Empat Serangkai

Empat Serangkai
Terbayang-bayang


__ADS_3

" Huuhh....Akhirnya pulang juga, " Ujar Reyzu saat dirinya berada di depan gerbang sekolah.


Entah kenapa setelah keluar dari area sekolah, di dalam hatinya terasa sangat lega seperti lepas dari beban dalam hatinya.


Hal itu terjadi bukan tanpa sebab, semenjak berita tentang keluarnya Claras tersebar dan banyak murid yang silih berganti membicarakannya, membuat hati Reyzu menjadi tertekan.


" Heii...Tunggu aku, " Teriak Deden dari dalam sekolah yang tengah berlari kecil menghampiri mereka berdua.


Saat Reyza melihat ke arah Deden, dia masih terbayang-bayang dengan adanya Claras di antara mereka.


Yang biasanya mereka pulang-pergi bersama, kini tinggal mereka bertiga saja.


" Andai Claras masih ada disini, " Menghadap ke langit dengan bayangan Claras yang masih ada di pikirannya.


Reyzu menepuk pundak Reyza, supaya tidak kembali terlarut dalam kesedihanya.


" Ayo kita pulang, " Turut larut dalam kesedihan yang dirasakan Reyza.


Saat tatapannya berpindah ke arah Reyzu, Reyza mulai sadar kalau apa yang dirasakanya pasti juga dirasakan oleh Reyzu.


Oleh karena itu, dia berusaha menjaga perasaanya agar si Reyzu tidak balik memikirkan tentang kondisi dirinya pada saat ini.


Si Deden yang sudah mulai kembali bersemangat setelah di beri motivasi oleh Reyzu tadi, membantu menyemangati Reyza.


Deden yakin kalau Reyza juga bisa secepatnya lepas dari tekanan batin tersebut.


" Pendam dalam-dalam perasaanmu...Suatu saat entah kapan itu kita pasti akan bertemu lagi dengan dia, " Berjalan pergi melewati Reyza dengan tangan yang memegang bahunya.


" Benar yang dikatakan Deden...Suatu saat kita akan bertemu lagi, " Berjalan meninggalkan Reyza mengikuti Deden.


Karena Reyzu dan Deden sangat percaya kepada dirinya, semakin yakin pula Reyza untuk memendam dalam perasaanya untuk saat ini.


" Mungkin yang dikatakan mereka berdua benar adanya, kalau aku terus-terusan begini sampai kapanpun aku tidak pernah bisa melangkah maju," Menatap ke arah Reyzu dan Deden yang sudah berjalan dahulu di depannya.


~>>>>X<<<<~


Saat mereka berjalan pulang, suasana hati mereka sudah berangsur-angsur membaik dan sedikit lebih tenang.


Terutama si Reyza, karena adanya dukungan penuh dari teman dan adiknya sekarang suasana hatinya sedikit-demi sedikit menjadi lebih tenang meskipun masih terbayang-bayang dengan si Claras.


Tapi entah kenapa, pas suasana hati mereka bertiga sedikit stabil ada hal yang membuat emosi mereka sedikit goyah.


Ya benar saja, si anak pengganggu dan pembuat onar tiba-tiba datang, siapa lagi kalau bukan si Dion dan Nino.

__ADS_1


Entah apa dan kemana mereka berdua menghampiri si kembar Rey dan Deden.


Tapi satu hal yang pasti, kedatangan mereka berdua pasti mau mencari masalah kepada si kembar Rey dan Deden.


" Kalian mau ngapain kesini? " Tanya Reyzu dengan pelan karena dia sedang tidak mau mencari keributan untuk saat ini.


Suasana hati Deden kembali berubah setelah kedatangan si Dion dan Nino, yang tadinya sudah tenang kembali menjadi goyah.


" Aduh...Itu orang mau ngapain kesini? " Berkata dalam hati dengan rasa takut yang muncul dari dalam hatinya.


Dion dan Nino dengan sifat yang masih sama, dengan berlagak sombong mereka berdua berjalan mendekati si kembar Rey dan Deden.


" Eitsss tenang dulu...Kita lagi gak cari masalah dengan kalian kok, " Ucap Dion dengan licik.


" Iya santai aja...Kita datang kesini cuma mau tanya aja ke kalian, " Apa yang dikatakan Nino berbanding terbalik dengan tingkah laku saat dia bicara.


