
Karena hari yang sudah larut, si kembar Rey dan teman-temannya memutuskan untuk pamit pulang duluan.
Reyzu
Melihat ke arah jam dinding yang ada di tempat outdoor itu.
" Biasanya cafe ini tutupnya jam berapa ? "
Tanyanya kepada Zidane.
Zidane
Melihat jam tangan yang ada di tangan kirinya.
" Biasanya tutup jam 12 malem, tetapi kalau masih ada pelanggan yang stay disini lebih dari jam itu, kita lebih memilih untuk mengalah dari pada mengusir mereka, "
Melihat ke sekitar yang tampak masih ada beberapa pengunjung.
Dion
Menoleh ke arah ruang indoor yang tampak sudah gelap.
" Kenapa gak coba matiin lampu aja mas, biar semuanya bubar, seperti ruangan itu, "
Menunjuk ruangan indoor.
Zidane
Tersenyum menanggapi usulan Dion.
" Kebanyakan pelanggan di ruang itu adalah pembisnis dan taat aturan, sedangkan yang ada disini kebanyakan para remaja yang masih labil dan seenaknya sendiri, "
" Kalau kita paksa matiin lampu sama saja dengan kita mengusir mereka, takutnya nanti mereka itu membicarakan hal yang enggak-enggak mengenai cafe ini...Ya mas tau lah circle orang kota itu kaya gimana, "
Mendengar penjelasan Zidane mereka berlima menganggukkan kepala karena baru memahaminya.
Reyza
Lekas berdiri dari tempat duduknya.
" Yaudah Mas kalau begitu, kita pamit dulu, "
Mengulurkan tangannya.
Reyzu, Dion, Nino dan Deden juga ikut berdiri.
Zidane
Lekas berdiri dan menjabat tangan Reyza.
" Makasih Mas udah berkunjung, lain kali jangan lupa sering-sering datang kesini ya.
Dia menunjukkan senyum perpisahan kepada mereka berlima.
Reyza
Membalas senyuman Zidane.
" Pasti lain kali kami akan datang kesini, "
Beranjak pergi dari tempat itu.
Reyzu
Menjabat tangan Zidane sebagai salam perpisahan untuk hari itu.
" Lancar terus ya, "
Berjalan mengikuti Reyzu dari belakang di ikuti oleh Dion, Nino dan Deden yang berada di belakangnya.
Ketika si kembar Rey pergi, dari belakang Zidane tetap memandangi kepergian mereka dengan penuh kegembiraan.
Zidane
" Memang tidak salah kalau mereka menjadi tuan muda keluarga Gasendra, kebaikan hati dan jiwa kepemimpinan mereka sudah terlihat di usia yang masih begitu muda, "
Senyum di wajahnya mengantar kepergian si kembar Rey dengan penuh keyakinan di dalam hatinya.
~ ( X ) ~
Saat keluar dari cafe mereka berlima, berbarengan dengan tiga orang wanita dengan penampilan yang seksi dan terlihat mahal itu.
Ketiga wanita itu berjalan mengikuti si kembar Rey dan teman-temannya dari belakang tanpa adab dan rasa malu, mereka berbicara dan tertawa dengan keras di tengah jalanan yang sudah mulai sepi karena hari yang sudah larut.
Diantara mereka berlima tidak ada yang menggunjing mereka karena tingkah laku ketiga wanita itu yang seenaknya sendiri.
__ADS_1
Nino
Sedikit melirik kebelakang ke arah ketiga wanita itu yang terus mengikuti mereka.
" Wanita di belakang itu sakit apa ya ? "
Ejeknya dengan sedikit memelankan suara.
Deden
Ikut melirik ke belakang karena penasaran dengan rupa ketiga wanita itu.
" Dari penampilan mereka sepertinya dari keluarga yang kaya, tapi kambing aku sepertinya lebih mahal dari pada harga diri mereka bertiga, "
Celetuknya sambil terus berjalan.
Reyza
Terus berjalan tanpa memikirkan siapa wanita-wanita itu.
" Udah biarin aja, jangan ngurusin hidup orang lain, "
Dion
Sejenak menundukkan kepalanya saat berjalan.
" Entah kenapa kok aku yang malu melihat ketiga wanita itu, "
Menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka ada wanita seperti mereka bertiga.
Reyzu
Merasa risih dengan adanya ketiga wanita itu.
" Kita coba ambil jalan memutar aja, biar mereka gak terus ngikutin kita, "
" Kita ambil jalan kiri, "
Langsung mendorong Nino dan Deden yang ada di sebelah kirinya agar berbelok arah, di ikuti oleh Reyza dan Dion di belakang.
Meskipun sudah berbelok arah tetapi sama saja, ketiga wanita itu terus mengikuti arah jalan mereka, tanpa di duga mereka berlima di panggil oleh salah satu wanita tersebut untuk berhenti.
Wanita A
Sedikit keras memanggil mereka berlima dari belakang.
