
Di dalam kedai itu mereka masih sibuk mengompres luka lebam yang ada pada tubuh dan wajah mereka.
Mereka bertujuh duduk dalam satu meja dengan beberapa wadah es batu yang sudah dibawa oleh teman wanita Dion tadi.
Bagian tubuh mereka sudah nampak terlihat memar-memar berwarna ungu terutama pada bagian wajah.
Deden
Beberapa benjolan berwarna ungu ada di setiap sudut wajahnya, dia mengoles-ngoleskan es batu ke tangan dan ke seluruh area lebam di wajahnya.
" Kalian ada yang punya tisu apa gak ? "
Meminta tisu ke salah satu wanita teman kencan Dion dan Nino.
Wanita Dion
Sibuk membantu mengompres luka lebam yang ada pada wajah Dion,
Meletakkan es batunya ke wadah dan mengambilkan tisu yang Deden minta.
" Ada...Sebentar, "
Mengambil tasnya, membuka dan mencari-cari tisu di dalamnya dan memberikannya ke pada Deden.
Deden
Menjulurkan tangannya mengambil tisu yang di sodorkan oleh teman wanita Dion.
" Terimakasih...Aku minta ya, "
Menganggukkan kepalannya dengan tersenyum sebagai tanda terimakasih.
Mengambil beberapa lembar tisu, mengusapkannya ke area wajahnya yang basah akibat dari es batu tadi.
Wanita Dion
" Iya sama-sama...Ambil aja secukupnya, "
Dengan sopan memberikan tisu tersebut.
Dia juga mengambil beberapa lembar tisu, kemudian mengusapkannya ke wajah Dion agar cepat kering.
" Sini...Wajah kamu aku lap-pin biar cepat kering, "
Perlahan mulai mengelap wajah Dion.
Nino
Melihat apa yang di lakukan teman wanita Dion, karena tidak mau kalah dia menyuruh teman wanitanya untuk membantu mengelap wajahnya dengan tisu.
" Bantu aku mengelap wajah biar cepat kering, "
Memegang lutut teman wanitanya dan tersenyum manja kepadanya.
~ ( X ) ~
Karena tidak memiliki luka yang cukup serius, si kembar Rey hanya menonton apa yang teman-temannya itu lakukan.
Mereka berdua hanya bisa menunggu sampai teman-temannya itu selesai mengobati luka yang mereka dapatkan tadi.
Di dalam kedai tersebut, terlihat masih banyak pengunjung yang mengamati dan membicarakan apa yang telah di lakukan si kembar Rey dan teman-temannya tadi.
Sayup-sayup terdengar ada yang menjelek-jelekkan apa yang barusan mereka lakukan.
Tetapi mereka memilih menutup telinga dan tidak menghiraukan itu semua, karena mereka sadar kalau yang mereka lakukan itu salah.
Reyza
Mengerutkan dan memegangi dahinya, menggelengkan kepala karena heran dengan apa yang orang-orang itu bicarakan di belakang mereka.
Sedikit melirik ke belakang untuk melihat siapa saja yang tengah membicarakannya.
__ADS_1
Memegangi beberapa bagian tangannya yang mulai merasakan nyeri akibat menahan tinjuan dari Bastian tadi.
Dia berdiri dari tempat duduknya, mengambil HP nya di meja, kemudian pergi berjalan ke arah toilet.
" Aku mau ke toilet dulu, "
Memasukkan HP nya ke saku celana.
Reyzu
" Si anak sialan malah mesra-mesraan disini, "
Dia bergeming dalam hati dengan tatapan matanya mengarah kepada Dion dan Nino yang sedang bermesraan di depan matanya.
Kepalanya seketika menoleh ke arah Reyza yang pamit ke toilet, dia berniat mengikuti Reyza dari pada harus menunggu orang yang sedang pacaran.
" Tunggu...Aku bareng, "
Menggeser kursinya dan bergegas pergi menyusul Reyza.
~ ( X ) ~
Di dalam toilet mereka berdua hanya mencuci muka dan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh mereka.
Di karenakan tidak ada nya cermin, mereka berdua menggunakan kamera dari HP untuk melihat kondisi dari wajah mereka.
Reyza
Mengeluarkan HP nya dari saku, membuka kamera depan dan mengarahkannya ke area wajah.
Dia melihat dengan teliti setiap bagian dari wajahnya dan mencari-cari bagian mana saja yang luka.
Memiringkan sedikit wajahnya, melihat ada luka kecil di dekat pelipis matanya, dia memeganginya untuk memastikan seberapa besar luka tersebut.
" Lumayan juga nih, " Memegangi bagian lukanya.
Melihat tangan yang digunakannya untuk memegang luka tersebut guna memastikan masih mengeluarkan darah apa tidak.
~ ( X ) ~
" Pinjam bentar, " Merebut HP Reyza begitu aja.
