Empat Serangkai

Empat Serangkai
Balas Dendam


__ADS_3

~ Hari Minggu Yang Cerah ~


Matahari mulai menampakan sinarnya, kabut tebal mulai menghilang dari pandangan, hawa dingin berangsur-angsur mulai menghilang.


Si kembar Rey beranjak bangun dari tempat tidurnya, menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan membersihkan diri.


Mereka keluar dari rumah sekedar untuk olahraga dan lari pagi untuk menjaga kesehatan tubuh mereka, serta menikmati suasana pedesaan yang masih kental di desa mereka.


Sepulang olahraga, mereka seperti biasa di hari minggu Reyza dan Reyzu selalu menyempatkan diri untuk membatu orang tuanya bersih-bersih rumah, hal itu juga sudah menjadi kebiasaan bagi mereka.


Ketika Reyza dan Reyzu baru saja selesai bersih-bersih dan beristirahat di teras rumah, dari jauh terlihat Deden datang dengan menaiki sepeda dengan santai sambil membawa joran pancing beserta es marimas ditangannya.


Reyzu


Menyenderkan tubuhnya di kursi, mengusap keringat yang bercucuran di kepalanya dan tidak sengaja melihat ke arah Deden yang terlihat datang kerumahnya.


“ Si anak kurang bumbu pagi-pagi sudah kesini aja, "


Deden


Membawa joran pancing ditangan kirinya dan es marimas di tangan kanannya, mengayuh sepeda dengan pelan menuju ke rumah si kembar Rey.


Sampai di depan rumah, dia memarkirkan sepedanya, kemudian berjalan pelan menghampiri si kembar Rey.


“ Yok pergi mancing, mumpung aku sudah bawa pancing, " Menyodorkan pancing yang di bawanya.


Reyza


Mengelap keringatnya dan meminum air putih yang ada di meja samping tempat duduknya,


Memberikan sedikit nasihat kepada Deden.


“ Kau ini...pagi-pagi sudah minum es aja, entar sakit repot sendiri, " Meletakan kembali air minumnya.


Deden


Mengambil satu kursi yang tersisa dan meletakkannya di depan si kembar Rey sebelum dia duduki.


Dia mendirikan joran pancing yang di bawanya di samping tempat duduknya dan melemparkan plastik es marimas yang baru habis di minumnya tepat sasaran ke tempat sampah.


“ Gak bakal sakit, aku kan kuat hehehe, "


Reyzu


Mengambil dan melihat joran pancing yang di bawa Deden ke rumahnya, dia melihat seberapa bagus kualitas pancing tersebut dengan membengkokkannya.


“ Halah sok-sokan banget...ngomong-ngomong kau ngajak mancing sudah ada umpan apa belum ? ” Perlahan-lahan membengkokkan pancing Deden.


Deden


Mengambil paksa pancingnya dari tangan Reyzu karena takut dipatahkannya, kemudian meletakkannya kembali ke tempat semula.


“ Yaa belum lah...makanya ayo cepat berangkat biar gak kesiangan sambil cari cacing buat umpan, " Menaruh kembali pancingnya.


Reyza


Setuju ikut mancing bersama Deden, dia pergi menuju belakang rumah untuk mengambil joran pancingnya, sedangkan Reyzu tetap duduk manis di tempatnya.


“ Tunggu sebentar, aku mau mengambil joran pancing dibelakang rumah, "


Deden


Dia sangat senang karena kedua temannya mau menemani dirinya untuk memancing.


“ Ok...Cepetan "


~ ( X ) ~


Setelah mendapatkan izin dari orang tuanya, mereka bertiga berangkat  dengan menaiki sepeda menuju sungai, sebelum ke sungai mereka mampir ke kebun dahulu untuk mencari umpan yang dibutuhkan secukupnya saja.


Sesampainya di sungai mereka mencari tempat yang teduh dan strategis buat mancing, supaya mendapatkan banyak ikan untuk dibawa pulang.


Reyza


Melihat-lihat ke sekeliling sungai untuk mencari tempat yang pas untuk mereka memancing.


Pandangan dia tertuju kepada pohon anggrung yang terlihat sangat rindang dan banyak berbuah.


“ Dibawah pohon anggrung tuh kelihatanya enak buat mancing, " Menunjuk pohon tersebut.


Deden


Pandangannya tertuju ke arah tempat yang di tunjuk Reyza, dia terperangah melihat pohon itu karena sangat lebat berbuah dan sudah banyak yang matang.


“ Buahnya juga lumayan banyak yang sudah matang, lumayan buat ganjal perut, " Terperangah.


