Empat Serangkai

Empat Serangkai
Juragan Kopi Yang Sombong


__ADS_3

Suasana Tegang Mulai Datang Di Barengi Dengan Sinar Matahari Yang Mulai Tenggelam


Sesampainya di tempat pengepul kopi milik ayah Claras, mereka sudah disambut oleh juragan kopi dengan tatapan tajam mengarah ke mereka.


Dikarenakan mereka yang sebenarnya takut dengan juragan kopi membuat si kembar Rey hanya bisa diam dan bersembunyi dibelakang bapaknya.


Pak Akbar yang tidak tahu menahu mengenai masalah mereka hanya bisa terheran-heran melihat kedua putranya yang seperti orang ketakutan bersembunyi dibelakang dia, akan tetapi ia tidak menghiraukannya dan tetap berfikir positif tentang mereka.


Pak Akbar


Mengangkat dan menjinjing karung berisi kopi dari atas motornya.


Saat berjalan dia heran dengan tingkah laku si kembar Rey yang bersembunyi di belakangnya.


“ Kalian berdua kenapa ?...kok seperti orang yang sedang ketakutan, "


Menoleh kebelakang melihat si kembar Rey.


Reyza


" Eeeee gak papa kok pak...Bapak cepat jual aja kopinya habis itu buru-buru pulang hehe, "


Berusaha tetap tersenyum untuk menutupi ketakutannya.


Dia dengan Reyzu bersembunyi di belakang Pak Akbar sampai pandangan matanya benar-benar tertutup oleh badan Pak Akbar.


~ ( X ) ~


Dikarenakan si kembar Rey tidak pernah ikut bapaknya menjual hasil panennya jadi si juragan juga baru tahu kalau si kembar itu anak dari petani kopi yang sering menjual hasil panennya kesini.


“ Mereka itu anak-anakmu ? "


Juragan memandang rendah mereka bertiga.


Pak Akbar


Menurunkan dan meletakkan karung kopi yang di jinjingnya ke penimbangan.


“ Iya benar juragan, ini anak kembar saya, "


Memandang si kembar Rey


Juragan Kopi


Setelah menimbang hasil panen mereka Juragan pergi kebelakang beberapa saat untuk mengambil uang hasil penjualan mereka.


“ Ini uang hasil penjualan kamu, "


Dengan lagak sombong menyodorkan uangnya ke pada Pak Akbar.


Pak Akbar


Menghitung uang yang diberikan Juragan untuk memastikan nominalnya.


Dia kaget setelah melihat jumlah nominal uang yang diberikan juragan tidak sesuai dengan hasil panen yang mereka jual.


“ Lohhhhh kok Cuma segini Juragan, apa gak salah ini....Katanya harga kopi sekarang lagi naik, "


Memperlihatkan uang yang dia pegang.


Juragan


“ Harga kopi di kota sekarang segitu...Kamu mau apa enggak, kalau gak mau sini balikin uangnya, kamu jual sendiri sana ke kota, "


Membantah omongan Pak Akbar karena tidak mau di anggap penipu.


Pak Akbar


Mau tidak mau dia harus menerima uang itu agar besok mereka bisa makan, dia menerimanya dengan iklhas,


Mungkin hari ini belum rezekinya.


“ Yasudah kalau begitu...Terimakasih, "


Merapikan dan melipat uang itu kemudian memasukkannya ke saku celana.


Juragan

__ADS_1


Hatinya senang karena rencana licik dan terselubungnya sudah berhasil.


“ Yaaa yaaaa....cepat pergi sana !! "


Mengusir Pak Akbar dan si kembar Rey agar cepat meninggalkan tempatnya.


Ketika mereka bertiga hendak pergi, Juragan tiba-tiba memanggil kembali Pak Akbar tanpa tau alasannya.


“ Heeeeyyy...Heyyy tunggu sebentar, "


Pak Akbar


Mendengar panggilan Juragan, dia memberhentikan langkahnya dan berbalik arah menghadap Juragan.


“ Iyaa ada apa lagi juragan, "


Si kembar Rey yang berjalan di depan Pak Akbar terlihat cemas saat Juragan memanggil bapaknya.


Juragan


Berjalan menghampiri Pak Akbar


“ Kasih tahu ke anak kembar mu itu jangan pernah dekat-dekat apalagi bermain-main dengan anakku lagi...paham kamu, "


Mengarahkan jari telunjuknya kepada si kembar Rey yang berada di belakang Pak Akbar.


Pak Akbar


Terkejut bercampur penasaran ketika Juragan berkata seperti itu kepada anak-anaknya.


“ Loh...Emang kenapa dengan mereka ? "


Memegangi Reyza yang berdiri disampingnya sedangkan si Reyzu bersembunyi di belakang Pak Akbar karena takut.


Juragan


Tidak mau banyak bicara karena tidak mau membuang-buang waktu untuk mengurusi orang-orang yang gak penting dalam hidupnya.


“ Gak usah tanya kenapa...Tanyakan saja kepada anak-anakmu itu !! ”


Pak Akbar yang belum tahu alasannya hanya bisa diam dan heran menatap kedua putranya.


“ Gak usah dipikir disini....cepat-cepat pergi dari sini, "


Mengusir Pak Akbar untuk kedua kalinya.


~ ( X ) ~


Si kembar Rey hanya bisa tertunduk dan berlindung di belakang Pak Akbar.


Si kembar Rey tidak menyangka sebegitu bencinya Juragan kepada mereka hanya karena dirinya berteman dengan anaknya hingga berani berkata seperti itu langsung dihadapan Bapak mereka.