Meskipun Dion dan Nino bicara dengan pelan dan santai, tetapi tingkah laku mereka tidak bisa berbohong kalau sebenarnya kedatangan mereka bukan hanya untuk sekedar berbicara saja.


Reyzu yang melihat gerak gerik mereka yang mencurigakan, tetap waspada dan menanggapi pembicaraan mereka dengan tetap tenang.


" Mau tanya apa kalian?...Kalau gak penting mending kalian cepat pergi dari sini, " Menjaga jarak dengan keduanya.


" Eitss santai aja kali...Kita gak akan buat masalah dengan kalian, " Ucap Nino.


Saat Dion berbicara tentang Claras, seketika itu Reyza seperti reflek ingin membela Claras agar dia tidak dijelek-jelekan oleh mereka berdua.


" Kalau iya kenapa...Apa urusannya dengan kalian, " Reyza berbicara dengan tegas.


" Eitss...Santai-santai jangan ngegas, " Nino menenangkan situasi.


" Claras keluar dari sekolahan secara tiba-tiba dan tanpa kabar, " Sambil bicara Dion mendekati Deden untuk merapikan tali hasduk yang dipakainya.


Saat Dion melakukan hal itu kepada Deden, si Deden hanya bisa terdiam menunduk, tetapi Reyza yang tidak suka dengan apa yang dilakukan Dion segera menepis tangannya.


" Maksudmu itu apa, " Reyza menepis tangan Dion di hadapan Deden.


" Santai-santai, " Ucap Dion beberapa langkah mundur kebelakang.


Reyza yang tidak mau adanya keributan lagi diantara mereka, memutuskan untuk pergi saja meninggalkan mereka.


" Kita pergi saja dari...Gak penting ngurusin mereka berdua, " Berjalan pergi melewati tengah-tengah Dion dan Nino.


Di ikuti oleh Deden yang memilih lewat di samping untuk mencari jalan aman, sedangkan si Reyzu dengan sengaja menabrakkan tubuhnya ke Nino.

__ADS_1


Melihat mereka bertiga yang ingin pergi seolah-olah ingin kabur, dengan percaya diri Dion memancing emosi si kembar Rey dengan pertanyaan terakhirnya.


" Pasti perginya Claras ada hubungannya dengan kalian kan? " Seakan menantang si kembar Rey dengan perkataanya.


Ketika mendengar apa yang dikatakan Dion, seketika itu membuat Reyza diam dan menghentikan langkahnya.


Begitu juga si Reyzu yang langsung tersulut emosi dengan kata-kata yang dilontarkan Dion tadi.


" Kalau bukan kalian siapa lagi...." Dion menuduh mereka bertiga.


" Yoi bos...Siapa lagi kalau bukan mereka bertiga hahaha, " Tertawa puas.


Reyza yang tidak terima dengan apa yang dikatakan Dion dan Nino berusaha mencekal tuduhan mereka.


" Jangan asal bicara ya kalian !!! " Membalikan badan dengan jari telunjuk yang langsung mengarah ke Dion dan Nino.


" Kalian diam atau aku sumpal mulut kalian dengan rumput !! " Reyzu sudah sangat emosi dengan mereka.


Melihat kemarahan si kembar Rey, malah membuat Dion dan Nino semakin bersemangat untuk terus-terusan berbicara guna memojokkan si kembar Rey.


" Santai-santai...Kalau kalian gak bersalah, ya jangan marah-marah, "


" Iya nih...Semakin kelihatan aja aibnya, "


" Hahahahaha "


Secara bergantian Dion dan Nino memojokkan si kembar Rey dan mereka malah tertawa senang yang semakin membuat si kembar Rey emosi.


" Aku hitung satu sampai tiga...Kalau kalian gak minta maaf, jangan salahkan aku kalau kalian pulang masuk UGD, " Ancam Reyzu dengan penuh emosi.


" Lihat tuh bos...Ada banteng yang lagi marah-marah....Aku takuttt, " Ucap Nino mengejek dan menyepelekan perkataan Reyzu.


" Tolong aku...aku takut nihh, " Semakin semangat Dion memanas-manasi si kembar Rey.


Karena sudah mencapai batas kesabarannya, Reyzu dengan emosi yang sudah meledak, sejenak melihat ke arah Reyza yang terlihat juga sudah di penuhi emosi di dalam dirinya.


" Kita hajar mereka !!! "


" Habisi mereka berdua "


Si kembar Rey yang sudah di kuasai oleh emosi, berlari ke arah Dion dan Nino dengan mental tempurnya.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2