Reyza yang tidak suka dengan cara Reyzu meminjam HP nya, bermaksud untuk mengambilnya kembali tetapi Reyzu bersikeras tidak mau memberikannya.
" Sini HP ku Segawon !! " Berusaha merebut HPnya kembali.
Reyzu
Menghadap membelakangi Reyza, menggunakan badan dan tangannya sebagai tameng.
Disaat Reyza sedang berusaha mengambil HP dari tangannya, bisa-bisanya dia menggunakan kesempatan itu untuk sekilas bercermin menggunakan kamera depan HP Reyza.
Saat sudah dikira cukup melihat kondisi wajahnya, dia dengan senang hati mengembalikan HP milik Reyza tersebut.
" Iya Ini..Aku kembalikan...Di pinjam sebentar aja, gak boleh, "
Reyza
Mengambil HP nya dari tangan Reyzu
" Segawon emang kau !! " Mematikan HP nya dan memasukkannya kedalam saku.
Masih kesal dengan apa yang dilakukan Reyzu, sebelum kembali dia memukul keras kepala Reyzu sebagai pelajaran.
" Plakk...." Sangat merdu terdengar di telinga.
Setelah memukul kepalanya dia pergi tanpa memikirkan Reyzu.
Reyzu
Terkejut karena dipukul secara tiba-tiba.
__ADS_1
" Aduhh...."
Memegangi dan mengusap-usap kepalanya.
" Segawon emang kau !! "
Perlahan kembali berjalan keluar mengikuti Reyza dari belakang.
~ ( X ) ~
Di meja terlihat Deden, Dion, Nino dan kedua wanitanya sudah menunggu si kembar Rey.
Karena kondisi luka mereka yang sudah mendingan mereka mau membicarakan tentang awal mula permasalahan Dion dan Nino kepada Bastian.
Reyza ingin memastikan kebenaranya langsung dari mulut mereka, mengingat kalau masalah ini tidak cepat terselesaikan bisa-bisa malah semakin panjang dan semakin semrawut.
Mereka juga yakin Bastian tidak akan diam saja setelah mereka kalahkan, suatu saat dia pasti kembali untuk balas dendam kepada mereka.
Reyza
Duduk kembali ke kursinya, mengeluarkan HP nya dari saku kemudian meletakkannya di meja, di ikuti oleh Reyzu yang duduk disampingnya.
Meletakkan kedua tangannya di meja dan sorot pandangan matanya mengarah kepada Dion, Nino dan kedua teman wanitanya.
" Sekarang semuanya sudah terjadi, kalau tidak cepat kita selesaikan akan semakin panjang, "
Menyeruput sedikit minumannya.
" Sebenarnya ada masalah apa antara kalian dan si Bastian itu ? "
Mengarahkan pandangannya ke pada Dion.
Dion
Mengusap wajahnya, dengan serius dan berkata sejujurnya kepada Reyza.
" Sumpah ini...Pertama kalinya aku bertemu dengan dia dan aku juga tidak tau masalah dia kepadaku itu apa, " Memegang keningnya.
" Tapi Bastian tadi bilang kalau kamu adalah pacarnya, " Melirik tajam kepada Wanita kencannya.
Terlihat wanita kencannya itu tertunduk dan tidak berani menatap wajah mereka.
Reyzu
Mendekatkan tempat duduknya ke meja agar lebih nyaman saat akan bicara.
Memindahkan wadah es batu yang ada di hadapannya kemudian mengelap bagian meja yang basah.
" Kamu sebenarnya ada hubungan apa sama Bastian ? "
Agar tidak tegang Reyzu bertanya dengan santai.
Wanita Dion
Mengangkat perlahan kepalanya, mengarahkan pandangannya ke Reyzu yang bertanya kepadanya.
Dari raut mukanya sangat menggambarkan rasa bersalah dan penyesalannya kepada mereka.
" Aku tidak bermaksud untuk berbohong, "
Menundukkan kembali kepalanya karena tidak ada keberanian dalam hatinya untuk menatap wajah mereka.
" Emang benar aku pacarnya Bastian...Tapi dia selingkuh kepada wanita lain, oleh karena itu aku mendekati Dion untuk membalas dendam kepada Bastian, "
" Tolong maafin aku...Aku gak menyangka kalau akan jadi seperti ini, " Tidak bisa lagi menyembunyikan penyesalannya.
Air matanya pecah membasahi pipinya, dia memegang erat tangan Dion dan meminta maaf kepada mereka.
~ ( X ) ~
Mereka semua melihat jelas ketulusan hati wanita itu saat meminta maaf, terlihat tidak ada kebohongan di dalam hatinya.
__ADS_1
Tetapi itu semua tergantung keputusan Dion sebagai pasangannya, si kembar Rey hanya bisa memikirkan cara agar masalah ini bisa cepat selesai dan tidak berkepanjangan.