
Sesampainya di rumah, merekapun langsung tidur agar tidak bangun kesiangan, karena sekarang mereka sudah jauh dari rumah maka sebisa mungkin mereka akan melatih hidup lebih disiplin.
Keesokan harinya setelah subuh, satu persatu dari mereka keluar kamar dalam keadaan yang sudah bersih dan rapi.
Awalnya mereka berlima berkumpul di ruang keluarga sambil menonton TV kesukaan mereka.
Saat jam sudah menunjukkan 05:30 WIB, Dion dan Nino memilih untuk keluar rumah untuk mencari udara segar di ikuti oleh Deden yang juga ingin pergi keluar.
Sedangkan si kembar Rey memilih tetap berada di dalam rumah sambil menonton TV karena masih capek dan ngantuk setelah jalan-jalan tadi malam.
Saat keluar dari rumah, Dion merasakan suasana pagi yang ada di perumahan itu hampir sama dengan suasana pagi hari yang ada di kampung mereka.
Hal itu disebabkan karena masih adanya banyak pepohonan dan tanaman di sepajang jalan ataupun di pekarangan rumah-rumah mewah di perumahan itu.
Dion
Merenggangkan badanya dengan sangat nyaman.
" Suasana disini hampir sama dengan yang ada di desa, "
Pandangan matanya melihat kiri kanan rumah yang masih banyak di tumbuhi tanaman.
Nino dan Deden juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Dion.
Nino
Duduk di tangga jalan utama rumah tersebut.
" Hampir gak ada bedanya, "
Menghirup nafas panjang untuk merasakan sejuknya udara di tempat itu.
Deden
Melakukan pemanasan untuk melemaskan otot-ototnya.
" Mines nya disini cuma satu, entah kenapa perumahan ini nampak sepi padahal banyak rumahnya, "
Melihat ke sepanjang jalan yang hanya nampak beberapa orang saja yang berlalu lalang.
Nino
Lekas berdiri berjalan ke halaman.
" Simpelnya orang-orang disini pada sibuk kerja, jadi gak ada waktu buat sosialisasi, "
Merenggangkan badannya.
Mereka bertiga kemudian turun kejalan yang tampak sepi itu untuk melakukan pemanasan agar otot-otot mereka melemas.
Tak berselang lama Pak Gerald keluar dari rumah dengan memakai pakaian olahraga lengkap.
Dion
Menanyai Pak Gerald dengan sopan saat sudah berada dekat dengan mereka.
" Bapak mau pergi kemana ? "
Pak Gerald
Sambil melakukan pemanasan ringan terlebih dahulu.
"Mau olahraga joging dulu ke taman sebelah,"
Tersenyum kepada mereka bertiga.
Deden
__ADS_1
Berhenti sejenak melakukan pemanasan.
" Jauh gak Pak tamannya ? "
Dengan sopan bertanya.
Pak Gerald
Berhenti melakukan pemanasan karena sudah dirasa cukup.
" Gak jauh hanya di sebelah komplek ini, kalian mau ikut ? "
Mencoba mengajak mereka bertiga.
Dion, Nino dan Deden yang penasaran memilih ikut sekalian juga untuk menemani Pak Gerald berolahraga.
Dion
Menganggukkan kepalanya.
" Kalau gitu aku ikut Bapak deh, sekalian untuk olahraga pagi, "
Nino dan Deden pun juga ingin ikut pergi karena penasaran dengan letak taman itu.
Pak Gerald sangat senang karena ada yang menemaninya olahraga pagi ini.
Pak Gerald
Tersenyum senang karena akan ada yang menemaninya.
" yaudah kalau begitu ayo, keburu kesiangan panas nanti, "
Saking senangnya Pak Gerald berlari duluan di ikuti oleh Dion, Nino dan Deden yang menyetarakan kecepatan larinya.
Beberapa saat setalah mereka berempat pergi, si kembar Rey keluar rumah dan mencari keberadaan Dion, Nino dan Deden yang sudah tidak di depan rumah.
Reyzu
" Mereka bertiga perginya kemana ? "
Sorot matanya mengarah ke Reyza.
Reyza
Turun ke halaman dan melihat kiri kanan untuk mencari mereka bertiga.
