Empat Serangkai

Empat Serangkai
Tidak Bisa Dihindari


__ADS_3

" Ini urusanku sama dia...Gak ada hubungannya sama kalian !! " Mengacungkan jari telunjuknya kepada Dion.


" Heh...Urusan pribadi kok bawa banyak orang, kaya mau ngambil bansos aja, " Ejek Reyzu.


Apa yang di ucapkan Reyzu, telah menyulut emosi Bastian, dia tidak terima dengan ucapan Reyzu yang terkesan meremehkannya.


" Apa yang kamu bilang !!! " Mau memukul Reyzu tapi ditahan oleh temannya.


Entah apa yang dipikirkan Reyzu, dia malah menantang Bastian untuk duel.


" Sini maju jangan omong doang !! " Dengan Percaya dirinya.


Karena tidak mau membuat kerusuhan di kedai itu, Reyza menyarankan untuk berbicara baik-baik di luar.


" Jangan buat keributan disini, kita bicarakan baik-baik masalah ini diluar," Membopong Dion berjalan melewati gerombolan Bastian tanpa ada rasa takut.


Keluarnya Reyza di ikuti oleh Deden, Nino dan ke dua wanita teman kencan Dion tadi.


Teman-teman Dion setuju dengan apa yang dikatakan Reyza tadi dan beranjak keluar mengikutinya.


" Kita ikuti saja mau dia, " Menarik tangan Bastian untuk mengajaknya ikut keluar.


Sedangkan Deden yang tadi masih tertinggal sendiri dengan gerombolan Bastian, sekarang ikut keluar di belakang mereka.


~ (X) ~


Sesampainya di halaman kedai, mereka berkumpul berhadap-hadapan untuk membicarakan masalah ini dengan kepala dingin.


" Aku tanya ke kalian...Ada masalah apa antara kalian dan temanku ? " Tanya Reyza.


" Emang kalian ini siapa !!!... Sok mau ikut campur urusan kita !! " Bastian tetap meninggikan nada bicaranya.


" Gak usah teriak-teriak...Dia tanya dengan sopan, paham gak !! " Ucap Reyzu yang tidak suka dengan nada bicara Bastian.


" Kenapa...Loo gak terima !! " Berlagak songong di depan Reyzu.


Keributan itu menarik perhatian semua pengunjung kedai, tetapi tidak ada satupun orang yang berani melerai mereka.


Reyza yang tidak mau membuat keributan, sebisa mungkin berusaha menenangkan situasi.


" Kita bicarakan baik-baik...Gak perlu buat keributan di tempat orang, "


Dion yang sudah mulai membaik, mulai berbicara kepada Bastian tentang maksud dia melakukan semua ini kepadanya.


" Kamu ada masalah apa sama aku ? " Memegangi bagian pipinya.


Bastian menganggap kalau Dion pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


" Lo jangan pura-pura gak tau ya !! "


Dion benar-benar tidak tahu tentang masalah apa yang telah dia buat, mengingat dia sama sekali tidak pernah bertemu ataupun berhubungan dengan Bastian selama ini.


" Aku sama sekali gak pernah cari masalah sama kamu ya !! "


Nino yang dari tadi diam, membenarkan apa yang dikatakan Dion, mereka sama sekali tidak pernah bertemu ataupun mencari masalah dengan Bastian.


"Yang dikatakan Dion itu benar, kita sama sekali gak pernah cari masalah sama kamu..Bertemu kalian saja kami tidak pernah, " Jelas Nino


Bastian tidak terima dengan apa yang di katakan oleh Dion dan Nino.


Bastian menganggap kalau Dion dan Nino sedang berusaha menyembunyikan masalah antara mereka.


" Bagus...Bagus "


Senyum licik dan menepuk tangan.


" Kalian masih berani mengelak...Padahal jelas-jelas apa yang kalian perbuat ada didepan mata kepalaku, " Jelas Bastian.


Dion yang masih belum mengerti apa yang dikatakan Bastian, mencekal omongan Bastian karena dia sama sekali tidak berbuat apa-apa yang menyinggung Bastian.


" Yang kamu maksud itu apa !! " Tidak terima karena terus-terusan di tuduh.


Akhirnya Bastian membuktikan semua perkataanya, kalau semua yang dikatakannya bukan lah sebuah omong kosong.