Setelah mendengar perkataan Juragan, merekapun pulang ke rumah dengan suasana hati yang tidak enak.


Sesampainya di rumah Pak Akbar menyuruh mereka berdua untuk mandi dan menjelaskan semua yang sudah terjadi hingga membuat juragan marah kepada mereka.


Hari Berganti Malam


Seusai makan malam Pak Akbar bertanya lagi perihal masalah tadi hingga membuat Juragan Kopi sangat benci kepada si kembar Rey.


“ Sebenarnya diantar kalian itu ada masalah apa, "


Duduk bersila di hadapan kedua putranya.


Reyza


Bingung mau berkata apa untuk menjawab pertanyaan dari Pak Akbar.


“ Anuu paakkk....sebenarnya, "


Menggaruk-garuk kepalanya.


Pak Akbar


Mengambil rokok dan korek yang ada disampingnya,


Mulai menyalakan koreknya dan menghisap rokoknya.

__ADS_1


“ Gak usah takut Bapak gak akan memarahi kalian kalau kalian mau jujur, "


Menjepit rokoknya menggunakan tangan kanan.


Reyzu


Dia tidak sabar melihat Reyza yang tidak bisa berbicara di depan Pak Akbar.


Tanpa beban dia mulai menceritakan awal mula permasalahan diantara mereka.


“ Sebenarnya juragan itu benci dengan kita berdua karena dia tidak suka kalau kita berteman dengan anaknya....Dia menganggap kalau kita tidak sederajat dengan mereka yang dari keluarga kaya, "


Pada akhirnya Reyzu yang bercerita semua masalah yang terjadi pada mereka dengan terperinci sebab Reyza tidak punya keberanian untuk menceritakannya.


Bu Sarah


Saat menonton TV, dia menjadi penasaran dengan apa yang sedang mereka bertiga bicarakan.


Mematikan TV nya kemudian menghampiri mereka.


" Kalian lagi membicarakan apa sihh...ibu lihat serius amat ? "


Duduk di samping Pak Akbar.


~ ( X ) ~


Karena Bu Sarah tiba-tiba datang dan menanyakan tentang apa yang tadi mereka bicarakan, sekarang gantian Pak Akbar yang menjelaskan semua ke Bu Sarah tentang kejadian sore tadi di tempat pengepul Juragan kopi.


Bu Sarah dengan serius mendengarkan apa yang di ceritakan Pak Akbar kepada dirinya sampai dia paham dengan permasalahan yang sedang mereka alami.


Bu Sarah yang sudah mengerti tentang permasalahan mereka hanya bisa memberikan sedikit nasihat untuk mereka agar kejadian ini bisa cepat teratasi.


“ Agar masalahnya tidak menjadi semakin panjang dan rumit, sebaiknya kalian jauhi dulu si Claras sampai suasananya kembali menjadi tenang. Kalian sebagai temannya, juga harus memikirkan cara untuk segera mengatasi masalah ini, jangan diam saja. Tanpa usaha masalah tidak akan pernah bisa teratasi meskipun itu sulit dilakukan setidaknya ada usaha yang telah kalian keluarkan untuk membantu teman kalian, "


Memberikan sedikit nasihatnya kepada si kembar Rey.


Pak Akbar


“ Memang benar kata ibumu....Usaha itu menjadi modal awal yang sangat penting untuk melakukan sesuatu, serta dibarengi dengan ibadah dan selalu berdoa kepada tuhan yang maha esa yang sudah memberi kita kehidupan. Sebagai orang tuamu, Bapak dan ibu hanya bisa mendoakan semoga masalah kalian bisa cepat selesai, "


Membenarkan apa yang baru saja di katakan Bu Sarah, dia menambahi sedikit nasihat kepada si kembar Rey supaya tetap semangat menghadapi setiap masalah yang ada pada diri mereka.


~ ( X ) ~


Setelah diberi nasihat dari kedua orang tuanya, mereka menjadi semakin yakin bisa cepat mengatasi masalah ini dan bisa bersama-sama lagi dengan Claras.


" Terimakasih atas nasihat dan dukungannya yaa, Pakk..Bukk.." Ucap Reyza.


Pak Akbar dan Bu Sarah


" Iya sama-sama...Sudah malam ini kalian cepat tidur, besok kan kalian harus ke sekolah, "


" Iya pergi ke kamar sana lalu tidur, kalau besok sampai bangun kesiangan ibu gak tanggung yaa, "


Pak Akbar dan Bu Sarah tersenyum kepada si kembar Rey sebagai bentuk awal dukungannya.


~ ( X ) ~


" Kalau begitu kita tidur duluan ya, "


Reyza berdiri terlebih dahulu.


" Tidurnya nanti saja, masih ada PR yang belum kamu kerjakan...Setelah Selesai mengerjakan PR baru kamu bisa tidur, "


Mengingatkan Reyza tentang PR yang masih belum mereka kerjakan.


" Iya iyaa kita kerjakan dulu itu PR.... lagian yang mengerjakan cuma aku, kamu bisanya nyontek aja !! "


Berjalan dulu menuju kamar.


" Hehehehe kamu kan abang aku, jadi harus baik sama adiknya, "


Mengikuti Reyza dari belakang.


Si kembar Rey beranjak pergi meninggalkan kedua orang tuanya untuk pergi ke kamar mengerjakan tugas sekolah mereka yang sebenarnya mau mereka kerjakan dari tadi. Setelah selesai mengerjakan tugas sekolah mereka pergi tidur karena hari yang sudah larut malam dan besok mereka harus ke sekolah.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2