
Saat beberapa langkah berjalan, mereka di panggil lagi oleh mbak Barista.
Mbak Barista
" Mas-mas nomor mejanya kelupaan, "
Memberikan nomor meja untuk mereka.
Reyza
" Oh iya mbak, "
Mengambil nomor meja itu dengan perasaan yang sedikit malu.
" Makasih, "
Berterimakasih kembali sebelum pergi.
Mbak Barista
Memaklumi mereka yang kelihatannya masih pertama kali datang ke cafe ini.
" Sama-sama, "
Tersenyum manis untuk mereka.
~ ( X ) ~
Mereka berlima terus berjalan ke belakang sambil mengamati para pengunjung yang ada di dalam cafe tersebut.
Di ruangan Indoor cafe itu terlihat sebagian besar pengunjungnya merupakan orang-orang berkepentingan yang sedang melakukan sebuah bisnis ataupun pekerjaan.
Saat sampai di tempat outdoor cafe tersebut, mereka sedikit terkejut dengan ramainya para pengunjung yang di dominasi oleh para muda-mudi yang sedang asik nongkrong ataupun sedang berpacaran.
Deden
Pandangannya melihat ke setiap sudut tempat itu yang hampir semuanya telah di penuhi oleh pengunjung.
" Disini ramai banget sumpah, kukira suasananya bakal sama dengan yang ada di dalam tadi, "
Menengok kebelakang ke arah ruangan indoor.
Reyzu
Melihat-lihat tempat duduk mana yang masih kosong.
" Kita ke sana aja, disana masih ada tempat duduk yang kosong, "
Menunjuk ke salah satu tempat.
~ ( X ) ~
Mereka berlima pun berjalan menuju ke tempat yang di tunjuk oleh Reyzu tadi, mereka mengamati setiap orang yang dilewati.
Tak jarang, ada juga beberapa orang yang mengamati mereka berlima dengan pandangan yang berbeda-beda.
Ketika sudah sampai, merekapun duduk dan sedikit berbincang-bincang tentang orang-orang yang melihat mereka tadi.
Dion
Mengeluarkan HP yang ada di sakunya ke atas meja.
" Kalian sadar gak ada beberapa orang yang melihat kita dengan sinis ? "
Sedikit memelankan ucapannya.
Deden
Langsung menyahut pertanyaan Dion.
" Gak tau, soalnya aku dari tadi terus ngelihat ke depan karena malu baru pertama kali datang kesini, "
Menoleh kebelakang untuk memastikan omongan Dion.
Nino
" Bahkan ada yang seperti tertawa ketika melihat kita, "
__ADS_1
Sejenak melihat ke arah orang yang tadi dia lihat sedang menertawakan mereka.
Si kembar Rey sebenarnya juga sudah menyadari hal itu, tetapi mereka berdua memilih mengabaikan hal tersebut karena tidak ada untungnya untuk mereka.
Reyza
" Udah biarin aja, gak ada untungnya buat kita ngeladenin orang-orang seperti itu, "
Berusaha menenangkan mereka semua.
Reyzu
Sedikit mengeluarkan candaannya untuk menenangkan mereka.
" Mereka semua itu hanya pengunjung cafe ini, sedangkan kita adalah pemiliknya hahaha, "
Dia tidak bisa menahan ketawanya saat mengucapkan hal itu.
Dion yang masih penasaran tentang benar apa tidaknya kalau cafe ini punya kakek si kembar Rey, bertanya kepada mereka berdua.
Dion
Mengarahkan pandangannya kepada Reyzu.
" Emang bener ya cafe ini milik kakek mu ? "
Mengalihkan pandangannya kepada Reyza dengan tatapan yang serius.
Nino dan Deden yang juga masih penasaran dengan kebenaranya, dengan serius mendengarkan.
Reyzu
"Gak tau, yang penting kita sombong dulu Masalah bener apa gak nya urusan nanti haha,"
Kembali tertawa.
Mereka bertiga sedikit kecewa dengan jawaban Reyzu yang terkesan tidak sungguh-sungguh.
Reyza
" Sebenarnya aku juga belum tahu...Yang aku tahu cuma perusahaan kakek itu bergerak di bidang produsen makanan... Untuk masalah cafe ini nanti kita tanyakan di rumah, "
Nino
Masih penasaran sangat penasaran dengan pemilik cafe ini karena namanya sama dengan kakek si kembar Rey.
