Empat Serangkai

Empat Serangkai
Perselisihan


__ADS_3

Reyzu di ikuti Claras di belakangnya berjalan kembali ke tempat dimana mereka memancing tadi.


Terlihat Reyza dan Deden menunggu mereka dan penasaran tentang apa yang telah mereka bicarakan berdua tadi.


Dengan kepala tertunduk Claras berjalan mengikuti Reyzu dari belakang, sesampainya di sana Reyza langsung menghampiri Claras untuk menanyakannya kepada Claras langsung.


" Apa yang di bicarakan Reyzu kepadamu? " Memegang kedua bahu Claras untuk menanyainya.


Claras mengangkat kepalanya, menatap kearah Reyza dengan senyuman manis menandakan bahwa tidak ada hal yang perlu di khawatirkan.


" Tenang aja gak papa kok, " Senyuman Claras meyakinkan Reyza.


Sedangkan Reyzu sangat tenang dan tidak menghiraukan Reyza yang terlihat panik saat bertanya kepada Claras, dia memilih untuk kembali duduk dan melanjutkan memancing.


Si Deden yang dari tadi fokus memancing dan bodo amat tentang masalah mereka bertiga, mulai ikut bertanya dan penasaran tentang apa yang dibicarakan Reyzu ketika berdua bersama Claras tadi.


Saat Reyzu duduk disampingnya lantas Deden langsung bertanya.


" Kamu sama Claras lagi ada masalah apa sih?" Menyenggol lengan kanan Reyzu menggunakan sikutnya.


" Plukk...." Reyzu melemparkan umpannya ke sungai.


" Cuma masalah ringan " Menggerak-gerakan pancingnya untuk memilih posisi umpan yang pas.


Deden yang tidak puas dengan jawaban Reyzu kembali bertanya.


" Tapi aku lihat Reyza sama Claras seperti ada hal yang serius " Lirikan mata mengarah kepada Reyza dan Claras yang masih berdiri.


Karena tidak mau masalahnya menjadi rumit dikarenakan Deden yang kepo, Reyzu dengan cerdik mengalihkan pembicaraan.


" Buah anggrungnya banyak yang matang, lebih baik kau panjat dan nanti kita makan bersama" Melihat ke atas pohon di belakang mereka.


" Iya....Aq panjat bentar " Entah apa yang terjadi, Deden bisa dengan polos mengiyakan kata-kata dari Reyzu.


" Itu bocah kurang bumbu...Gak biasanya di suruh langsung nurut " Bergeming dalam hati dan melihat ke arah Deden.


Sementara Reyza masih sibuk dengan Claras, dia khawatir dan berulang kali bertanya kepada Claras tentang apa yang telah dia bicarakan dengan Reyzu tadi.


" Tolonglah Ras...Jawab pertanyaan ku tadi, apa yang telah di lakukan Reyzu tadi kepadamu? " Reyzu memohon kepada Claras untuk berterus terang kepadanya.


Akan tetapi Claras yang sudah berjanji kepada Reyzu, hanya bisa tutup mulut saat ditanyai Reyza, dia tetap berusaha menutupi hal tersebut.


" Udahh...Kamu gak usah terlalu khawatir gitu, lagian sudah baik-baik saja kok...Buktinya aku dan Reyzu sudah baikan....Bener kan Zu? " Melihat ke arah Reyzu.


Reyzu hanya tersenyum menanggapi hal tersebut.

__ADS_1


" Iya..." Memperlihatkan senyumnya.


Claras sekali lagi berusaha untuk menenangkan Reyza.


" Tuh...Lihat kan, Reyzu saja sudah senyum-senyum gitu, masa kamu masih tidak percaya dengan aq " Sorot mata yang meyakinkan dengan jari telunjuk mengarah ke Reyzu.


Meskipun Claras sudah mengatakan semuanya, akan tetapi tampak dari wajah Reyza yang masih ragu-ragu dengan mereka berdua.


Reyza melihat ke arah Claras dan Reyzu secara bergantian dengan hati yang masih sangat ragu dan penasaran dengan kebenaran yang telah mereka bicarakan.


Disaat kebimbangan Reyzu itu, terlihat Deden yang sudah berada di atas pohon anggrung dan mulai memetik satu persatu buah yang sudah terlihat matang dengan sempurna itu.


Dari atas pohon Deden memetik satu persatu buah anggrung itu dengan hati-hati agar tidak jatuh dan memasukkannya ke kantong plastik yang sudah dibawanya.


