah mendekat, Reyza bertanya kepadanya kemana arah tujuan kita sekarang.


Reyza

__ADS_1


Mengerutkan wajahnya, melihat jam HP yang sudah menunjukkan hampir jam setengah satu siang.


" Sekarang kita akan kemana Bu...Ke rumah Kakek atau mencari kos-kosan saja untuk tempat tinggal, "


Memasukkan HP nya lagi ke saku.


Bu Sarah


" Sebentar, "


Diam sejenak dan fokus memainkan HP nya dengan menghiraukan Reyza yang sedang mengajaknya bicara.


" Kita ke rumah nenek, ibu sudah carikan Ojek Online, "


Mematikan sejenak HP nya.


Mendengar apa yang dikatakan Bu Sarah, terlihat dari wajahnya Dion dan Nino menjadi bingung antara mau ikut mereka atau berpisah dan mencari kontrakan.


" Kalian disini gak usah bingung cari tempat tinggal, nanti aku sendiri yang menyiapkan tempat tinggal untuk kalian ya.."


Tersenyum ke arah mereka.


Tetapi karena Dion dan Nino tidak mau merepotkan, jadi mereka berdua berinisiatif untuk mencari kontrakan sendiri saja untuk tempat tinggal mereka disini.


Dion


" Gak usah repot-repot Buk...Kita sudah di beri uang untuk keperluan di sini, "


Dengan halus menolak tawaran Bu Sarah.


Nino


" Iya Buk gak usah repot-repot...Nanti kita bisa tinggal satu kos jadi bisa dibagi dua bayarnya hehehe, "


Akan tetapi Bu Sarah yang tidak mau mereka menghabiskan banyak uang, meminta mereka untuk menerima tawarannya tersebut.


Bu Sarah


" Kalian kesini sama Ibuk..Jadi kalian sudah menjadi tanggung jawab Ibuk disini...Kalian turutin aja apa yang ibuk katakan, "


Meskipun sedikit memaksa yang penting mereka mau, gitu aja.


~ ( X ) ~


Tak berselang lama, satu persatu Ojek Online yang Bu Sarah pesan akhirnya datang menjemput mereka.


Satu persatu dari mereka naik ke motor dengan semua barang bawaannya yang tidak terlalu banyak, hanya dua tas ransel saja setiap orang kecuali Bu Sarah yang hanya membawa satu tas ransel.


Kemudian Bu Sarah mengarahkan Ojol yang dinaikinya untuk menuju ke arah perumahan Kencana yang di ikuti oleh ojol-ojol lainya.


Perumahan kencana sendiri merupakan salah satu perumahan yang tergolong elit yang di isi oleh orang-orang kaya.


Karena mempunyai rating yang cukup bagus, perumahan Kencana keamanannya cukup ketat, sehingga kalau ada orang luar masuk harus di cek oleh satpam terlebih dahulu.


Oleh karena itu saat di depan gerbang perumahan Kencana, Ojol yang di tumpangi Bu Sarah harus terpaksa di berhentikan oleh satpam untuk mengeceknya.


Mereka semua di cek oleh oleh tiga orang satpam yang masih tergolong muda dengan teliti mengecek semua barang bawaan dan menanyai tujuan mereka.


Ketika pengecekkan tersebut datang satpam yang sudah senior bernama Pak Joko yang berniat ikut mengecek para tamu yang datang tersebut.


Pada saat itulah Bu Sarah yang mengenali Pak Joko langsung memanggilnya, meskipun Pak Joko sudah sedikit lupa dengannya.


Bu Sarah


" Widihhh...Rupanya Pak Joko sekarang sudah menjadi kepala keamanan ya hehe, "

__ADS_1


Sambil menunduk mengemasi barang bawaannya yang baru saja diobrak-abrik oleh satpam guna pengecekan.


Pak Joko pun heran dan penasaran siapa orang yang sedang membicarakannya tersebut, padahal dia belum pernah ketemu sama orang tersebut.


Pak Joko


" Maaf...Mbak siapa ya ? kok kenal sama saya, apakah kita pernah bertemu ? "


Dengan penasaran dan sopan dia bertanya.


Kemudian Bu Sarah mengangkat kepalanya dan mencoba memperkenalkan dirinya kembali agar Pak Joko ingat.


Bu Sarah


Menyalami Pak Joko, menempelkan tangan ke dadanya kemudian memperkenalkan diri.


" Aku Sarah...Si bidadari kecil hehehe, "


Malu-malu saat mengatakan hal itu.


Bidadari kecil sendiri merupakan sebutan untuk Bu Sarah ketika masih kecil sampai remaja, orang-orang yang memanggilnya dengan nama itu karena kebaikan hatinya dan parasnya yang cantik serta suka membantu orang-orang kecil di perumahan itu, seperti satpam, tukang kebersihan dan sebagainya.


Saat mendengar nama bidadari kecil Pak Joko pun langsung teringat dengan Sarah karena kebaikan yang pernah dia lakukan tidak akan pernah terlupakan.


Pak Joko


Diam sejenak untuk mengingat-ingat.


" Kamu Mbak Sarah...Ya Allah...Sudah bertahun-tahun gak ketemu, mbak sudah sangat banyak berubah, meskipun tetap cantik...Maafin Pak Joko ya, tadi gak ngenalin mbak, "


Sangat terkejut setelah mengetahui orang yang ada di hadapannya tersebut, kemudian meminta maaf atas ketidak tahuannya tersebut.


Bu Sarah


" Gak papa pak itu hal wajar...Lagian gak usah panggil mbak, panggil Sarah aja, "


Mengambil tas nya dan mencangklongnya.


" Aku juga mau ngenalin...Ini anak kembar aku namanya Reyza dan yang ini Reyzu, sedangkan mereka bertiga adalah teman-temanya...Aku dulu pernah ngajak mereka nginep kesini sekali tapi Pak Joko gak ada disini, aku kira bapak sudah pensiun, "


Pak Joko


" Aku dulu pernah di pindah tugaskan ke perumahan Kencana dua, mungkin saat itu mbak datang kesini, "


Karena pengecekannya sudah selesai dan tidak mau membuat Bu Sarah menunggu kelamaan, Pak Joko menyuruh bawahannya untuk segera merapikan dan membiarkan mereka semua masuk kedalam.


" Cepat kalian rapikan dan biarkan mereka semua masuk...Aku sudah kenal mereka semua, jadi gak usah khawatir kalau ada apa-apa, "


Mereka berlima merapikan kembali barang-barangnya kemudian naik kembali ke atas motor.


Bu Sarah


" Kalau begitu, aku pamit dulu ya...Gak sabar ketemu Papa sama Mama, "


Bersalaman dengan Pak Joko sebelum naik ke atas motor.


Pak Joko


Menjabat tangan Bu Sarah.


" Mereka pasti senang melihat mbak datang, "


Setelah mereka semua masuk, Pak Joko menyuruh bawahannya untuk menutup kembali gerbangnya dan beristirahat karena sudah siang.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2