" Tapi saat kalian tadi tanya ke mbak-mbak Baristanya dia sempat terkejut saat kalian tahu nama pemilik cafe ini ? "
Berusaha memperkuat argumen mereka.
Akan tetapi Reyza yang tidak mau mempermasalahkan hal itu memilih untuk membiarkannya saja.
Reyza
" Biarin ajalah, bener apa tidaknya kita tanyakan besok..Sekarang kita santai-santai aja di tempat ini, "
Memainkan HP nya yang nampak banyak sekali notifikasi.
Deden
" BTW makanannya lama banget nyampainya keburu laper, "
Memegangi perutnya yang sudah keroncongan.
Si kembar Rey, Dion dan Nino mengabaikan Deden dengan terus memainkan HP mereka.
Akan tetapi tak lama berselang, makanan mereka pun di antar sesuai pesanan.
~ ( Cerita Berpindah ) ~
Di tempat pemesanan, Mbak Barista yang melayani si kembar Rey tadi memanggil manager nya saat mau meninggalkan cafe tersebut.
Mbak Barista
" Ehh Pak...Pak Zidane, Tunggu sebentar, "
Memanggil manager cafe yang lewat di depannya.
__ADS_1
Zidane merupakan seorang manager muda dan tampan berusia 25 tahun yang bertanggung jawab atas cafe tersebut.
Zidane
Menghentikan jalannya, menoleh ke Barista yang memanggilnya kemudian menghampirinya untuk bertanya.
" Iya ada apa ? "
Berdiri di temat di mana Barista itu memanggilnya.
Mbak Barista
" Maaf agak lancang, tapi saya mau nanya..Pak Gerald itu apa punya 2 orang cucu ya ? "
Pandangan matanya menatap Zidane dengan rasa penasaran.
Zidane
" Loh..Emang Pak Gerald punya cucu ? "
Tampak kebingungan dengan apa yang di tanyakan oleh mbak Barista.
" Kamu tiba-tiba nanya hal gituan kenapa emangnya ? "
Berbalik bertanya.
Zidane sendiri sama sekali tidak tahu kalau Pak Gerald memiliki dua orang cucu karena sama sekali tidak di beri tahu tentang hal itu.
Untuk saat ini dia hanya mengetahui tentang Bu Sarah sebagai satu-satunya anak Pak Gerald dan Pak Akbar menantunya yang menjadi pengelola perusahaan untuk saat ini.
Zidane sudah sangat akrab dengan keluarga Pak Gerald karena sering bertemu, terutama Pak Akbar yang sering datang berkunjung ke cafe ini, tetapi tidak ada diantara mereka yang pernah membicarakan tentang adanya seorang pewaris muda di keluarga ini.
Mbak Barista
Menceritakan tentang anak-anak remaja tadi kepada Zidane.
" Tadi ada 5 orang remaja datang 2 diantaranya kembar, nah yang kembar itu tiba-tiba nanya ke aku tentang Owner cafe ini dan anehnya sebelum aku menjawab mereka berdua sudah tahu duluan kalau pemilik cafe ini adalah Pak Gerald dan Bu Sandra, "
Zidane
Mendengar semua yang di ceritakan Mbak Barista dengan serius.
" Terus mereka ngapain ? "
Penasaran dengan apa yang di ceritakan.
Mbak Barista
Melanjutkan ceritanya.
" Tiba-tiba salah satu teman mereka berdua menyela pembicaraan dengan menyebut kalau nama pemilik cafe ini sama dengan nama kakek dan nenek dua anak kembar tadi...Makanya tadi aku panggil Pak Zidane untuk tanya masalah itu, "
Zidane
Diam dan berfikir sesaat tentang apa yang baru saja dia dengar, karena dia tidak begitu saja langsung percaya.
" Aku akan coba hubungi Pak Akbar secara langsung untuk pastiin, takutnya kalau mereka cuma ngaku-ngaku aja, "
Membuka HP nya dan mencari nomor kontak Pak Akbar.
" Mereka ada dimana ? "
Bertanya tentang tempat duduk mereka.
Mbak Barista
Mencoba mengingat sebentar karena sudah sedikit lupa karena saking banyaknya pelanggan.
" Ohh anu Pak...Kalau gak salah tadi meja nomer 21 outdoor , pokoknya mereka berlima dan duanya kembar, "
Zidane
" Ok "
Setalah mengetahui tempat duduk si kembar Rey, dia langsung menuju ke tempat outdoor untuk mencari dan memastikannya.
~ Next ~
__ADS_1