Empat Serangkai

Empat Serangkai
Masuk Ke Cafe


__ADS_3

Reyzu dengan percaya dirinya berjalan lebih dahulu sambil mengotak-atik HP nya, ternyata dia sedang sibuk searching di google sistem pemesanan di cafe agar tidak malu-maluin saat sudah masuk ke dalam.


Reyzu


Jalan perlahan dengan pandangan mata fokus ke HP nya.


" Aku cari dulu di google deh, dari pada malu-maluin nanti, "


Saat mencari dia langsung menemukan sebuah website yang memuat hal tersebut dan dia langsung membukanya.


" Setelah memesan makanan yang ada di tempat kasir, jangan lupa untuk membayar langsung pada saat selesai memilih menu, kasir akan memberi kan total jumlah yang di pilih,dan jika tidak di tanya kan duduk anda di mana, setidak nya beritahu letak duduk anda di mana, seperti di luar, di dalam atau di atas, setelah itu tunggu saja beberapa menit, minuman atau makanan kalian di antar, "


Di dalam hatinya, dia membaca dengan teliti setiap kata yang tertera dalam website tersebut.


" Gampang ternyata, "


Setelah memahami semua isinya, dia mematikan dan memasukkan kembali HP nya kedalam saku.


~ ( X ) ~


Reyza, Dion, Nino dan Deden terus mengikuti Reyzu dari belakang dengan keraguan mereka.


Mereka berempat seperti tengah mendapatkan pilihan yang sulit, antara masuk kedalam cafe bersama Reyzu atau memilih putar balik cari tempat yang lain.


Nino sendiri tetap menyarankan untuk kembali saja mencari tempat yang lain.


Nino


Berjalan mundur di depan Reyza.


" Kita balik aja yok, cari tempat yang biasa-biasa aja, "


Dia melihat ekspresi wajah Reyza, Dion dan Nino yang nampak sama, terutama Deden yang awalnya paling semangat sekarang seperti sudah gak ada semangat lagi.


Reyza


" Kamu lihat dia tuh... Kalau kamu bisa yakinin dia, aku turutin mau mu, "


Sorot matanya mengarah ke Reyzu yang terus berjalan ke arah cafe tanpa memerhatikan orang-orang yang ada di belakangnya.


Mendengar perkataan Reyza, Nino langsung berbalik badan melihat ke arah Reyzu dengan penuh tekanan.


Dion


Semakin dekat dengan cafe itu semakin berat juga langkahnya.


" Terima nasib lah, "


Menggelengkan kepala dengan menunduk.


Deden


" Aku tak yang paling aja, biar gak resiko, "


Memelankan langkahnya agar bisa berjalan di belakang Reyza dan Dion.


~ ( X ) ~


Sesampainya di depan pintu cafe, Reyzu menoleh dulu ke arah teman-temannya untuk memastikan kalau mereka masih ikut bersama dirinya.


Dia menunggu mereka agar bisa masuk bersamaan, supaya rasa malu di hati mereka semua bisa sedikit menghilang.


Reyzu masuk terlebih dahulu dan langsung menuju ke arah kasir untuk memesan makanan di ikuti oleh Reyza, Dion, Nino dan Deden yang ada di belakangnya.


Reyzu berdiri di depan kasir untuk memilih menu yang telah disediakan, terdapat berbagai macam makanan dan minuman dengan harga yang bervariasi.


Karena teman-temannya pada diam semua, dia mencoba menawari mereka untuk memesan.


Reyzu


Menunjukkan daftar menu kepada mereka.


" Kalian mau pesan apa ? jangan diam aja, "


Memberikan daftar menu itu kepada Reyza.


Dion

__ADS_1


" Aku samakan aja sama kamu, "


Duduk di kursi yang di sediakan.


Nino


" Aku juga sama, "


Menarik kursi kosong yang ada di samping Dion.


Deden


" Aku terserah kalian aja lah, "


Terpaksa berdiri karena tempat duduknya sudah habis di tempati mereka berempat.


Karena mereka bertiga minta di samakan, malah membuat Reyzu pusing untuk memilih makanan karena takut kalau ada yang tidak suka dengan pilihannya.


Sedangkan Reyza masih melihat daftar makanan di menu tersebut, dia baru menyadari kalau hampir semua makanan yang ada di menu kurang lebih hampir sama dengan warung kopi biasa hanya saja memakai bahasa inggris dalam penulisan menunya.


Reyza


Membaca setiap menu yang ada di daftar dengan keheranan karena harga yang di tawarkan berkali-kali lipat dari harga normal yang dia tahu.


