
Mungkin saking lelahnya, tanpa di sadari mereka ternyata tertidur cukup lama hingga sehabis magrib mereka baru bangun.
Dion, Nino dan Deden bangun hampir bersamaan, saat terbangun di warnai dengan tingkah kocak dari mereka karena berbagai hal yang berbeda.
Deden
Bangun lebih awal di banding Dion dan Nino, baru saja membuka mata dia langsung mengambil HP untuk melihat jam.
" Alamak...Udah hampir isak, kalau gak cepat-cepat keburu habis waktunya, "
Bergegas bangun dan buru-buru ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk mandi, dikarenakan dia harus bergegas untuk melaksanakan sholat magrib.
Hal yang berbeda di lakukan oleh Dion, saat terbangun dia sampai lupa dengan rumah yang dia tempati sekarang.
Dion
Membuka sedikit matanya, merenggangkan seluruh badannya kemudian mengambil HP yang ada di samping bantalnya untuk melihat jam.
" Masih jam setengah tujuh lebih sepuluh, "
Mematikan dan meletakkan HP nya, karena masih ngantuk dia memejamkan matanya dan berniat untuk tidur lagi sebentar.
Saat matanya terpejam, dia merasakan ada hal yang aneh dan berbeda dari dirinya sekarang, dia sejenak berfikir dan mengingat-ingat hal janggal apa yang sedang ada di pikirannya tersebut.
Beberapa saat kemudian, dia baru ingat kalau dirinya sekarang sedang berada di rumah orang tua Bu Sarah.
Sontak hal itu, membuat dia terkejut dan langsung duduk terbangun.
" Aduh...Kenapa gak ada yang bangunin aku dari tadi, "
Memukul keningnya sendiri.
Beranjak dari tempat tidurnya dan bergegas mandi.
Nino
Setelah terbangun dan melihat jam, dia pergi ke arah pintu untuk mengintip kondisi di luar kamarnya yang nampak sangat sepi.
" Mereka semua kemana ya ? apa sudah ke bawah semua ? "
Kembali masuk dan bergegas untuk mandi.
~ ( X ) ~
Setelah urusan pribadinya selesai. Dion, Nino dan Deden tanpa di duga keluar kamar secara bersamaan dengan saling mengintip dari dalam kamar.
Karena ada temannya, mereka menjadi tidak terlalu malu lagi bila mau turun kebawah.
" Yok turun ke bawah, " Ucap Nino
" Kamu duluan...Malu aku, " Jawab Dion.
" Den..Duluan Den, " Suruh Nino.
" Loh kok jadi aku ? " Deden sama malunya denhan mereka berdua.
" Kita hompimpa...Yang kalah harus maju paling depan, " Usul Dion.
" Ok kita lakukan, " Deden menyetujuinya.
" Hompimpa alaium "
" Gambreng "
" Gambreng "
Secara bersamaan mereka bertiga berbicara.
Dan yang kalah dari hompimpa tersebut adalah Deden, jadi sesuai kesepakatan mau tidak mau dia harus memimpin di depan.
Dion
__ADS_1
" Kamu kalah...Kamu yang maju duluan, "
Memegang kedua lengan Deden kemudian mengarahkannya ke posisi depan.
Deden sendiri sebenarnya juga tidak mau, tetapi dia terpaksa karena sudah menjadi kesepakatan mereka tadi.
Deden
" Kalian menang hoki, "
Mulai berjalan perlahan menuju tangga.
Nino yang berada di bagian paling belakang merasa aman, meskipun perasaanya masih malu.
Nino
Berjalan perlahan di belakang Dion.
" Tenang...ada kita berdua di belakangmu hahahahaha, "
Sedikit mengejek Deden karena kalah dalam hompimpa.
~ ( X ) ~
Saat menuruni tangga, arah padangan meraka bertiga melihat ke segala arah di dalam rumah tersebut.
Saat di bawah, orang yang pertama mereka cari adalah si kembar Rey, karena hanya si kembar Rey lah yang mereka bertiga kenali di rumah ini selain Bu Sarah.
Jadi kalau ada si kembar Rey bersama mereka bertiga, tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi di rumah ini.
Karena si kembar Rey tidak kunjung menampakkan dirinya, Dion, Nino dan Deden menjadi bingung dengan apa yang akan mereka lakukan disini.
Akan tetapi itu merupakan hal yang wajar untuk seseorang yang baru saja masuk ke dalam hal baru.
Tetapi untungnya dari ruang belakang, Bu Sarah memanggil dan menghampiri mereka yang masih terlihat malu-malu dan kebingungan.
