Empat Serangkai

Empat Serangkai
Baku Hantam


__ADS_3

Perkelahian di antara mereke benar-benar terjadi dan tidak bisa dihindari lagi.


Reyzu berlari ke arah Nino dengan tangan yang sudah mengepal seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya, Reyzu melompat ke arah Nino dengan posisi kaki yang sudah dia persiapkan untuk menendang.


" Blemm..." Tendangan Reyzu mengarah ke bagian Dada Nino.


Sangat beruntung bagi Nino karena tangannya bisa cepat Reflek melindungi dadanya dari tendangan Reyzu.


Akibat tendangan yang sangat keras dari Reyzu, membuat Nino langsung terdorong dan jatuh terjungkal kebelakang sambil memegangi dadanya.


Ketika Dion melihat Nino yang terkapar, membuat perhatiannya teralihkan untuk beberapa saat.


Si Reyza tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia dengan cepat ke arah Dion untuk melampiaskan emosinya.


" Blamm.." Pukulan keras Reyza tepat mendarat ke arah Pipi Dion.


Pukulan keras itu seketika membuat Dion sempoyongan dan terjatuh di samping Nino.


Melihat Dion dan Nino yang sudah terkapar tak berdaya, Deden berinisiatif untuk melerai dan menenangkan si kembar Rey agar tidak melakukan hal yang terlalu berlebihan.


" Sudah-sudah ayo kita pergi aja, " Menarik-narik tangan Reyza dengan kepanikan yang tampak dari wajahnya.


Selain itu Deden juga takut kalau masalah ini menjadi berkepanjangan nantinya.


Karena menganggap Dion dan Nino sudah kalah telak untuk hari ini, Reyza yang masih mempunyai belas kasihan berniat untuk mengampuni kedua bocah pencari masalah tersebut.


" Aku masih beri kalian kesempatan untuk berubah...Kalau kalian berani mencari masalah lagi dengan kita...Aku gak akan beri kalian kesempatan kedua, " Mengambil tasnya yang terjatuh lanjut berjalan meninggalkan mereka.


" Sampah tetaplah sampah....Cuihh, " Sebelum pergi Reyzu meludah di hadapan Dion dan Nino sebagai hinaan terhadap mereka berdua.


Baru saja si kembar Rey dan Deden berjalan beberapa langkah meninggalkan Dion dan Nino, tanpa di duga mereka berdua masih bisa bangkit dan berniat untuk melakukan serangan balasan.


Dion dengan Cepat berlari ke arah mereka bertiga untuk melakukan serangan dari belakang.


Saat menyadari kedatangan Dion, Reyzu berusaha untuk menghindar dari hantaman yang di tunjukkan kepadanya, akan tetapi karena Dion sudah sangat dekat dan gerakannya juga cepat, Reyzu gagal untuk menghindar.


Mau tidak mau dia harus menerima bogem mentah dari Dion yang membuatnya sedikit sempoyongan.


" Blamm..." Reyzu gagal menghindar dan terkena bogem mentah dari Dion.


Sedangkan Nino, menendang bagian belakang Deden yang seketika membuat Deden jatuh tersungkur.

__ADS_1


" Arrgghhh..." Deden merintih kesakitan.


Dikarenakan serangan itu terjadi tiba-tiba, membuat Reyza tidak bisa berkutik saat melihat Reyzu dan Deden menerima hantaman dari Dion dan Nino.


" Mampus kalian...Segawon!!! " Dion sepenuhnya sudah dikuasai oleh emosinya.


Reyza yang tidak terima atas apa yang dilakukan Dion dan Nino, langsung menantang mereka duel 2 vs 1.


" Kalian benar-benar sudah melampaui batas kesabaranku...Maju kalian, kita lihat siapa yang akan menjadi sampah hari ini !!"


Tatapan yang tajam dan memerah sudah bisa menggambarkan betapa murkanya Reyza.


Dion dan Nino semakin tertantang dengan ucapan Reyza, tanpa basa-basi langsung menyerang Reyza secara bersamaan.


" Hajar dia !!! "


Nino menyerang Reyza terlebih dahulu dengan tendangannya, akan tetapi Reyza yang mempunyai reflek dan daya tahan tubuh yang bagus bisa dengan mudah menangkisnya.


Malahan Reyza bisa menangkap dan memegang kaki Nino lalu sedikit menariknya kebelakang sebelum dia balik menendang Nino.


