
Kedatangan Claras membuat si kembar Rey dan Deden menjadi terkejut.
Dari kejauhan Claras melambaikan tangan dan memanggil nama mereka.
" Heiii....Rey...Den..." Berjalan ke arah mereka dengan tangan yang melambai-lambai.
Reyza membalas lambaian tangan dan menyahut panggilan Claras.
" Claras...." Melambaikan tangan disertai senyum dari wajahnya.
Kedatang Claras membuat Reyzu melamun sesaat karena kedatangannya memunculkan dua pertanyaan di hatinya.
" Dilihat-lihat Claras semakin sering aja datang kesini, kemarin juga dia datang tanpa alasan yang jelas " Bergeming dalam hati.
" Dia bisa datang menemui kita, emang karena sudah di bebasin atau dia datang secara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan sama orangtuanya ya? " Bertanya dalam hati dengan pandangan yang fokus ke arah pelampung pancingnya.
Baru saja duduk, Reyzu langsung bertanya kepada Claras tentang maksud kedatanganya.
" Dengan alasan apa kamu kesini ? " Tanya Reyzu dengan tatapan yang masih fokus ke pancingnya.
Claras yang terkejut dengan apa yang dikatakan Reyzu, Menatapnya dengan perasaan yang tidak enak.
" Emangnya kenapa Zu ? " Tanya Claras.
Karena belum mendapatkan jawaban dari Claras, Reyzu kembali mengulangi pertanyaannya.
" Kamu kesini dengan alasan apa ? " Sedikitpun tidak melihat ke arah Claras.
Reyza yang tidak tau apa maksud dari perkataan Reyzu, berusaha membela Claras.
" Kamu kenapa sih....Dia baru datang, bukanya di sambut malah kamu singgung " Melihat ke arah Reyzu dengan tatapan kesalnya.
Karena tidak mau adanya keributan, Deden yang dari tadi hanya mendengarkan saja, akhirnya mau bicara untuk menengahi pembicaraan mereka.
" Udah jangan ribut, lihat tuh....Ikannya jadi kabur semua " Menunjuk ke arah sungai tempat mereka memancing.
" Iya nih...Jadi gak enak sama kamu Ras " Kata Reyza dengan mata melirik ke arah Claras.
Tapi sama saja, Reyzu yang belum mendapatkan jawaban dari Claras kembali bertanya kepadanya.
" Bukan apa-apa sih...Aku cuma nanya dia kenapa dia kesini itu doang ? " Melihat ke arah mereka.
Semakin Reyzu bertanya, semakin kesal juga si Reyza karena perkataan yang di lontarkan Reyzu seperti sedang mendesak Claras.
" Udah diam kamu...Jangan bikin ribut aja " Semakin kesal dengan perkataan Reyzu.
Claras yang menjadi semakin canggung kepada mereka, akhirnya membuka suara.
" Aku kesini cuma mau main sama kalian aja gak lebih, kalau kalian gak suka kedatanganku aku pergi aja " Terlihat kekecewaan Claras.
__ADS_1
" Jangan Ras... " Reyza menahan Claras agar tidak pergi.
Melihat Claras yang menjadi sedih dan kecewa, membuat Reyza jengkel kepada Reyzu.
" Kamu ini...Selalu aja bikin masalah...Sekarang minta maaf gak sama Claras " Sedikit meninggikan nada bicaranya.
Ketika teman-teman mereka hampir ribut, Deden malah lebih fokus ke mancingnya dan tidak menghiraukan apa yang terjadi di sekitarnya.
" Mereka kenapa sih...Gitu aja bertengkar, gak tau apa kita kesini tadi niatnya buat mancing bukan buat ribut " Bergeming dalam hati dan fokus ke kail pancingnya.
Karena masalahnya menjadi semakin runyam, Reyzu berbicara tentang maksud dari perkataanya tadi.
" Kamu kalau gak tau maksud dari kata-kataku mending diam aja " Menyahut omongan Reyza.
" Maksudmu itu apa? " Semakin serius menanggapi Perkataan Reyzu.
Claras yang tidak mau mereka berdua bertengkar karena dirinya, memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu.
" Kalau gak suka aku disini, mending aku pergi aja " Mau beranjak dari duduknya.
Akan tetapi Reyza tetap menahannya agar, tidak ada masalah lain nantinya.
" Sebentar jangan pergi dulu " Memegang tangan Claras.