Bu Sarah
" Ayo..Kalian bertiga ikut Ibu makan malam, Reyza sama Reyzu sudah ada dibelakang, "
Mengajak mereka bertiga untuk makan malam.
~ ( X ) ~
Karena juga sudah lapar, mereka bertiga hanya menganggukkan kepala dan mengikuti Bu Sarah dari belakang.
Sesampainya di ruang makan, mereka terkejut dengan berbagai makanan yang di sajikan di meja makan yang yang lumayan panjang hingga bisa menampung lebih dari sepuluh orang tersebut.
Terlihat makanan yang disajikan sangat bermacam-macam dan tampak sangat enak seperti sajian makanan yang ada di restoran.
Bu Sarah
" Kalian bertiga bisa duduk bersama Reyza dan Reyzu ya, "
Mempersilahkan Dion, Nino dan Deden untuk duduk.
Si kembar Rey juga menyuruh mereka untuk segera duduk agar bisa makan secara bersama-sama.
Reyza
" Cepat duduk sini, "
Menarik kursi yang ada di sampingnya.
Si Reyzu sendiri penasaran dengan kemana perginya mereka bertiga karena dari tadi baru kelihatan sekarang.
Reyzu
Meletakkan tangan kanannya di senderan kursi Reyza.
" Kalian habis dari mana...Kok baru nongol sekarang, "
__ADS_1
Pandangan mata mereka mengarah ke Dion, Nino dan Deden yang duduk sejajar dengannya.
Karena malu untuk mengatakan yang sebenarnya, mereka bertiga hanya bisa diam dan menjadi salah tingkah.
~ ( X ) ~
Di rasa semua sudah berkumpul, kemudian Pak Gerald memimpin doa sebelum mereka semua makan.
Pak Gerald
Pandanganya mengarah ke semua orang yang sudah duduk di meja makan tersebut.
" Karena semuanya sudah berkumpul, marilah kita memanjatkan doa sebelum makan agar selalu di beri keberkahan...Berdoa mulai, "
Semua orang yang ada disitu menundukkan kepalanya dan mengangkat tangannya untuk berdoa.
" Berdoa selesai, "
Menutup doa.
~ ( X ) ~
Semua orang satu persatu mulai mengambil nasi dan lauk secukupnya.
Hati Pak Gerald dan Bu Sandra menjadi sangat senang ketika melihat meja makannya dipenuhi oleh banyak orang, tidak seperti biasanya yang setiap harinya hanya mereka berdua saja yang menggunakan meja makan yang panjang itu.
Entah kenapa rasa kesepian yang dirasakan Pak Gerald dan Bu Sandra selama bertahun-tahun hilang seketika saat mereka berdua dikelilingi oleh orang-orang yang mereka sayangi.
Ditambah lagi saat melihat anak-anak yang dihadapannya makan dengan lahapnya membuat hati mereka sangat puas.
Pak Gerald
" Kalian makan yang kenyang...Kalau kurang nambah lagi jangan khawatir...Kalau masih kurang biar di masakin lagi hhhh, "
Sedikit bercanda untuk mereka berlima yang berada di hadapannya.
Mereka berlima pun menyahutnya dengan tersenyum sopan kepada Pak Gerald.
Bu Sandra pun juga tidak mau kalah dengan Pak Gerald, di sela-sela makannya dia juga ikut bercanda, bahkan menawari mereka untuk memilih menu makanan yang mereka suka.
Bu Sandra
" Kalau kurang Nenek yang akan masakin buat kalian kalau perlu besok nenek akan menyewa Chef untuk kalian, "
Memperlihatkan senyum bahagia di wajahnya.
" Besok kalian mau makan apa bilang aja ke nenek, pasti akan nenek masakin, "
Meletakkan sendok dan garpu nya, mengambil segelas air dan meminumnya.
Karena merasa Neneknya terlalu berlebihan Reyza dengan sopan menolaknya.
Reyza
Meletakkan alat makanya, kemudian mengambil air.
" Gak usah repot-repot Nek...Apa aja yang Nenek masak pasti akan kami makan kok, "
Mengambil salah satu buah untuk pencuci mulut.
Bu Sarah malah menghasut Bu Sandra untuk tidak mendengarkan apa yang dibilang Reyza.
Bu Sarah
" Gak usah dengerin Reyza Ma...Mumpung kami disini Mama masak aja yang enak-enak untuk mereka nanti Sarah bantu, "
Dengan manja meletakkan kepalanya di pundak Bu Sandra.
~ ( X ) ~
Saat mereka semua sudah hampir selesai makan malam, tiba-tiba dan tanpa di duga Pak Akbar datang ke rumah tersebut.
__ADS_1
~ Next ~