Empat Serangkai

Empat Serangkai
Perasaan Claras


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, sekarang Claras sudah berada di rumah Kakek dan Neneknya yang tinggal di luar kota.


Saat tinggal disini, hari-harinya dia isi dengan kesedihan dan penyesalan yang sangat mendalam tentang nasib yang di terimanya.


Claras sangat tidak nyaman berada disini, pingin rasanya dia untuk pulang kerumah, tetapi itu seperti sudah mustahil dilakukan olehnya.


Beberapa hari yang lalu, sebelum Juragan dan Nyonya kembali ke kampung, mereka sempat mendaftarkan Claras di salah satu sekolahan favorit di kota ini.


Dan pada akhirnya, Claras di terima masuk ke sekolah tersebut meskipun Juragan dan Nyonya mengeluarkan banyak dana untuk memasukan Claras ke sekolah tersebut.


Sebenarnya Claras menolak untuk di masukkan ke sekolah tersebut, karena keinginannya cuma satu yaitu ingin kembali bersekolah di kampung bersama-sama teman-temannya.


~X~


Ketika di rumah Kakek dan Neneknya, Claras sangat jarang keluar kamar, bahkan ketika waktu makan pun Claras sama sekali tidak selera.


Sampai-sampai Kakek dan Neneknya sering membujuk Claras agar mau keluar kamar dan makan bersama-sama.


Kakek dan Nenek Claras merupakan orang yang sangat baik, rendah hati dan juga dermawan, berbeda dengan Juragan yang sebagai anak kandungnya malah memiliki sifat yang berbanding terbalik dari sifat kedua orangtuanya.


Juragan bisa seperti itu karena kesalahan cara mendidik Kakek dan Nenek pada saat dia masih kecil, mereka berdua dari kecil sudah biasa memanjakan Juragan sehingga apa yang dia mau dari dulu selalu di turuti, tapi mereka sangat tidak menyangka kalau sifat Juragan bisa menjadi seperti saat ini.


Tentu saja hal itu bisa saja terjadi, mengingat Juragan adalah anak tunggal dan satu-satunya pewaris dari keluarganya.


Sebenarnya Claras merupakan Cucu yang paling di sayangi Kakek dan Neneknya, karena sifatnya yang baik dan rendah hati.


Berbeda dari sifat Sekar yang sudah dari kecil meniru sifat dari kedua orang tuanya.


~X~


Dari pagi Claras sama sekali belum makan dan belum keluar kamar.


Hal itu membuat Kakek dan Neneknya sangat khawatir, mereka tidak mau kalau Claras jatuh sakit karena tidak mau makan.


Mereka berdua terus-terusan membujuk Claras, supaya mau makan meskipun sedikit saja.


" Tok...Tok..Tok " Mengetuk pintu dengan pelan.


" Claras...Ayo makan...Nenek sudah masak makanan yang enak buat kamu, " Bujuk Nenek di depan pintu kamar.


" Iya Ras...Ayo makan bareng Kakek, kasian Nenekmu yang sudah capek-capek masak makanan buat kamu, " Dengan halus membujuk Claras.


" Tok...Tok..Tok " Kembali mengetuk pintu kamar Claras.


" Claras...Kalau gak mau makan nanti kamu bisa sakit loh...Claras, " Kedua kalinya Nenek membujuk.


Karena tidak mendapat jawaban sama sekali dari Claras, Nenek mulai khawatir dengan keadaan Claras di dalam.


" Paa...Gimana ini, Claras masih tidak mau keluar kamar, " Memegang tangan Kakek dengan rasa khawatir.

__ADS_1


" Udah Mama tenang dulu...Papa akan coba bujuk Claras lagi, " Meyakinkan Nenek.


Kakek berusaha sebisa mungkin untuk membujuk Claras dengan halus, supaya hati Claras bisa luluh.


" Krek..Krek..Krek " Kakek mencoba membuka pintu kamar siapa tahu tidak di kunci.


" Claras...Ayo makan nak...Kakek dari tadi menunggu kamu loh...Claras, " Masih berusaha membujuk cucu kesayangannya.


" Tok...Tok...Tok " Nenek mengetuk-ngetuk pintu.


" Kalau Claras gak mau makan...Nenek juga gak mau makan...Biarlah nenek sakit, " Siasat terakhir Nenek.


Dari dalam kamar sebenarnya Claras mendengar semua yang dibicarakan Kakek dan Neneknya.


Tapi dia sama sekali tidak selera buat makan ataupun hanya sekedar keluar kamar, karena hidupnya saat ini seperti sudah tidak memiliki arti yang isinya hanya kehampaan dan kesedihan.