" Lepasin aku...Buat apa aku kesini kalau ada yang tidak suka dengan aku " Berusaha melepaskan genggaman tangan Reyza.
Reyzu berdiri dari duduknya dan menghampiri Claras, untuk mengajak berbicara empat mata.
" Mau kau bawa kemana Claras " Cegah Reyza.
" Kalian diam aja disitu....jangan mengikuti ku "
Dengan tegas Reyzu berbicara.
" Awas aja kalau Claras kamu apa-apain...Ku hajar kamu " mengacungkan jari telunjuknya.
Deden yang sepertinya mulai mengerti tentang maksud dari Reyzu, meminta Reyza untuk tenang menunggunya disini.
" Udah kamu tenang aja...Mending duduk disini sambil mancing " Menceburkan kail pancing nya ke sungai.
" Huhhh " Duduk disamping Deden.
~ Reyzu dan Claras ~
" Lepasin aku...Mau kamu bawa kemana aku " Berontak berusaha melepaskan tangannya.
Dikarenakan Claras terus berontak dan tempat mereka berdiri sudah lumayan jauh sama Reyza dan Deden, akhirnya Reyzu melepaskan genggamannya.
" Aku mau bicara sama kamu " Reyzu berbicara dengan serius.
__ADS_1
" Mau bicara apa kamu " Memegangi pergelangan tangannya.
" Kamu jawab jujur...Dengan alasan apa kamu menemui kita disini " Menatap tajam ke mata Claras.
" Aku sudah bilang dari tadi....Aku cuma mau main sama kalian " Jawab Claras.
" Aku tanya dengan alasan apa kamu menemui kami bukan kenapa kamu datang kesini " Memperjelas perkataanya.
" Maksudmu itu apa? " Tanya Claras karena bingung dengan apa yang dikatakan Reyzu.
" Jangan bilang kamu datang kesini secara sembunyi-sembunyi agar tidak di marahin orang tuamu? " Reyzu kembali bertanya.
" Gak kok...aku tadi sudah minta izin sama Papa " Jawab Claras.
" Hehh...Minta izin?....Jangan pernah membohongiku, aku tidak sebodoh apa yang kamu kira " Reyza mempertegas ucapannya.
" Beneran sumpah...Aku tadi minta izin " Memperjelas ucapannya.
" Itu gak mungkin...Aku sudah tau watak orang tuamu, kamu jangan pernah bohong kepadaku "
Semakin tidak percaya dengan apa yang dikatakan Claras.
Karena semakin terdesak dengan kata-kata Reyzu, akhirnya Claras mengaku kalau dirinya minta izin bukan untuk menemui mereka tetapi meminta izin untuk melakukan hal lain.
"........-----......." Claras diam seribu kata karena semakin terdesak dengan perkataan Reyzu.
" Jangan diam aja...Cepat Jawab " Memegang kedua bahu Claras dengan erat.
" Sebenarnya aku tadi minta izin sama papa untuk pergi ke warung bukan untuk menemui kalian. " Mengaku kepada Reyzu.
" Cihh..." Membuang muka.
" Kamu sadarkan apa yang telah kamu lakukan." Ucap Reyzu.
"........------....." Claras terdiam dengan kepala menunduk.
" Aku sebenarnya tidak ingin marah-marah sama kamu, tapi ini juga untuk kebaikanmu atau bisa di bilang untuk kebaikan kita...Kamu harusnya sudah tahu resiko kalau kamu sampai ketahuan lagi bersama kami....Bukan hanya kamu nanti yang dimarahi lagi sama orang tuamu tapi Aku, Reyza dan Deden juga ikut kena imbasnya. " Mengeluarkan semua beban dalam pikirannya.
" Aku tahu tapi..." Ekspresi memelas tampak dari wajah Claras.
" Gak usah tapi-tapian....Intinya aku ngomong begini, bukan berarti aku benci dan tidak suka denganmu...Tapi ini untuk kebaikan bersama. " Memegang bahu kanan Claras.
" Iyaa....aku juga minta maaf " Ucap Claras.
" Aku minta apa yang kita omongin disini, tidak kamu beritahukan kepada mereka " Menunjuk ke arah Reyza dan Deden.
" Iya " Jawab Claras.
" Aku juga minta maaf bila kata-kataku tadi menyakiti hati kamu " Menepuk pundak Claras dan berjalan pergi kembali ke tempat memancing.
__ADS_1
" Iyaa....aku juga minta maaf " Mengikuti Reyzu dari belakangan.
~ Next ~