Empat Serangkai

Empat Serangkai
Alun-Alun Widodari


__ADS_3

Mereka berlima jalan-jalan memutari kota dengan mobil Pak Akbar tanpa tujuan yang jelas, sebab mereka masih belum tahu tempat mana yang bagus untuk nongkrong.


Untuk menghemat bahan bakar, Reyzu memilih memberhentikan mobilnya sebentar di tepi jalan dan memilih tempat yang akan mereka tuju.


Reyzu


Melihat ke spion dan menoleh kiri kanan untuk memastikan tempat itu aman untuk parkir, setelah di nilai aman kemudian mematikan mesin mobilnya.


" Ini enaknya kemana ? capek kalau hanya mutar-mutar terus, "


Mengerem tangan mobilnya.


Mereka berempat tidak ada yang menjawab karena sama-sama tidak tahu harus kemana.


" Njing ditanya pada bisu "


Memandangi semua orang yang ada di dalam mobil itu.


Saat melihat-lihat area sekitar, Reyzu melihat papan petunjuk di persimpangan jalan yang mengarah ke alun-alun kota Widodari, dari pada harus kembali pulang, dia menyarankan untuk pergi ke sana saja.


" Kita coba ke alun-alun aja, seharusnya kalau malam bagus tempatnya, "


Tanpa mendengar persetujuan teman-temannya, dia langsung menghidupkan mesin, melepas rem tangan dan langsung menjalankan mobilnya.


Reyza


" Emang kamu tahu jalanya ? "


Dengan penasaran dia bertanya.


Reyzu


" Itu di depan ada petunjuk jalanya, "


Menunjukkan kepada mereka papan penunjuk jalannya.


Reyza, Dion, Nino dan Deden serentak melihat ke papan yang di tunjuk Reyzu.


~ ( X ) ~


Reyzu mengikuti terus setiap petunjuk arah tersebut hingga sampai ke alun-alun kota Widodari.


Sesampainya di sana, mereka semua langsung terpukau dengan keindahan dan ke asrian alun-alun tersebut.


Sebelum masuk, Reyzu mencari tempat parkiran terdekat agar mereka tidak begitu jauh berjalan, dikarenakan alun-alun kota itu cukup luas jadi Reyzu harus berputar dulu untuk mencari lahan parkir.


Setelah mendapatkan lahan parkir dan memarkirkan mobilnya, mereka berlima berjalan masuk kedalam alun-alun.


Di dalam terdapat banyak sekali tanaman dan berbagai macam jenis bunga serta beberapa macam satwa seperti ikan, kura-kura, burung dara dan sebagainya.


Lampu kelap-kelip yang di pasang di beberapa sudut alun-alun semakin menambah ke indahan tempat tersebut.


Di sana ada juga beberapa patung bidadari yang menjadi maskot kota tersebut yang di pasang di beberapa tempat dengan ukuran yang bermacam-macam.


Karena penasaran dengan apa aja yang ada di dalam alun-alun tersebut, mereka berlima berkeliling melihat-lihat ke setiap sudut tempat tersebut.


Selesai memutari alun-alun, mereka beristirahat sebentar sambil melihat lalu lalang pengunjung yang seperti tiada habisnya.


Dari pada hanya duduk di situ saja, Reyzu menyarankan untuk mencari tempat nongkrong di sekitar alun-alun tersebut.


Reyzu


Menyilang kan kakinya.


" Dari pada disini gak ngapa-ngapain, kita cari tempat nongkrong aja yok, "


Pandangan matanya mengarah ke mereka berempat.


Dion


Mematikan HP nya dan menoleh ke arah Reyzu.


" Nongkrong dimana ? "


Reyza


Lekas berdiri dari duduknya dan melihat ke arah jam yang masih menunjukkan pukul sepuluh malam.


" Mumpung masih sore kita nongkrong aja sebentar, disini banyak kedai-kedai orang jualan, "


Memasukkan HP nya ke saku celana.


~ ( X ) ~


Mereka berlima berjalan keluar dari alun-alun untuk mencari tempat yang bisa di gunakan untuk nongkrong sambil menikmati suasana perkotaan.


Di luar alun-alun banyak sekali pedagang yang berjualan di tempat-tempat yang sudah di tentukan untuk jualan, dari pedagang asongan, pedagang kaki lima dan berbagi macam kedai dari restauran, cafe sampai swalayan ada di tempat itu.


Untuk sampai di tempat para pedagang mereka berlima harus menyebrang jalan dahulu yang tampak sedikit ramai, selain itu selalu ada petugas yang membantu para pengunjung menyebrang jalan setiap saat.

__ADS_1


Di pinggir jalan sambil menunggu diseberangkan, mereka berdiskusi sebentar tentang tempat mana yang akan mereka datangi.


Nino


" Mana yang akan kita datangi ? "


Pandangan matanya melihat para pedagang dan kedai-kedai yang ada di seberang jalan.


Dion


" Terlalu banyak yang jualan jadi bingung, "


Berusaha menjaga jarak dengan kerumunan orang yang mau menyebrang bersama mereka.


Karena semakin banyaknya orang yang mau menyebrang, mereka berlima saling berdekatan agar tidak terpisah.


Deden


Berusaha melonggarkan jarak agar tidak terlalu terhimpit.


" Kapan nyebrang nya hoy !! "


Melihat kiri kanannya yang sudah di penuhi banyak orang.