Melihat Reyza yang seperti orang bingung dalam kebimbangan membuat Deden keluar pikiran jahilnya, dia memetik buah yang masih hijau dan melemparkan ke arah Reyza.


" Gitu aja masih dipikirin....Aq lempari pake buah ini kelihatanya seru " Berkata dalam hati dengan tangan yang sudah mempersiapkan buah anggrungnya.


" Tukk..." Lemparan Deden tepat mengenai kepala Reyza.


" Aduh...." Dengan reflek Reyza memegangi kepalanya dan melihat ke atas pohon.


Ketika melihat ke atas pohon itu, dia melihat Deden yang berpura-pura tidak melakukan apa-apa.


Si Deden yang berpura-pura sedang memetik buah anggrung, berusaha mengelak dan berbohong ketika Reyza bertanya kepadanya.


" Hah....Aku kenapa? " Berusaha menutupi tindakannya.


" Ha..he...ha...he....Jangan bohong kamu, pasti kamu yang barusan lempari aku dengan buah anggrung itukan " Terlihat kekesalannya saat sedang berbicara.


" Mana aku tahu...Dari tadi aku metikin buah ini" Masih berpura-pura dengan tangan yang seolah-olah sedang sibuk memetik buah tersebut.


" Alah alasan aja kamu, cepat turun gak " Suruh Reyza.


Claras yang melihat Reyza kembali kesal, menyuruhnya untuk mengabaikan hal itu.


" Udah biarin aja, kaya gak tau watak Deden aja kamu " Claras Menenangkan Reyza.


Karena sudah capek dengan semua yang terjadi, dia menghiraukan hal tersebut dan kembali duduk memancing.


" Ah sudahlah " Kembali ketempat dia memancing.


Si Claras yang sudah terlalu lama keluar rumah, memutuskan untuk cepat kembali pulang sebelum orang rumah curiga tentang kemana dia pergi.


" Aku pulang dulu ya....Takut dimarahin lagi sama orangtuaku " Pamit Claras.

__ADS_1


" Hati-hati dijalan Ras...Semoga nanti bisa main bersama lagi " Sahut Reyza.


" Iya...Aku pamit dulu ya " Melambaikan tangan kepada mereka.


" Den...Aku pulang dulu " Melambaikan tangan kepada Deden yang masih sibuk di atas pohon.


Deden yang tau Claras mau pergi, menawarinya buah yang dia petik untuk Claras sebagai oleh-oleh untuk di bawa pulang.


" Kamu gak mau ambil buah ini dulu....Aku sudah petik banyak ini " Memperlihatkan hasil petikannya kepada Claras.


Karena terburu-buru Claras menolak tawarannya.


" Gak usah buat kalian aja " Berlari kecil meninggalkan mereka.


" Hati-hati dijalan " Deden melambaikan tangannya.


Setelah kepulangan Claras, Deden turun dari pohon dan memberikan buah yang baru dia petik kepada si kembar Rey.


" Nih...Kalian makan, " Menyodorkan Kantong plastiknya.


" Lumayan banyak, buat ganjal perut " Reyzu mengambil kantong plastiknya.


Reyzu yang melihat Reyza hanya diam saja menawarinya buah tersebut.


" Jangan diam aja...Nih makan " Menyodorkan kantong plastik yang dibawanya.


" Gak...Kamu makan aja " Tidak menghiraukannya.


" Alah...Masih mikirin yang tadi kan, untuk saat ini biar kita berdua saja yang tau " Sambil memakan buahnya.


" Sok banget kamu ini " Mendorong pelan Reyzu.


" Hahahaha....Suatu saat kamu juga bakal tau sendiri...Entah yang positifnya atau bagian yang negatifnya " Ucap Reyzu.


Deden yang juga tidak mengetahui apa yang telah mereka bicarakan, dengan usil malah bertanya kepada Reyza yang sama-sama tidak mengetahui hal itu.


" Emang yang dia bicarakan sama Claras tadi itu apa " Menyenggol2 kan pancingnya ke pancing Reyza.


Karena pancingnya di senggol Deden, Reyza melampiaskan kekesalannya kepada Deden dengan menjawab pertanyaannya disertai pukulan yang mendarat di kepala Deden.


" Ya mana aku tahu...Asyu... "


" Plakkkk " Kepala Deden terdengar sangat renyah.


Next~

__ADS_1


__ADS_2