" Gak tau, seharusnya gak jauh dari sini, "
Turun ke jalan dan memandangi sepanjang jalan yang tampak sepi.
Kemudian Reyzu juga ikut turun ke jalan untuk memastikan keberadaan Dion, Nino dan Deden yang tiba-tiba menghilang entah kemana itu.
Karena tidak ada orang sama sekali dihalaman, merekapun mencoba pergi kebelakang rumah untuk mengecek keberadaan mereka bertiga, tetapi hasilnya sama saja.
Mereka berdua juga mengelilingi rumah untuk mencari tapi tidak kunjung menemukan mereka bertiga, karena sudah capek mencari Reyzu memilih untuk membiarkannya saja.
Reyzu
" Biarkan saja mereka entar juga balik sendiri, lagian mereka juga sudah besar gak mungkin ada maling yang menculik mereka, "
Berjalan kembali kedalam rumah.
Reyza
Melihat Reyzu yang berjalan masuk kedalam rumah.
" Kalau hilang tinggal lapor polisi, "
__ADS_1
Berjalan masuk kedalam rumah.
~ ( Cerita Berpindah ) ~
Ternyata Pak Gerald, Dion, Nino dan Deden sudah keluar dari area perumahan dan setengah jalan menuju ke taman itu.
Sambil berlari joging, mereka berempat saling berbagi cerita satu sama lain sambil bercanda-canda hingga tak terasa merekapun sudah sampai di depan taman yang cukup luas itu.
Taman itu ternyata cukup banyak juga di kunjungi oleh orang-orang untuk sekedar berolah raga di pagi hari, karena di tengah taman itu di sediakan beberapa lapangan olahraga seperti voly, futsal dan basket yang digunakan untuk umum.
Pak Gerald, Dion, Nino dan Deden pun masuk dan meneruskan joging mereka di dalam taman itu sampai beberapa putaran.
Karena sudah capek dan penuh keringat, merekapun beristirahat sejenak sambil meminum air yang baru saja mereka beli.
Saat duduk-duduk itu Pak Gerald baru menyadari kalau ketiga anak itu, berlari hanya menggunakan sandal jepit bukannya sepatu.
Pak Gerald
Melihat Deden yang duduk dibawah melepas sandalnya untuk alas.
" Lohh, kalian tadi lari pakai sendal toh...Bapak kira pakai sepatu, "
Dion, Nino dan Deden hanya tersenyum menanggapi hal tersebut.
Nino
Duduk dibawah bersama Deden.
" Gak papa kok Pak, dari pada gak pakai alas kaki sama sekali, "
Sedikit mengangkat pandangannya.
Pak Gerald
Sedikit menyesal karena baru menyadarinya sekarang.
" Bukan gitu lohh...Kalau saja Bapak sadar dari awal, seenggaknya Bapak bisa pinjami kalian sepatu Bapak yang ada dirumah, "
Dion
Tersenyum kepada Pak Gerald yang peduli dengan mereka.
" Bapak sudah mau ajak kita joging bareng kesini aja kita sudah senang kok Pak, "
Mengangkat sedikit pandanganya.
Deden
Melihat Pak Gerald dengan penuh keceriaan.
" Kita di desa sudah terbiasa begini, jadi gak masalah buat kami, "
Menurunkan kembali pandanganya setelah berbicara.
Mendengar apa yang mereka bertiga katakan, membuat Pak Gerald sudah bisa mengenali karakter yang ada pada diri mereka.
Pak Gerald
Tertegun sejenak memandangi mereka bertiga.
" Suatu saat generasi muda seperti kalian lah yang akan membawa perubahan untuk bangsa ini, jadi terus semangat dan jangan pantang menyerah untuk mengejar apa yang kalian cita-citakan, "
Sedikit menyemangati Dion, Nino dan Deden agar lebih semangat lagi dalam mengukir masa depan mereka.
Mereka bertiga mendengarkan dengan serius apa yang dikatakan Pak Gerald, karena apa yang dikatakan Pak Gerald itu benar adanya dan bukan hanya sebuah omong kosong saja.
Kemajuan dan kehancuran suatu bangsa tergantung gimana para generasi muda untuk menyikapi dan meneruskan kinerja pendahulunya.
__ADS_1
~ Next ~