Mendengar apa yang dikatakan Bastian, bukan hanya Dion yang kaget tapi semua teman-temannya juga ikutan terkejut mengetahui fakta itu.


Dion melihat sejenak ke teman wanitanya dan tidak menyangka kalau dia adalah pacarnya Bastian.


Dari awal bertemu dan berkenalan, teman wanitanya tersebut mengaku kalau dirinya masih sendiri dan tidak memiliki pasangan.


Dan sekarang pada saat mereka berdua sudah saling suka, Bastian muncul mau merebut kembali pacarnya.


" Kamu...Kenapa kamu gak bilang ke aku kalau kamu sudah punya pacar, " Dion sangat kecewa.


" Maafkan aku...Aku tidak bermaksud membohongimu, " Memegang tangan Dion untuk meminta maaf.


" Haahh !!! " Menampik tangan wanita itu.


Sekarang semua sudah jelas, apa yang dikatakan Bastian benar adannya dan sekarang Bastian mau menuntut pertanggung jawaban kepada Dion karena sudah merebut pacarnya.


" Heeh...Sekarang Gue mau menuntut balas semua yang sudah kalian lakukan !!! " Maju beberapa langkah ke arah mereka.


Reyza langsung merasakan firasat yang tidak enak tentang apa yang akan dilakukan Bastian, dia menyuruh semua mundur beberapa langkah untuk meminimalisir bila terjadi suatu hal yang tidak ia inginkan.


Reyzu yang seperti sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh Bastian, malah maju sendiri dihadapan Bastian dan gerombolannya.

__ADS_1


" Apa yang akan kalian lakukan !! " Keberanian yang sangat luar biasa ditunjukan oleh Reyzu.


Melihat Reyzu yang tidak takut dengan mereka, Bastian semakin terpancing untuk cepat-cepat menghajar mereka semua.


" Ada yang sok jagoan disini, " Senyum sinis nampak dari wajahnya.


Teman-teman Bastian bergerak maju sejajar dengan posisi Bastian, sedangkan Reyzu dengan keberanian yang tinggi tetap diam tidak bergerak dihadapan Bastian.


Si Reyza yang tidak mau adiknya kenapa-napa, bergerak maju dan berdiri disamping Reyzu di ikuti Deden yang tidak mau kalah oleh dua temannya tersebut.


Sedangkan Dion dan Nino, tidak mau merasa bersalah kepada si kembar Rey karena sudah melibatkan urusan pribadinya kepada mereka berdua.


Oleh sebab itu mereka berdua ikut maju dan berdiri sejajar dengan si kembar Rey dan Deden.


Jika dilihat dari posisi dua geng yang sudah saling berhadapan dan siap tempur itu, mereka terlihat berat sebelah dan lebih condong ke arah geng Bastian.


Selain terpaut umur yang cukup jauh sekitar 2-3 tahun, kelompok si kembar Rey juga kekurangan satu anggota dimana geng Bastian ada 6 orang sedangkan di kelompok si kembar Rey hanya 5 orang.


Tetapi kalah jumlah bukan penentu kemenangan, tetapi keberanian lah yang menentukan semuanya.


Reyzu sejenak mengamati geng bastian yang memiliki postur tubuh yang setara dengan mereka, sehingga Reyzu yakin kalau mereka bisa mengimbangi serangan mereka nantinya.


Sedangkan Bastian, sangat memandang rendah dan meremehkan si kembar Rey dan teman-temanya, dia menganggap kalau mereka adalah para bocil yang tidak bisa bertarung.


Padahal Bastian sama sekali belum melihat cara bertarung mereka berlima.


" Nanti di tonjok nangis, " Merendahkan mereka.


" Adek-adek pulang sana...Nanti di cariin mama loh, "


" Mumpung Om baik hati nihh, "


" Ini Om punya permen...Siap yang mau, "


" Hahahahaha "


Silih Berganti Bastian dan teman-temannya merendahkan mereka berlima.


" Kalian itu bocil...Jangan sok nantangin kita, Nanti sekali tonjok patah tulang kalian semua hahahaha, " Bastian tertawa keras menertawai mereka.


Reyzu yang sudah tersulut emosi, langsung melayangkan Bogem mentah tepat di hidung Bastian saat dia belum selesai tertawa.


" Blaam... "


Pukulan tepat sasaran Reyzu membuka tawuran kedua kelompok tersebut.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2