Akan tetapi saat mendengar ucapan Neneknya yang gak mau makan kalau dirinya gak makan, seketika dirinya merasa sangat bersalah karena telah membuat Kakek dan Neneknya khawatir.


Claras tidak mau menyakiti hati Kakek dan Neneknya karena perilakunya yang sudah keterlaluan.


" Krek...Krek...Krek " Claras mulai membuka kunci kamarnya.


Dari luar Kakek dan Nenek yang mendengar pintu kunci kamar Claras mulai terbuka, merasa sangat senang karena akhirnya Claras mau juga keluar kamar.


" Paa..Claras mau keluar Paa, " Memeluk Kakek karena senang.


Saat Claras membuka pintu, Nenek langsung memeluk Claras karena sangat senang akhirnya dia mau juga keluar dari kamarnya.


" Claras..." Langsung memeluk Claras.


Claras juga meminta maaf karena perilakunya akhir-akhir ini telah menyusahkan dan membuat khawatir mereka berdua.


" Claras minta maaf ya Kek--Nek...Karena Claras sudah merepotkan kalian, " Meminta maaf dan memeluk erat Neneknya.


Kakek dan Nenek sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, yang terpenting Claras tidak membuat mereka khawatir lagi dan tidak mogok makan lagi.


" Udah gak papa...Kakek maklumi, " Mengelus-elus rambut Claras.


" Yang penting jangan ulangi lagi ya...Supaya Kakek dan Nenek tidak khawatir, " Nenek mencium Claras sebagai tanda kasih sayangnya.


" Maaf ya Kek--Nek, " Kembali meminta maaf.


" Yaudah sekarang ayo kita makan bersama-sama...Kakek sudah lapar nih, " Mengajak Claras.


" Iya.." Senyum manis dari Claras.


~ Beberapa Hari Kemudian ~


Hari ini adalah hari pertama Claras pergi ke sekolah barunya, entah kenapa dia sangat malah dan tidak ada niatan untuk bersekolah di sekolah barunya tersebut.

__ADS_1


Tetapi mau tidak mau, Claras harus bersekolah untuk menunjang masa depannya dan supaya dia bisa secepat mungkin untuk lulus dan kembali ke kampung untuk bertemu ketiga sahabatnya.


Saat menginjakkan kaki pertama kali di area sekolah, seketika suasananya langsung berubah.


Suasana yang ada disekolah ini sangat jauh berbeda dengan suasana sekolah nya dulu, dimana di sekolah barunya tersebut seperti sekolah kalangan orang-orang terpandang, sedangkan dirinya hanya orang dari desa yang masih asing dengan daerah perkotaan.


~X~


Claras diantar oleh wali kelasnya untuk menuju ke kelas barunya.


Di dalam kelas, Claras disuruh untuk memperkenalkan diri agar bisa lebih akrab dengan teman-teman barunya.


" Ini Claras...Yang akan menjadi teman baru kalian di kelas ini, " Guru wali kelas memperkenalkan Claras ke murid-muridnya.


" Nah Claras...Ini akan menjadi kelas mu dan sekarang coba perkenalkan dirimu dulu ke teman-teman barumu, " Meminta Claras untuk memperkenalkan diri.


Sebelum memperkenalkan diri, Claras mengamati seisi kelas dan semua murid yang melihat ke arah dirinya.


Dia merasakan hal yang aneh seperti ada beberapa murid yang tidak suka dengan kehadirannya di kelas itu.


" Perkenalkan nama aku Claras...Semoga kita bisa berteman baik, " Sedikit membukukan badan sebagai bentuk penghormatannya.


Tetapi banyak juga murid yang menerima dengan sepenuh hati hadirnya Claras di kelas itu.


" Salam kenal ya.."


" Salam kenal..."


" Semoga nyaman disini..."


Beberapa murid menyambut Claras.


" Terimakasih " Claras berterimakasih ke semua orang.


Perkenalan sudah selesai, Claras diminta untuk duduk di bangku yang kosong.


" Itu bangku kamu...Silahkan duduk, ". Bu Guru menunjuk bangku Claras.


Selagi berjalan ke tempat duduknya, Claras berharap kalau di sekolah barunya ini dia tidak mengalami masalah dan bisa lancar sampai lulus.


Saat duduk di bangku, entah kenapa...Tiba-tiba Claras teringat dengan si kembar Rey dan Deden dan mempertanyakan bagaimana ke adaan mereka di sana.


" Keadaan mereka bertiga disana bagaimana ya...Semoga mereka disana baik-baik saja, "


Sejenak memikirkan keadaan ketiga sahabatnya.


" Aku benar-benar minta maaf pada kalian, " Penyesalan yang mendalam dari Claras.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2