Terus bejalan mengikuti si kembar Rey dan teman-temannya.
Mendengar panggilan wanita itu, Reyzu yang sudah risih pun langsung berhenti dan berbalik arah meladeni ketiga wanita itu.
Reyzu
Berhenti berjalan dan membalikkan badanya.
" Kalian bertiga mau apa ? "
Sedikit berjalan mendekati ketiga wanita itu.
Reyza, Dion, Nino dan Deden tetap berada di tempat untuk melihat apa yang akan dilakukan Reyzu.
Wanita A
Berjalan mendekati Reyzu di ikuti oleh kedua temannya.
" Aku mau bicara, berhenti dulu, "
Rayuan maut dari wanita tersebut.
Tetapi Reyzu tidak mudah terpancing, dia mundur beberapa langkah saat di dekati.
Reyzu
Memasukkan kedua tangannya ke saku celana sebagai tanda kalau dirinya tidak mau di sentuh.
" Langsung ke intinya saja, apa yang kalian bertiga mau dari kami, "
Memandangi ketiga wanita itu dari ujung kaki sampai unjung kepala.
Kedua teman wanita A, yaitu wanita B dan wanita C berjalan mendekati Reyzu untuk mencoba merayunya.
Wanita B
Mendekat dan memegangi lengan Reyzu.
" Ayolah sayang, jangan malu-malu, "
__ADS_1
Rayuan maut dari wanita tersebut.
Wanita C
Membelai wajah Reyzu dengan sangat manja agar bisa menaklukkannya.
" Kamu pasti gak akan nyesel kok, jadi tenang aja, "
Memegang lengan Reyzu dan menyenderkan kepalanya disitu.
Reyzu memilih diam mematung dengan sedikit menghindari belaian-belain dari kedua wanita itu.
Reyza yang menyadari kalau ketiga wanita itu adalah seorang pelacur yang sedang mencari mangsa segera menghampiri Reyzu.
Reyza
Menarik Reyzu ke belakang dan mencoba berbicara kepada ketiga wanita itu dengan sopan karena masih menghormati yang lebih tua.
" Maaf kami tidak bisa, kalau tidak ada lagi yang perlu di bicarakan kami pergi dulu, "
Membungkukkan badan untuk meminta maaf, kemudian berjalan pergi sambil menarik tangan Reyzu.
Ketiga wanita itu yang tidak terima diabaikan, mengeluarkan kata-kata kotornya kepada mereka berlima.
Wanita A
" Bngst kalian semua !!! "
Meninggikan nada bicaranya.
Wanita C
" Anak-anak anjng !!! Dikasih enak malah gak mau !! "
Mengacungkan jari telunjuknya ke arah si kembar Rey dan teman-temannya.
Wanita B
Berjalan beberapa langkah ke depan.
" Anak kampung miskin !!! Jangan sok suci kau anjng !!! Dasar anak kampung, "
Mengacungkan jari tengah kedua tangannya.
Dicaci seperti itu, Reyzu sedikit terpancing dan tidak terima dengan apa yang mereka bertiga katakan.
Reyzu
Membalikan badan menghadap ke tiga wanita itu.
" Emang kita anak kampung dan juga anak miskin !! "
Meninggikan suaranya.
" Tetapi harga diri kami jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan sampah daur ulang seperti kalian !!! "
Mengacungkan kedua jari tengahnya sambil berjalan mundur beberapa langkah.
Ketiga wanita itu langsung terdiam seketika dan tidak berani melawan setelah mendengar apa yang di ucapkan Reyzu.
~ ( X ) ~
Mereka berlima meneruskan berjalan ke arah parkiran untuk mengambil mobil mereka dan terlihat ketiga wanita itu sudah tidak lagi mengikuti mereka.
Yang menyetir mobil itu tetap Reyzu, dia dengan sengaja memilih jalan dimana meraka adu mulut dengan para pelacur itu.
Dan ternyata saat melewati jalan itu, ketiga wanita itu belum pergi dan masih berada di pinggir jalan.
Saat melewati ketiga wanita itu, Reyzu dengan sengaja memperlihatkan senyum sinis nya kepada ketiga wanita itu.
Begitu juga dengan Dion, Nino dan Deden yang berada di bangku belakang melakukan hal yang sama untuk mengejek serta memancing emosi ketiga wanita tersebut.
Benar saja, ketiga wanita itu langsung merasa terhina saat melihat Reyzu yang sedang merendahkan mereka.
Wanita A, B , C
" Woii Anjng !!! "
" Berhenti loo Bngst !!! "
" Anak Anjng berhenti kalau berani !! "
Mereka bertiga sangat tidak menerima apa yang dilakukan Reyzu dan teman-temannya.
Akan tetapi di atas kemarahan ketiga wanita tersebut, Reyzu, Dion, Nino dan Deden malah tertawa terbahak-bahak di dalam mobil, sedangkan Reyza menganggap hal yang telah mereka lakukan itu terlalu berlebihan.
__ADS_1
~ Next ~