" Blemm..." Tendangan Reyza mengarah tepat di perut Nino yang seketika membuat Nino mundur beberapa langkah.


Karena kuatnya tangan dan pukulan Reyza, membuat Dion merintih kesakitan dan langsung memegangi tangannya.


Belum sempat dia menarik nafas, Reyza sudah melancarkan kembali serangannya.


" Plarr..." Tamparan keras Reyza sampai meninggalkan bekas cap tangan di pipi Dion.


Dan untuk kedua kalinya Dion jatuh sempoyongan.


Nino yang sudah sedikit membaik, ingin kembali menyerang Reyza sendirian, padahal dia tahu kalau yang akan dilakukannya itu akan sia-sia.


Benar saja...belum sampai dia memukul, malah dia yang sudah tertampar duluan oleh Reyza yang kuatnya tamparan itu sama seperti yang dirasakan Dion tadi.


Belum dengan semua yang telah dia lakukan, Reyza terus-terusan menghajar Dion dan Nino sampai babak belur, hingga mereka berdua sudah pasrah tidak bisa melakukan apa-apa lagi.


Reyzu yang melihat Dion dan Nino sudah tidak berdaya, menghentikan dan menenangkan Reyza agar tidak melanjutkan perkelahiannya itu.


" Mas..Mas...Sudah hentikan, " Merangkul Reyza.


Akan tetapi Reyza yang masih emosi, terus-terusan memberontak.

__ADS_1


" Lepaskan...Lepaskan aku !!! "


Dengan sekuat tenaga Reyzu menahan dan berusaha menenangkannya.


" Sudah...Sudah...Tenangin diri kamu, " Merangkul Reyza dengan sangat kuat.


Setelah beberapa saat akhirnya Reyza bisa kembali mengontrol emosinya dan berjalan mendekati Dion dan Nino untuk memberi peringatan terkahir untuk mereka berdua.


" Ini pelajaran buat kalian....Kalau kalian masih buat masalah lagi dengan kita, aku akan buat kalian lebih parah dari ini, " Ancaman serius dari Reyza.


Entah apa yang sudah merasuki Dion, dia tiba-tiba memohon-mohon kepada Reyza untuk mengampuninya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatanya.


" Tolong ampuni aku...Aku janji gak bakal ngelakuin hal ini lagi, " Memohon-mohon dengan penuh penyesalan setelah dihajar habis-habisan.


Sedangkan Nino, malah bersedia menjadi anak buah si kembar Rey jika Reyza mau mengampuninya.


" Iya tolong ampuni aku...Aku janji bakal jadi anak buah kalian, " Wajah yang sangat melas.


Reyza tidak memperdulikan ocehan mereka berdua, intinya dia mau mereka tidak lagi mengusik ketenangannya dengan melakukan hal-hal bodoh lagi.


" Aku gak peduli dengan itu semua...Intinya jangan pernah lagi mengusik ketenangan kita bertiga, " Berjalan pergi meninggalkan mereka.


Mungkin hal ini menjadi pelajaran yang sangat penting untuk Dion dan Nino, agar di masa depan nantinya mereka tidak se enaknya membuat masalah kepada orang lain.


Meskipun orang itu cenderung pendiam seperti Reyza, tetapi kemarahannya bisa menjadi seperti singa yang buas dan kapanpun bisa menerkam mangsanya.


Si kembar Rey pulang dengan kondisi tubuh yang sudah acak-acakan dengan noda tanah yang melekat di baju seragam mereka.


Mereka berdua sekarang gantian memikirkan tentang apa yang akan mereka bicarakan saat dirumah bila ibunya tahu akan hal ini.


" Baju kita kotor semua, gimana ngomong ke ibu nanti ya? " Tanya Reyza.


Reyza terlalu memikirkan noda pada bajunya sampai dia lupa kalau pipi Reyzu sudah lebam karena di tonjok oleh Dion tadi.


" Kalau baju itu gampang...Ini nih pipi aku yang lebam ini gimana nutupinya, " Memperlihatkan pipinya yang sudah berwarna keunguan.


" Oh iya...Aku lupa, " Menggaruk-garuk kepalanya.


" Nasib lahhh..." Reyzu sudah pasrah kalau nantinya akan dimarahi oleh ibunya.


~ Next ~

__ADS_1


__ADS_2