" Cuma beda nama aja harganya bisa sampai 2X lipat dong...Benar apa kata ibu dulu kalau teknik marketing itu sangat berpengaruh untuk kelancaran usaha, "


Dia membaca daftar menu tersebut hingga bagian paling belakang di mana disitu tertulis siapa saja penanggung jawab cafe tersebut dari Owner sampai stafnya.


Saat membaca nama pemilik cafe tersebut dia langsung teringat dengan kakeknya karena namanya sama yaitu Gerald.


Mengetahui hal itu, dia langsung membalik daftar menu itu ke bagian awal guna membaca nama cafe tersebut yang ternyata bernama Gasendra Cafe, dia baru menyadari kalau nama yang dia lihat di logo depan cafe tadi dengan yang ada di daftar menu tersebut sama dengan nama perusahaan milik kakeknya.


Dia langsung memperlihatkannya kepada Reyzu untuk memastikannya.


" Kamu lihat ini, namanya kok sama dengan kakek dan nama depan cafe ini juga sama dengan nama perusahaan kakek, "


Reyzu


Langsung mengambil daftar menu itu dan melihatnya lebih jelas lagi.


Bertanya-tanya dalam hatinya.


Reyza


" Gak tau juga aku, kita tanya aja nanti kalau sudah sampai rumah, "


Pandangan matanya tetap melihat daftar menu yang dipegang Reyzu dengan sangat penasaran.


Reyzu


Karena tidak mau penasaran, tanpa basa-basi langsung bertanya kepada mbak-mbak Barista yang sedang melayani mereka.


" Mbak apa bener yang punya cafe ini namannya Pak Gerald dan Bu Sandra ? "


Dengan sopan dia bertanya.


Mendengar pertanyaan Reyzu, Mbak Barista itu menjadi terkejut karena jarang orang yang bertanya tentang atasannya tersebut.


Mbak Barista


" Loh Mas kok tau ? ada perlu apa emang dengan atasan saya, "


Dari ekspresi wajahnya dia sangat nampak keheranan.


Belum sampai si kembar Rey menjawab, Deden tanpa berfikir dulu langsung menyela pembicaraan.


Deden


" Itu nama kakek dan nenekmu kan ? "


Dengan licin mulutnya berbicara.


Tanpa basa basi Dion langsung memukul kepalanya karena dianggap menganggu orang bicara.


" Plakk " Suara pukulan Dion sedikit nyaring.


Dion

__ADS_1


" Mending kau diam aja bodoh !! "


Melirik tajam ke arah Deden.


Deden


" Aduh "


" Sakit tau, "


Memegangi kepalannya.


~ ( X ) ~


Mbak barista tersebutpun kembali terkejut dan sedikit tidak percaya dengan apa yang mereka bicarakan, karena semenjak dia kerja di sana atasannya tersebut sama sekali tidak pernah memberitahu tentang cucunya.


Mbak Barista


" Hahh...Kamu cucunya atasan saya ? "


Dengan serius dia bertanya.


Karena tidak mau membuat gaduh, Reyza pun dengan cepat mengalihkan pembicaraan dengan memesan makanan agar Mbak Barista itu tersibuk kan dengan pekerjaannya.


Reyza


" Gak kok mbak..Ini kita mau pesan 5 nasi goreng dan 5 es teh...Berapa total semuanya, "


Menunjuk menu makanan tersebut meskipun menggunakan bahasa inggris.


Mbak Barista


Tidak mau memikirkan hal itu lagi karena diluar pekerjaannya.


" Semuanya 175k ...Nasi gorengnya 100k untuk 5 orang dan es teh nya 75k untuk 5 orang juga ya mas, "


Menjelaskan detail harganya.


Reyza


Mengambil uang dari dompetnya dan langsung memberikannya.


" Ini ada 200k kembaliannya buat mbak karena sudah semangat bekerja, "


Mbak Barista


" Terimakasih banyak untuk uang tips nya mas..Oh iya mas mau makan di indoor atau outdoor ? "


Berterimakasih kepada mereka.


Reyzu


" Di outdoor aja mbak yang enak, "


Lekas berdiri dari tempat duduknya.


Mbak Barista


" Kalau outdoor silahkan mas lewat jalan itu dan lurus kebelakang ya mas, "


Menunjukkan jalannya.


~ ( X ) ~


Karena sudah memesan dan ditunjukkan jalannya oleh mbak Barista mereka berlima bergegas menuju ke tempat outdoor yang disediakan cafe tersebut.


" Terimakasih mbak, "


" Makasih mbak "


Si kembar Rey tersenyum dan berterimakasih untuk pelayanan mbak Barista yang memuaskan sedangkan Dion, Nino dan Deden hanya tersenyum sebelum mereka pergi.


" Sama-sama mas, "


Mbak Barista pun membalas senyuman mereka.


~ ( X ) ~

__ADS_1


__ADS_2