Reyzu


Melihat ke arah Deden dan memukul kepalanya


" Plak " Tidak begitu kencang tapi lumayan sakit.

__ADS_1


“ Kau ini niat mau mancing apa mau cari makanan, "


Deden


Memegangi bagian kepala yang di pukul Reyzu tetapi tidak berani membalasnya.


" Aduhh " Mengusap-usap bagian belakang kepalanya yang di pukul.


“ Kalau bisa dua-duanya juga gak papa hehehehe, " Niat bercanda.


~ ( X ) ~


mereka bergantian berbicara sambil berjalan menuju ke pohon anggrung, tempat mereka akan memancing.


Awalnya mereka memancing dengan tenang tanpa gangguan apapun, tiba-tiba ada seseorang yang datang dengan melempar batu ke arah sungai tempat mereka memancing.


Ternyata orang itu adalah Dion dan Nino si anak manja dan nakal yang mau mencari masalah lagi dengan mereka setelah kejadian waktu itu.


“ Byurr "


" Byurrr "


" Byurr "


Beberapa kali mereka melemparkan batu ke sungai.


Reyzu


Sangat kesal dan marah karena ada yang mengganggu mancingnya, dia menoleh ke belakang untuk mencari tahu siapa dalang dibalik ini semua.


“ Siapa yang berani melempar batu kesini !! "


Nada tinggi Reyzu bicara.


Reyza dan Deden


Mereka berdua ikut menoleh ke belakang dengan waktu yang hampir bersamaan, mereka melihat Dion dan Nino yang datang menghampiri mereka.


Dion


Tanpa rasa takut sedikitpun, dia berjalan bersama Nino ke arah si kembar Rey dan Deden dengan niat mencari keributan kepada mereka.


“Kita yang melempar...mau apa kamu, gak terima sini maju !! " Tantang Dion.


Kembar Rey dan Deden


Mereka bertiga secara bersamaan langsung berdiri, akan tetapi Deden yang masih takut dengan mereka hanya bisa bersembunyi di belakang Reyza.


Si kembar Rey dengan berani maju menghampiri mereka.


Dion dan Nino


Nino maju beberapa langkah di depan Dion


" Siapa takut dengan kalian...anak kembar sialan !! "


Dion menantang Reyzu karena masih dendam dengan kejadian kemarin.


“ Maju sini kalau kalian berani !! "


Reyza


Dikarenakan suasana sudah mulai kacau, dia berusaha untuk menenangkan suasana agar tidak terjadi keributan.


“ Kami tidak ingin cari masalah dengan kalian ya...sebaiknya kalian cepat pergi dari sini, " Menarik Reyzu agar sedikit mundur.


Reyzu


Mengacungkan jari telunjuknya ke arah sungai dan mengancam Dion dan Nino.


“ Cepat pergi sana..kalau tidak ingin aku jeburin ke sungai, "


Dion dan Nino


Mereka bersikeras untuk membalaskan dendamnya sehingga tidak mendengarkan peringatan si kembar Rey.


“ Kau lihat si anak cupu itu, hanya bisa berdiri di belakang kalian, dia saja sudah takut dengan kami..Kalian mau bernasib sama dengan dia ! "


Nino menunjuk Deden.


Dion kembali menantang si kembar Rey agar meladeni mereka.


“ Maju sini kita liat kamu atau aku yang jebur ke sungai, "


~ ( X ) ~


Sudah tidak tahan dengan mereka Reyzu ingin memberi mereka pelajaran supaya mereka kapok, akan tetapi Reyza selalu mencegahnya karena Reyza tidak ingin ada perkelahian.


Deden yang semula diam dan bersembunyi dibelakang si kembar Rey, akhirnya berani berbicara didepan mereka. Deden tidak ingin, si kembar Rey jadi terluka karena ingin melindungi dirinya.


Deden

__ADS_1


Maju beberapa langkah ke depan dan mulai berani berbicara kepada Dion dan Nino meskipun tidak berani menatap wajah mereka.


“ Masalah kalian itu dengan aku, jadi jangan sakiti teman-temanku, " Menundukkan kepalanya.


Dion


Melihat Deden yang mulai sudah berani dengan mereka, dia bersemangat untuk menjatuhkan mental Deden lagi.


“ OHhhh....si anak cupu sudah mulai berani yaa...maju sini biar ku pukul kepalamu, " Menantang Deden.


~ ( X ) ~


Reyza yang dari tadi menahan Reyzu agar tidak meladeni mereka, akhirnya sampai batasnya. Dia sudah tidak bisa lagi menahan Reyzu karena terus-menerus memberontak.


