Empat Serangkai

Empat Serangkai
Rasa Penasaran


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu, sekarang sudah seminggu semenjak kejadian yang telah menguras banyak emosi itu.


Tanpa tahu alasan yang pasti, Claras sudah tidak kelihatan lagi batang hidungnya, bahkan dia juga tidak masuk sekolah sama sekali.


Banyak sekali teman-teman sekelasnya yang mempertanyakan dimana keberadaan Claras.


Tentu saja si kembar Rey lah yang menjadi bulan-bulanan teman-temanya, karena mereka semua tahu kalau si kembar Rey lah yang paling dekat dengan Claras.


" Hey Rey...Claras kemana kok gak pernah masuk kemana dia, " Tanya salah satu teman yang menghampiri tempat duduknya.


Si kembar Rey yang juga tidak tahu sama sekali, tidak bisa menjawab pertanyaan teman-temannya itu.


" Entahlah...Aku juga tidak tahu kemana perginya Claras, " Jawab Reyza dengan kebingungan.


" Palingan dia sakit atau apalah itu, " Sahut Reyzu.


Mendengar jawaban Reyzu yang terdengar ngaco, teman-temannya sama sekali tidak puas mendengar jawaban mereka.


" Yang bener aja kamu... Kalau dia sakit pasti ada surat ijinnya, " Memperdebatkan masalah Claras.


Disaat teman-temanya seperti sedang memojokkan mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang cenderung memaksa.


Membuat Reyzu berfikir untuk gantian bertanya kepada mereka hitung-hitung untuk mengerjai teman-temannya agar mereka diam dan tidak bertanya lagi.


" Kalian mau tahu dimana Claras? " Tanya Reyzu penuh keyakinan kepada teman-temanya.


Ketika Reyzu mengatakan sesuatu tentang Claras, seketika itu membuat Reyza yang sedikit kecewa tentang hilangnya Claras menjadi bersemangat lagi.


" Kamu tahu....Dimana...Dimana Claras sekarang, " Tanya Reyza dengan penuh semangat.


" Iya cepat beritahu kami, kemana dia,"


Teman-temannya sama penasarannya dengan Reyza.


Melihat teman-temannya yang mulai terpancing dengan rencanannya membuat Reyzu semakin mendramatisir kata-katanya.


" Sebenarnya Claras dii....." Pelan-pelan berbicara.


Reyza dan teman-temanya dengan sangat serius mendengarkan apa yang mau di omongin Reyzu.


" Kalau mau tau ya tanya ke orang tuanya yang sombong itu...Kenapa tanya ke kita yang sama-sama gak tau hahahaha," Terlihat Reyzu yang sangat puas telah mengerjai teman-temanya.


Mendengar jawaban Reyzu, seketika membuat Reyzu dan teman-temannya menjadi kesal.


" Plakkkk.." Pukulan Reyza tepat mendarat di kepala Reyzu.


" Aduhhh..." Teriak Reyzu memegangi kepalanya.


" Kamu ulangi sekali lagi, beneran aku tinju kamu....Kita dengerinnya serius kamu malah bercanda, " Terang Reyza.


" Iya nih...Anak segawon....Udah serius dengerin malah di kerjain, " Ucap salah satu temannya.


Reyzu yang juga sama sekali tidak tau keberadaan si Claras, meminta mereka untuk bertanya langsung ke orang tuanya.


" Lagian kalian nanya ke orang yang sama-sama gak tau...Kalau mau tau dimana Claras, tanya aja ke orang tuanya yang sombongnya setengah mati itu, " Ekspresi muka Reyzu berubah seketika saat berbicara mengenai orang tua Claras.

__ADS_1


Saat Reyzu berbicara mengenai kedua orang tua Claras, membuat teman-temannya tidak bisa berkutik karena mereka semua tahu gimana kesombongan dan kegalakkan orang tua Claras.


" Ehhhhh...." Wajah teman-temanya seketika berubah.


" Kenapa kalian jadi diam...Kalau berani tanya langsung ke orang tuanya, " Tantang Reyzu.


" Kita lupain aja masalah Claras ya...Kita tanya aja ke guru nanti hehe, " Satu persatu meninggalkan bangku si kembar Rey.


Selain teman-temannya, Reyza menjadi orang yang sangat khawatir dan penasaran tentang kemana perginya Claras akhir-akhir ini.


Sewaktu teman-temannya sudah pergi dari bangku mereka, Reyza bertanya kepada Reyzu perihal kejadian tersebut.


" Menurutmu apa yang menyebabkan Claras tiba-tiba menghilang gitu aja? " Tanya Reyza.


" Kamu masih ingat saat di sungai aku dan Claras bicara berdua saat itu, " Terlihat keseriusan Reyzu saat berbicara.