~ ( X ) ~


Saat kondisi jalannya sudah melenggang, petugas akhirnya menyeberangkan mereka semua.


Mereka semua diminta mempercepat jalannya agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan tersebut.


Hal itu mengakibatkan semua orang jadi terburu-buru untuk menyeberang jalan, karena itu juga Deden menjadi tidak memperhatikan arah jalan teman-temannya yang membuatnya hampir terpisah.


Untung saja Dion mengetahui hal itu dan cepat menarik Deden di tengah kerumunan orang yang menyeberang jalan.


Dion


Menarik baju Deden dari samping.


" Kau mau kemana !! "


Sesampainya di seberang jalan, Dion baru melepaskan tangannya.


" Untung ni anak gak ilang "


Berkumpul lagi dengan si kembar Rey dan Nino yang sudah menunggu.


Reyzu


Meledek kecerobohan Deden.


Deden


" Iya-iya aku yang salah...Minta maaf ya, "


Merasa bersalah meminta maaf kepada mereka.


Mereka berempat memaafkan Deden karena menganggap masalah ini tidak terlalu penting untuk di permasalahkan.


~ ( X ) ~


Sampai di seberang jalan tempat para pedagang, mereka diam sejenak karena saking banyaknya orang yang jualan membuat mereka bingung mencari tempat nongkrong yang enak dan gak terlalu ramai.


Dari pada diam gak ada kepastian, mereka pun berkeliling mencari-cari tempat yang enak dan nyaman untuk mereka.


Mereka berlima pun sampai di salah satu kedai makanan yang terlihat menarik untuk di datangi, dari pada terus berjalan gak jelas arahnya mereka pun memutuskan untuk masuk saja ke kedai itu.


Reyzu


Berhenti di depan salah satu kedai.


" Ini kelihatanya bagus buat nongkrong...Kita masuk aja kesini, "


Deden


Melihat kondisi kedai yang terlihat bersih dan desain interior nya sangat menarik, dia langsung bersemangat untuk masuk kedalam.


" Gass "


Deden dan Reyzu yang bersemangat berjalan duluan.


Sedangkan Reyza, Dion dan Nino masih berdiri sejajar di depan kedai sambil melihat logo kedai tersebut yang sepertinya kedai tersebut merupakan sebuah cafe.


Dion yang menyadari kalau tempat itu adalah cafe segera memberitahu Reyza.


Dion


Menepuk pundak Reyza yang seperti orang ngelamun.


"Ini kan cafe..Yakin kita mau masuk ke cafe ?"

__ADS_1


Nino


" Kita cari tempat yang lain aja ya Bos...Lagian kita kan gak pernah masuk kedalam cafe, "


Menghasut Reyza agar tidak masuk ke cafe itu.


Dion


" Kita juga gak tau cara pesan makanannya dan pasti yang ada di dalam orang-orangnya kalangan menengah ke atas semua, "


Pandangan matanya terus mengarah ke dalam kedai itu yang tampak dari luar karena berdinding kaca.


Reyza


" Aku juga dari tadi mikirin hal yang sama, "


" Kita tarik mereka berdua sebelum benar-benar masuk kedalam, "


Dia bergegas mengejar Reyzu dan Deden, di ikuti dengan Dion di belakangnya, sedangkan Nino tetap diam di tempat.


Reyza dan Dion menarik Reyzu dan Deden yang hampir saja sampai ke pintu cafe tersebut, mereka berdua membawanya sedikit menjauh dari cafe itu.


Reyzu dan Deden yang tidak tahu alasan mereka berdua menariknya kemudian bertanya.


Reyzu


" Kalian berdua kenapa !! "


Berusaha melepaskan tarikan Reyza


Deden


" Aduh..Aduh "


" Lepasin gak !! "


Sedikit memberontak dari tarikan Dion.


~ ( X ) ~


Setelah sedikit menjauh, mereka berdua melepaskan Reyzu dan Deden di ikuti oleh Nino yang dari tadi mengikuti mereka dari belakang.


Reyza menjelaskan maksudnya dan meminta mereka untuk mencari tempat yang lain aja karena merasa tidak layak bagi mereka masuk ke tempat begituan.


Reyza


" Kita cari tempat lain, "


Menatap Reyzu dengan tajam.


Reyzu


Tidak mengerti dengan maksud Reyza.


" Kenapa ? tempat itu kan bagus dan nyaman buat kita nongkrong, "


Dion


Mengarahkan pandanganya ke arah Reyzu.


" Nyaman sih nyaman...Tapi isinya kalangan atas semua, "


Reyzu


" Kenapa kalau dari kalangan atas, kita kan ke sana juga beli gak nyolong, "


Memandangi mereka semua secara bergantian.


Saat Reyzu bersikeras untuk tetap masuk ke sana, Nino dengan santai menyela pembicaraan mereka hingga Reyzu terdiam.


Nino


" Bos bisa cara pesan makanannya ?


Pertanyaan singkat padat dan jelas yang sulit di mengerti oleh mereka berempat.


Reyzu


Terdiam dan berfikir sejenak tentang yang dibicarakan Nino, karena dia juga gak tau sistem pesan yang ada di cafe.


" Kita cari di Google nanti pasti ada, "


" Yok jalan, "


Menutupi rasa malunya dengan tetap bersikeras masuk ke dalam cafe tersebut.


Karena Reyzu gak bisa di bilangin, mau nggak mau mereka berempat harus ikut dengannya.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2