Reyzu yang sudah lepas dari kakaknya langsung maju dengan mendorong Dion sampai jatuh terjungkal.


Melihat itu Nino yang kaget kalau Reyzu benar-benar berani melawan mereka, membalas perbuatan Rey dengan mendorongnya hingga hampir terjatuh.


Adu saling dorong pun terjadi pada mereka dengan di hiasi bacotan-bacotan keduanya.


Dion yang tidak terima didorong hingga jatuh, ingin membalas memukul Reyzu saat dia sedang saling dorong dengan Nino.


Akan tetapi ada hal yang tidak terduga terjadi, pukulan Dion yang mengarah ke Reyzu berhasil di tahan oleh Reyza yang dari tadi mengamati mereka.


Dion kembali didorong oleh Reyza hingga terjungkal untuk kedua kalinya.


Melihat hal itu Dion dan Nino pun kaget karena mereka selalu berpikir bahwa Reyza merupakan orang yang pendiam berkebalikan dengan Reyzu yang selalu bar-bar dan banyak omong.


Reyza kembali memperingatkan mereka untuk pergi meninggalkan mereka akan tetapi hal yang sama terjadi, Dion dan Nino tidak menghiraukan peringatkan Reyza malah semakin bersemangat untuk mengalahkan si kembar Rey.


Reyza


Berusaha menahan Reyzu agar tidak lepas kendali dan menjadi brutal kepada Dion dan Nino.


“Kalian cepat pergi dari sini...atau kalian akan menyesalinya !! "


Dion


Di penuhi emosi dan ambisi balas dendam, dia belum puas kalau belum bisa menghajar ke duanya.


“Jangan sok jagoan kamu...Kita belum puas kalo kalian belum kita hajar, " Mengacungkan jari tengah.


Reyzu


Bukan mendengarkan apa yang dikatakan Reyza, dia malah kembali memancing emosi Dion.


“ Hehhhhh....belum di apa-apain aja udah terjungkal dua kali...pantes nya kau itu lawan anak perempuan sana, " Ejek Reyzu.


~ ( X ) ~


Mendengar ejekan Reyzu, Dion tanpa berfikir dua kali mau memukul Reyzu, akan tetapi hal yang sama juga terjadi, Reyza berhasil menghentikannya, malahan hal yang lebih parah terjadi pada Dion, Reyza memegang kerat baju Dion dengan erat serta sedikit mengangkatnya.


Reyza


Sudah habis kesabarannya, dia memegang kerat baju Dion, tanpa basa basi langsung melemparkannya ke sungai.


“ Kau sudah aku peringatkan dua kali,untuk pergi dari sini....sekarang tidak ada yang ke tiga, ” Mengangkat sedikit tubuh Dion.


~ ( X ) ~


Karena sudah diperingatkan beberapa kali mereka tidak menghiraukannya, Reyza melempar Dion ke sungai untuk memberinya pelajaran agar tidak mencari masalah lagi dengan mereka.


Melihat itu Nino menjadi sedikit takut dengan mereka yang membuat dia diam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Reyza


Bersikap tegas, menyuruh Nino untuk membantu Dion yang sudah terjatuh ke sungai.


“ Kenapa kau diam aja...cepat bantu temanmu ituu atau kamu mau aku lempar sama dengan Dion !! "


Reyzu


Dia terlihat sangat puas karena Dion sudah di beri pelajaran oleh Reyza tanpa dia mengotori tangannya.


“ hhhhhhh baru tahu marahnya Mas aku kan....makanya jangan songong jadi orang, " Meledek Dion dan Nino


~ Dion dan Nino ~


Nino yang sudah tidak bisa apa-apa langsung membantu Dion untuk keluar dari sungai. Akan tetapi hal itu membuat Dion semakin marah dan dendam pada mereka berdua.


Dion berjalan pergi dengan rasa malu, akan tetapi masih sempat mengancam kembali si kembar Rey.


“ Awas aja kalian...tunggu pembalasanku..aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini !! " Berjalan meninggalkan si kembar Rey.


Reyzu


Melambaikan tangan kepada mereka berdua sebagai tanda ejekannya untuk terkahir kali sebelum mereka benar-benar pergi.


“ Dadaaaaahh....aku tunggu yaa, "


Melambaikan tangannya.

__ADS_1


Setelah Dion dan Nino pergi dan suasana kembali tenang mereka memutuskan untuk kembali pulang dan menganggap kejadian ini tidak terjadi.


 ~ Next ~


__ADS_2