" Iya aku inget...Apa yang kalian bicarakan saat itu, " Reyza kembali bertanya.


" Intinya yang aku bicarakan saat itu, benar-benar sudah terjadi sekarang, " Jelas Reyzu.


" Maksudnya? " Reyza masih tidak mengerti apa yang di bicarakan Reyzu.


" Semua ini karena kecerobohan dan keras kepala Claras yang tidak mau mendengarkan omonganku....Bodoh sekali dia!! " Menatap tajam ke arah Reyza.


" Haahhh...." Terkejut dengan apa yang dikatakan Reyzu.


" Huuuhh....Mau gimana lagi sekarang sudah terjadi, " Menghela nafas dan berusaha menekan emosinya.


" Kita nanti tanyakan aja ke guru wali kelas, kemungkinan bu guru sudah tau tentang perginya Claras, " Ucap Reyza.


~ Beberapa Saat Kemudian ~


Para murid mulai memanjatkan doa supaya di beri kelancaran saat pembelajaran.


Satu persatu nama murid dipanggil untuk absensi kelas.


" Hadir Bu, " Mengangkat satu tangan


" Hadir "


" Saya "


" Iyaaa saya disini " Murid alay yang naksir sama gurunya.


" Siap Bu "


" Hadirrrrr " Murid caper yang berteriak paling kencang.


" Jainal....Jainal...Jainallll !!! " Panggil guru 3x tapi tidak ada respon.


" Jainall !!!!! " Teriak serentak beberapa murid memanggil nama Jainal.


" Saa...Saya Buu " Murid budeg dan suka bicara sendiri.


" Kalau masih mengobrol...Di luar !!! " Marah Bu Guru.

__ADS_1


Setibanya di absen Claras, Bu Guru melompati namanya dan sudah tidak lagi memanggil nama Claras.


Saat menyadari itu Reyza mau bertanya kepada Bu Guru tetapi sudah ada salah satu temanya yang bangku paling depan menanyakan hal itu terlebih dahulu.


" Eeee " Reyza mau mengangkat tangannya untuk bertanya.


" Loh Bu....Claras kok sudah gak di panggil, kemana kok lama gak masuk? " Tanya salah satu teman perempuan Claras yang berada di bangku paling depan.


Saat ada yang bertanya tentang Claras, satu persatu teman-temanya menanyakan hal yang sama kepada guru.


" Iya Bu...Kemana Claras? "


" Claras kemana Bu? "


" Apa dia sakit Bu? "


Secara bergantian para murid bertanya kepada Bu Guru wali kelas.


Bu Guru terkejut Karena banyak sekali murid yang belum tahu mengenai Claras.


Karena hal itu, Bu Guru akhirnya angkat bicara mengenai Claras yang sudah lama tidak masuk.


" Loh...Ibu kira kalian semua sudah tahu? " Tanya Bu Guru.


" Kita semua belum tahu Bu.." Jawab para murid.


" Sebelum Claras pergi, emang gak pamitan sama kalian gitu? "


" Emangnya Claras pergi kemana Bu? " Tanya Reyza dari bangku belakang.


" Loh..Kalian berdua juga tidak tahu...Kan kalian orang yang paling dekat dengan Claras, " Bu Guru heran mengenai hal itu.


" Belum " menggelengkan kepalanya.


Bu Guru sudah tidak heran lagi, kenapa teman-teman sekelasnya pada tidak tahu tentang Claras.


Si kembar Rey yang paling dekat dengan Claras aja tidak tahu, apa lagi mereka.


" Sebenarnya Claras sudah tidak sekolah disini lagi, " Jelas Bu Guru.


Mendengar apa yang dikatakan gurunya, spontan membuat para murid di kelas itu menjadi terkejut.


" Haaaaa " Spontan terkejut.


" Maksudnya gimana Bu, " Salah satu teman perempuan Claras bertanya lagi karena takut kalau mereka hanya salah dengar saja.


" Iyaa...Orang tua Claras sekitar empat hari yang lalu datang kesini dan bicara sama kepala sekolah kalau Claras akan keluar dari sekolah ini, " Bu Guru memperjelas perkataanya.


Teman-Teman Claras masih tidak menyangka kalau Claras benar-benar sudah pergi dan tidak bersekolah lagi di sekolah ini.


Tapi mereka juga kecewa kepada Claras karena sama sekali tidak memberitahu atau berpamitan kepada mereka.


Reyza sangat terpukul dengan kepergian Claras yang tanpa kabar itu.


Melihat Reyza yang terlihat sedih bercampur kecewa, Reyzu berusaha menenangkannya.

__ADS_1


" Sudah...Jangan sedih, ini mungkin sudah takdir kita untuk berpisah, " Tetap tenang dan berusaha menenangkan Reyza.


~ Next ~


__ADS_2